Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

LOS ANGELES – Jalan pintas ditempuh seorang mahasiswi Amerika Serikat demi membiayai kuliah pascasarjananya. Dia akan melelang keperawanannya secara terbuka.

Mahasiswa yang menggunakan nama samaran Natalie Dylan itu mengakui bahwa menjual “mahkota” memang tidak akan menyelesaikan semua masalah. Namun, dia setidaknya mendapatkan jaminan finansial. Dylan juga mengaku tidak memiliki beban moral sedikit pun atas keputusan yang diambilnya. “Kita hidup dalam masyarakat kapitalis, mengapa saya tidak diizinkan menjual keperawanan saya sendiri?,” kilah Dylan.

Aksi kontroversial gadis 22 tahun asal San Diego, California, itu kemudian menyulut debat online lewat blog-blog pribadi. “Mungkin saya memang konservatif, bukankah lelang ini aksi prostitusi? Saya sangat mengkhawatirkan masa depan masyarakat kita,” tutur Mike, blogger dari Universitas Montclair, New Jersey.

Setelah permintaan lelangnya di situs e-Bay ditolak, Dylan tidak menyerah begitu saja. Lelang keperawanan tersebut akan diadakan di rumah bordil The Moonlite Bunny Ranch, Nevada. Kakak perempuan Dylan yang selama ini membiayai kuliah Dylan bekerja di tempat tersebut.

Selain menuai kecaman, Dylan pun memperoleh dukungan yang tidak mengejutkan karena datang dari sang pemilik rumah bordil, Dennis Hoff. “Ini adalah ide cemerlang. Mengapa mesti kehilangan keperawanan dengan pria tidak jelas di sebuah mobil jika (sebenarnya) kamu bisa membayar pendidikan dengan itu?,”

sumber: jawapos.co.id


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. World Silent Day, Langkah Nyata Cegah Pemanasan Global
  2. Pemerintah Tindak Tegas Kasus Blog Komik Nabi Muhammad
  3. ‘Brad Pitt’ Donor Sperma Mau?
  4. Pejabat Microsoft-Yahoo Akhirnya Bertemu
  5. Mahasiswa Indonesia Ciptakan Kursi Roda Sensor Mata
  6. Wew.. Indonesia Pemasok PSK Anak Terbesar di Asia Tenggara!
  7. Inilah Alasan Perempuan Korea Terobsesi Operasi Plastik
  8. Pertama Kali di Dunia, Blogger Jadi Anggota DPR
  9. Film : Kisah Cinta Soekarno – Fatmawati Segera!
  10. Domain .Com dan .Net Hadapi Masa Kejatuhan