Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Masa-masa sulit bagi komunitas Internet terbesar di dunia: Facebook harus bertanggung jawab atas dua kasus sekaligus.

Mark Zuckerberg, sang pendiri platform Facebook, telah mengaku, bahwa ia telah mencuri ide-ide dari “ex-majikannya”, ConnectU, untuk social network-nya. Zuckerberg mengambil alih terutama kemungkinan-kemungkinan yang dapat menyediakan beberapa halaman profil bagi para user. Sementara ini, karena tuduhan plagiat, Facebook mengeluh terhadap competitor StudiVZ, dari Jerman. Dalam kasus pencurian ide-ide dari ConnectU, Facebook akhirnya harus membayar denda kepada ConnectU sebesar USD 65 Miliar. Bagi Facebook, hal ini merupakan suatu menurunan image yang sangat drastic. Para investor, yang selama ini mendukung Facebook, akan dapat melakukan pertimbangan ulang.

Sementara itu, pemain sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, akan mengajukan tuntutan resmi kepada Facebook. Alasannya adalah, bahwa profil dirinya disangkutkan dengan “propaganda Nazi”. Seseorang tak dikenal telah mencantumkan nama dan foto daru profil sepak bolanya yang di-link-kan dengan halaman propaganda Nazi. Padahal, akunya, dirinya tidak ada hubungan sama sekali dengan kelompok radikalis tersebut. Oleh karena itu, Del Piero ingin menuntut Facebook. Tetapi, berhadapan dengan data-data facebook yang tak terkontrol, apakah kasus Del Piero ini dapat diterima? Pertanyaan tersebut masih terbuka.

Sumber : beritanet.com, Computerbild.de /13 feb


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kiblat Fashion Busana Muslim Dunia, Indonesia!
  2. Lima Hacker Bersejarah di Tahun 2006-2007
  3. Wow… 30 Juta Penduduk Indonesia Terinfeksi Hepatitis
  4. Microsoft Potong Harga Xbox 20 Persen
  5. Google Sediakan Ad Manager untuk Penjual Iklan
  6. Kasus AIDS Terbanyak Karena Jarum Suntik
  7. Inilah Daftar Kepala Negara Yang Tewas Karena Kecelakaan Pesawat
  8. Mau Tau Orang Indonesia Yang Memiliki Pesawat Pribadi ?
  9. SUV Audi Seharga Rp 1,5 Miliar Diluncurkan di Indonesia
  10. Inilah 13 Fakta Bedah Plastik