Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Suasana kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (13/3) siang tampak berbeda. Tak seperti biasanya. Gedung berlantai delapan itu kedatangan tamu para pemuka agama yang khusus diundang Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi. Beberapa diantaranya yang hadir adalah Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia, Mgr M.D Situmorang, Ketua Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia, Pdt.A.A Yewangoe. Mereka berkumpul untuk menyatakan penolakan terhadap “tamu” yang dianggap bakal merusak harmoni kehidupan beragama di Indonesia.

Hasyim lalu bercerita panjang lebar. Akhir pekan lalu, ia kedatangan tamu duta besar Belanda untuk Indonesia, Nikolaos van Dam. Kepada Hasyim, van Dam yang menguasai bahasa Arab, bercerita perihal kabar yang tengah geger di Belanda. Kabar itu adalah soal rencana seorang anggota parlemen Belanda dari Partai Kebebasan, Geert Wilders yang tengah siap meluncurkan filmnya. Bukan film biasa. Wilders yang diketahui sebagai orang atheis, tengah menyiapkan film yang konon berisi hujatan terhadap agama islam dan Al-Qur’an.

Dikatakan Hasyim, dirinya memang belum tahu langsung film tersebut. Namun, dari bocoran yang disampaikan Nikolaos van Dam, dirinya mengaku punya gambaran, betapa berbahayanya film tersebut. “Dari yang saya dengar dari dubes Belanda, dalam film itu, Wilders mencomot ayat-ayat Al-Qur’an kemudian diberi visual semisal terorisme, hukuman yang berlaku dalam islam, atau juga poligami. dan dari sumber yang bisa dipercaya, dampaknya akan sangat luar biasa,” kata Hasyim dengan mimik serius.

Hasyim lalu mencontohkan bagaimana reaksi umat Islam ketika kartun nabi Muhammad yang dimuat oleh koran Denmark, beredar di internet. “Itu baru karikatur umat marahnya bukan main. Apalagi kalau ada tayangan visual,” katanya.

Hasyim mengatakan, oleh Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende, Wilders sudah diingatkan agar mengurungkan niatnya itu. Tapi, sesuai namanya, Wilders tetap liar (wild). Dia tak mau berhenti. Wilders kabarnya juga sempat melobi sejumlah stasiun televisi di Belanda untuk menyiarkan kreasinya itu. Tapi, tak ada stasiun TV yang berani. Kabar terakhir, Wilders berniat menyebarkan itu lewat internet. “Kalau sudah masuk ke internet, akan sulit dibendung,” lanjut Hasyim.

Selain melakukan penolakan, berkumpulnya para pemuka agama tersebut sekaligus juga sebagai early warning (peringatan dini). Hasyim menyebut, jika beredar di Indonesia, ia khawatir, umat Islam yang tidak paham, akan mengira bahwa film tersebut adalah serangan dari luar Islam untuk mencederai Islam. Hasyim berharap, kalaupun film Wilders itu tetap beredar, umat Islam tidak akan salah paham. “Saya khawatir kalau umat Islam salah paham dan menganggap film itu disebarluaskan oleh kalangan non Islam untuk menyudutkan Islam. Itu bisa mengancam harmoni yang sudah terbentuk. Padahal yang membuat kan orang atheis,” kata Hasyim.

Kesepakatan penolakan itu dibacakan oleh Ketua KWI, Mgr.M.D Situmorang, dengan lantang dan serius. Situmorang mengatakan, penolakan tersebut dilakukan untuk menyelematkan harmoni diantara umat beragama yang selama ini terbangun dengan sangat baik. “Kami juga ingin buktikan bahwa munculnya film itu, bukan hanya umat Islam yang akan dihujat, tapi juga umat beragama pada umumnya. Film ini tidak hanya akan mencederai umat Islam, tapi juga bisa menciptakan ketegangan baru. Karena itu kami menolaknya,” ujarnya.

Ia mengatakan, para pemuka agama akan terus berupaya menyerukan kepada pemerintah Indonesia agar mencegah penyebaran film membahayakan tersebut. Hasyim kembali menuturkan, para pemuka agama berharap pemerintah kerajaan Belanda dapat berusaha maksimal untuk mencegah pemutaran film dan penyebarannya. Dan pemerintah Belanda berjanji akan melakukan tindakan tegas terhadap sesuatu yang bisa meresahkan. Tapi, sekarang ini, pemerintah Belanda belum bisa mengambil tindakan terhadap Geert Wilders. Sebab, film itu belum beredar.

Hasyim juga menolak tegas jika penolakan yang mereka lakukan melanggar asas kebebasan berekspresi. “Tidak bisa kita bebas berekspresi dengan mencederai kebabasan yang lain,” lanjut mantan cawapres ini,” pungkas Hasyim. (*)

Kompas, Tribun-tumur


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Bulan Juli Facebook Tidak Gratis Lagi!! Hanya 140Rb/Bln
  2. Banyak Mainan Anak Beracun di Mal, Inilah Hasil Pengujian oleh YLKI
  3. RI cabut blokade YouTube
  4. Tahukah Anda, Berapa Jumlah Milyader Di Indonesia?
  5. Video Hantu Michael Jackson Tertangkap Kamera di Neverland
  6. Berikut 33 ATM di Bali Korban Skimmer
  7. Terobosan Baru Memasak Pizza
  8. Mama Lauren: Bambang Tri Hanya Mainan Mayangsari
  9. Desain Gendheng Pengusaha Baju Kaos Beromset 1,3 Miliar
  10. Aida Saskia Perempuan Selingkuhan KH Zainuddin MZ