Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

MOUNTAIN VIEW, MINGGU- Larry Page dan Sergey Brin bukan siapa-siapa saat mendirikan Google sepuluh tahun lalu. Namun, kala itu mereka hanya berfikir dan yakin temuannya akan dapat merubah dunia suatu saat kelak. Modalnya hanya empat unit computer di garasi rumahnya dan 100.000 dollar AS.

Terbukti, temuannya benar-benar mengguncang dunia dan kini digunakan hampir di seluruh dunia sebagai mesin pencari yang kini kita kenal dengan Google. Hari ini, Minggu (7/9), mereka bersama 20.000 karyawan perusahaannya merayakan ulang tahun Google yang ke-10.

Asetnya pun melonjak drastis. Lewat situsnya, Google.Inc melaporkan bahwa saat ini telah memiliki aset sekitar 150 miliar dollar. Page dan Brin saat ini memiliki kekayaan masing-masing sekitar 19 miliar dollar AS. Sebuah penghasilan yang fantasitis, apalagi oleh sebuah perusahaan yang baru bergerak selama 10 tahun.

Sekarang Google juga sedang mencoba menambah pundi-pundi keuangan mereka melalui YouTube sebagai pendapatan kedua terbesar mereka. Lewat situs layanan video tersebut, tahun ini Google berharap dapat mengumpulkan sekitar 200 juta dollar AS.

Ulang tahun kali ini tidak hanya mengukuhkan kebesaran nama Google, namun juga menjadi ujian pada dekade selanjutnya terutama dari kompetitornya. Ambisinya yang ingin dapat mengontrol arus perkembangan internet dan hiburan, telah mengundang banyak kecaman dari berbagai elemen.

Google beberapa kali dikhawatirkan melanggar privasi karena dapat menggunakan data dan informasi dari para penggunanya untuk kepentingan sendiri. Saat ini layanan mesin pencari Google telah digunakan lebih dari 650 juta orang, belum lagi layanan lain seperti You Tube, Maps dan Gmail.

Kontroversi lain yang dilakukan Google adalah ambisinya menyalin semua buku yang ada di dunia untuk dijadikan buku digital sehingga dapat diakses lewat internet. Tindakan tersebut sempat mendapat penolakan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan banyak pelanggaran atas hak cipta.

Bahkan untuk membendung keinginan Google tersebut, pemerintah AS harus membuat peraturan yang dapat membatasi ruang gerak Google yang semakin kuat. Baik dengan hal-hal yang berurusan dengan privasi maupun kegiatan bisnisnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Google tentu tidak tinggal diam. Google menggaji para pengacara untuk dapat memberi tahu kepada semua orang termasuk Amerika Serikat bahwa ambisinya untuk memonopoli layanan Internet itu tidaklah benar.

“Banyak orang berfikir berlebihan kepada kami sekarang, padahal kenyataannya kami tidak terlihat seperti itu,” Craig Silverstein, Direktur Teknologi Google.

Cengekraman Google yang sangat kuat dalam bisnis iklan Internet juga mulai dirong-rong. Misalnya dari Microsoft yang selama ini hanya bermain di bisnis software. Microsoft berambisi mengakusisi Yahoo untuk menyaingi Google meski masih gagal.

sumber: kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Tiap Hari 2.000 Peziarah ke Makam Soeharto, Tommy: Itu Lebihi Gelar Pahlawan
  2. Roy Suryo Ungkap Foto Bugil Sandra Dewi
  3. Siapkan Software Anti Situs Porno
  4. Kutai Barat, Mahakam Digemparkan Dengan Kehadiran Naga
  5. Pertama Kali di Dunia, Blogger Jadi Anggota DPR
  6. Tahukah Anda, Berapa Jumlah Milyader Di Indonesia?
  7. Lelaki Tawarkan Diri Menjadi Samsak Bagi Perempuan Stres
  8. PBB Keluarkan Peringkat Negara Terbaik dan Terburuk. Indonesia?
  9. Helikopter Terkecil di Dunia Berhasil Terbang
  10. Agar Tidak Digugat Konsumen, Operator Telepon Harus Transparan