Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Program Dealer Test Purchase Program (DTPP) kembali dijalankan oleh Microsoft Indonesia sebagai bentuk perlawanan terhadap piranti lunak bajakan. Sebelumnya, yang sempat dijalankan pada 2001 ini telah memenangkan kasus melawan beberapa penjual PC yang menjual komputer dengan peranti lunak bajakan.DTPP adalah sebuah prakarsa investigasi oleh Microsoft yang dilakukan secara acak dengan cara membeli komputer baru untuk memastikan apakah komputer tersebut dijual dengan peranti lunak berlisensi. Meningkatnya jumlah perusahaan yang tertangkap oleh aparat kepolisian karena menggunakan peranti lunak bajakan, serta banyaknya protes dari masyarakat yang merasa tertipu karena membeli PC dengan produk bajakan di dalamnya menjadi alasan kunci bagi Microsoft untuk memulai lagi program ini.

Langkah awal yang dijalankan Microsoft adalah dengan membuat suatu survei dengan nama Mystery Shopper. Survei ini memilih lebih dari 1.000 pembeli rahasia untuk melakukan transaksi dengan sejumlah penjual PC yang tersebar di Indonesia. Microsoft berinisiatif menjalankan survei Mystery Shopper di 4 kota yaitu: Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan dan menjangkau lebih dari 1,000 penjual PC.

Image
Hasil survei di beberapa kota di Indonesia

Program ini memerlukan survei tatap muka yang dilakukan oleh si penyelidik yang berperan selaku pembeli yang mencoba membeli komputer baru. Hasil survei menunjukkan bahwa 49% dari para penjual tersebut berniat untuk meng-install Windows bajakan dan beberapa peranti lunak lainnya agar dapat memberikan layanan yang lebih kepada pelanggannya.

“Penjual komputer yang menjual PC dengan memuat peranti lunak bajakan akan merusak bisnis dari para penjual yang jujur yang tidak dapat bersaing dengan para penjual bajakan tersebut. 51% dari penjual yang jujur tersebut yang ingin Microsoft lindungi. Kami ingin mengurangi 49% dan mengambil langkah-langkah yang tepat karena jika tidak, 51% penjual tersebut akan menemukan kesulitan untuk bersaing dan tidak merasakan manfaatnya melakukan hal yang benar untuk mendukung hak atas kekayaan intelektual.”, ujar Jonathan Selvasegaram, Legal Corporate Affairs Microsoft yang bermarkas di Singapura.

Business Software Alliance (BSA) memberikan estimasi bahwa 85% dari peranti lunak yang digunakan di Indonesia adalah illegal dan tiruan. Studi terbaru mengenai Dampak Ekonomi yang dikeluarkan IDC menemukan bahwa sektor IT dapat berkembang lebih besar jika tingkat perangkat lunak bajakan di Indonesia diturunkan 10% untuk jangka waktu 4 tahun kedepan. Dengan pengurangan jumlah perangkat lunak bajakan, sektor IT dapat menambah 2,200 lapangan kerja, meningkatkan penghasilan industri lokal sebesar USD 1.8 milyar dan USD 88 juta tambahan dari pajak untuk pemerintah pusat, daerah dan regional.

chip.co.id


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Berikut 33 ATM di Bali Korban Skimmer
  2. Pernah Lihat 5000 Orang Telanjang? Nich Fotonya! Di Sydney Opera House!
  3. Akhirnya Avatar Memakan Korban Juga
  4. 75 Juta Pria Asia Pelanggan Seks Komersial
  5. Selamat Tahun Baru 2010
  6. Darah Haid Bisa Perbaiki Jantung?
  7. Lima Hacker Bersejarah di Tahun 2006-2007
  8. Inilah Tren Kesehatan di Tahun 2012
  9. Bulan Juli Facebook Tidak Gratis Lagi!! Hanya 140Rb/Bln
  10. Daftar 30 Kendaraan Ramah Lingkungan