Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Popularitas Apple mampu mengalahkan Microsoft, IBM, Sony, Nokia, Intel, dan Google. Produk-produk seperti komputer Macintosh, PMP (portable media player) iPod, dan ponsel iPhone menjadikan Apple sebagai merek paling berpengaruh di dunia.

Jajak pendapat majalah online brandchannel.com mengungkap, Apple menjadi idola konsumen 107 negara. Jajak pendapat tersebut melibatkan hampir 2.000 profesional pemasaran. Mereka mengidolakan Apple karena menilai Apple mampu membuat produk-produk yang cantik, mudah digunakan, sekaligus pintar. ”Apple itu seperti sosok pemimpin yang kaya dan sukses. Sosok seperti itu tidak perlu menyombongkan diri untuk menonjol.

Orang langsung mengetahui keistimewaan mereka ketika melihat,” ujar peserta jajak pendapat, yang tidak disebutkan namanya. Peserta jajak pendapat yang lain mengungkapkan, para pengguna produk Apple mampu memancarkan daya tarik tersendiri. Karena itu, responden tersebut selalu ingin mengenal lebih dekat orang-orang yang menggunakan produk Apple. ”Apple itu tidak pernah membosankan.

Terkadang Apple menjadi baik, tetapi Apple juga kadang menjadi buruk. Namun, setelah itu Apple menjadi baik lagi. Itulah yang membuat Apple menarik.Mereka sangat kaya rasa,” papar responden yang lain lagi. Sebagian besar responden survei tersebut juga mengungkapkan, Apple merupakan merek yang inovatif.

Sebab, Apple mampu merilis produk-produk yang benarbenar mampu mengubah gaya hidup orang. Para responden berpendapat, konsumen menyambut hangat produk-produk Apple karena produk-produk itu sangat berorientasi konsumen. Berbeda daripada produk teknologi lain yang cenderung memaksa konsumen membeli produk-produk yang sesungguhnya tidak mereka butuhkan.

”Apple tidak terlalu sering merilis produk baru. Namun, setiap kali Apple meluncurkan produk baru, produk tersebut selalu menghebohkan dunia.Tentu saja berkat inovasi yang disajikannya,” sebut seorang responden. Responden tersebut mengatakan, usia Apple pada saat ini baru berkisar 20 tahun. Dia mengaku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi di dunia dan kehidupan manusia apabila Apple sudah berdiri sejak 100 tahun silam.

Dalam jajak pendapat itu, Apple dipetarungkan dengan merek-merek teknologi yang lain, seperti Microsoft, IBM, Sony, Nokia, Intel, dan Google.Ketika ditanya merek mana yang paling ”dibenci,” sebagian besar responden survei brandchannel.com menunjuk Microsoft. Para responden survei tersebut berpendapat,Microsoft terlalu banyak menawarkan produk sehingga konsumen pun bingung memilih produk mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Editor brandchannel.com Jim Thompson berpendapat, sebagian responden survei tersebut membenci merekmerek tertentu karena menilai para produsen tersebut terlalu ”sok tahu” mengenai kebutuhan konsumen. Sebagian responden bahkan mengaku ”tertekan” oleh sebuah produk-produk Microsoft.

Mereka berpendapat, produk-produk Microsoft membuat mereka selalu terburu-buru untuk bekerja sehingga kehilangan waktu untuk menikmati hidup. ”Mengapa Microsoft harus menawarkan produk baru pada setiap tiga bulan? Saya rasanya ingin pergi ke pelosok Fiji saja dan hidup di pucuk pohon kelapa daripada harus kembali ke AS, tapi tidak bisa menikmati hidup,” cetus seorang responden.

Microsoft adalah produsen teknologi yang lebih berfokus pada produktivitas. Sebaliknya, Apple merupakan produsen teknologi yang lebih berfokus pada hiburan. ”Kebencian”para responden survei brandchannel.com terhadap Microsoft mungkin suatu tanda bahwa manusia di Bumi sudah kelelahan untuk bekerja.

Produk-produk Apple yang paling populer pun adalah produk hiburan,yakni iPod. Produk tersebut menjadi sangat digemari karena memungkinkan pengguna mendengarkan musik di mana pun berada. Sebaliknya, ketika orang harus bekerja, maka orang tidak bisa melepaskan diri dari produk-produk Microsoft. Bahkan, para pengguna komputer Macintosh pun harus menggunakan Office apabila ingin bekerja lebih produktif. Di samping merek-merek teknologi, survei brandchannel. com juga melibatkan merek-merek automotif, pakaian, kosmetik, makanan, dan minuman, dan bahkan alat kontrasepsi.

Namun, merek- merek nonteknologi ternyata tidak mampu mengungguli popularitas merekmerek teknologi dalam survei tersebut. Jajak pendapat brandchannel. com ini merupakan jajak pendapat ”santai” karena tidak mencerminkan nilai finansial sebuah merek.Namun, Thompson menegaskan, jajak pendapat ini mencerminkan pandangan riil konsumen terhadap produsen.

sindo, studiohp.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Ditemukan, Dunia Raksasa Bawah Laut Antartika
  2. Foto Kedekatan SBY-Artalyta Beredar di Internet
  3. Domain .Com dan .Net Hadapi Masa Kejatuhan
  4. Microsoft Potong Harga Xbox 20 Persen
  5. Pemerintah Tindak Tegas Kasus Blog Komik Nabi Muhammad
  6. PBB Keluarkan Peringkat Negara Terbaik dan Terburuk. Indonesia?
  7. Lagi – Lagi Bikin Heboh! Foto Bugil Mahasiswa Binus Clara Adelin Supit
  8. Ternyata Remaja Yang Masih Virgin, Cuma 40% Saja
  9. Berikut Bukti Jika Perempuan Suka Film Porno
  10. Worm Baru Serang File MP3