Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Mengapa saat ini kita harus peduli kepada Komodo? Jawabannya, karena kita peduli terhadap nasib masa depan bangsa ini, karena kita ingin berbuat nyata memperbaiki nasib anak bangsa ini, dan karena kita sudah bosan dengan retorika sebagian elit bangsa ini, yang katanya ingin memperbaiki masa depan kita sebagai bangsa. Oleh karena itu, kita ingin tindakan nyata, sekecil apapun itu. Dan, salah satu caranya, adalah dengan mengambil inisiatip mengajak handai taulan mengirim SMS ke 9818 dengan mengetik kata KOMODO.

Setidaknya, dibutuhkan 120 juta SMS sebagai dukungan suara bagi Komodo, agar bisa masuk kategori menjadi tujuh keajaiban baru bagi masyarakat dunia (New 7 wonders of nature). Jumlah SMS tersebut, diharapkan sudah rampung sebelum tanggal 11 Nopember 2011. Jumlah itu, bukanlah hal yang mustahil, karena pengguna ponsel di Indonesia saat ini, diperkirakan sekitar 150 juta pengguna.

Sangat disayangkan sekali, jikalau dukungan SMS tersebut, tidak dimaksimalkan guna meloloskan Komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaiban baru dari alam semesta yang dipermaklumkan bagi masyarakat dunia. Betapa tidak, karena hingga saat ini, Komodo telah sukses menyingkirkan 412 kompetitor dari 218 negara. Dan sekarang ini, tersisa tinggal 28 jenis keajaiban yang bertahan untuk keluar sebagai New Seven Wonder. Salah satu yang bertahan tersebut, adalah Komodo.

Jika Komodo sukses menjadi salah satu dari tujuh keajaiban alam dunia, maka dapat dipastikan, akan terjadi multy player effect terhadap kehidupan masyarakat. Secara umum, Indonesia semakin memperkukuh posisinya di mata dunia sebagai negeri yang alamnya kaya dengan eksotisme yang menantang untuk dikunjungi. Sementara itu, penduduk Pulau Komodo dan masyarakat di Nusa Tenggara yang selama ini dikenal sebagai kawasan berpenduduk rata-rata masih di bawah angka kemiskinan, akan terimbas dan terdorong kehidupan ekonominya, karena kunjungan orang-orang berduit dari manca negara berdatangan ke sana. Dan sudah tentu, juga akan terjadi perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur dari pemerintah pusat ataupun karena bantuan dunia, sehingga hal itu akan memicu aktivitas peningkatan kegiatan ekonomi rakyat.

SISA BINATANG PURBA
Dalam berbagai sumber, dijelaskan bahwa komodo, atau biasa disebut biawak komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2 hingga 3 meter. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.

Perkembangan evolusi komodo dimulai saat kemunculannya di Asia sekitar 40 juta tahun yang silam, mereka kemudian berimigrasi ke benua Australia dan menetap di sana hingga beberapa juta tahun. Namun, sekitar 15 juta tahun yang lalu, saat terjadi pertemuan lempeng benua Australia dan Asia Tenggara memungkinkan para biawak bergerak menuju wilayah yang dikenal sebagai Indonesia sekarang. Komodo yang ada di Nusa Tenggara saat ini, diyakini hasil evolusi dari nenek moyang mereka di Australia pada sekitar 4 juta tahun yang lampau, dan meluaskan wilayah persebarannya ke timur hingga sejauh Timor. Hal itu terjadi karena perubahan-perubahan tinggi muka laut semenjak zaman Es.

Komodo pertama kali didokumentasikan oleh orang Eropa pada tahun 1910. Namanya meluas setelah tahun 1912, ketika Peter Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor, menerbitkan paper tentang komodo setelah menerima foto dan kulit reptil ini. Douglas Burden adalah orang yang pertama memberikan nama “Komodo dragon” kepada hewan ini, setelah ia melakukan ekspedisi ke Pulau Komodo. Tiga dari spesimen komodo yang diperolehnya dibentuk kembali menjadi hewan pajangan dan hingga kini masih disimpan di Museum Sejarah Alam Amerika. Hasil ekspedisi Burden tersebut, akhirnya menjadi inspirasi pembuatan film Kingkong pada tahun 1933.

MERESPON DUKUNGAN PAK JK
Yang lebih menarik dan penting untuk diketahui, adalah kesediaan Pak JK (DR (HC) H.M. Jusuf Kalla) untuk menjadi Duta Komodo. Ketika ditawari menjadi Duta Komodo oleh Emmy Hafid, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Pak JK dengan sigap penuh ketulusan menyatakan kesediaannya. Beliau berkata, siap mendukung dengan berharap bisa memberi mamfaat besar dan mengangkat nama bangsa Indonesia di mata dunia. “Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang mendukung pemenangan Pulau Komodo”. Kata Pak JK tegas.

Jika memerhatikan batas akhir waktu yang sisa satu bulan lagi bagi masyarakat memberikan dukungannya dengan mengirim SMS, memang bisa membuat kita pesimis. Apalagi dengan jumlah dukungan SMS 120 juta, bukanlah persoalan gampang. Bayangan kegagalan Komodo masuk new 7 wonders of nature, pastilah mengancam secara serius. Terlebih dalam situasi seperti sekarang ini, dimana kepedulian sosial kemasyarakatan dan masalah kebangsaan, tidak akan pernah terurus secara serius. Sekarang ini, kita tidak lagi dapat berharap banyak, agar sesuatu hal yang berkaitan dengan nasib rakyat, diperdulikan secara serius oleh elit pemimpin bangsa. Jika hal itu dianggap tidak memberi keuntungan langsung secara politik dan ekonomi bagi posisi dan golongannya (partai), jangan harap mereka bakal mau terlibat. Saat ini, mereka lebih sibuk mengurus mempertahankan dan memperbaiki posisi dan kekuasaannya. Terlebih saat ini, Senayan dan Istana sibuk dengan masalah Resuffle Kabinet. Maka, mengerling sejenak ke Komodo pun rasanya tak sempat lagi.

Namun demikian, bagi kita yang punya visi dan komitmen kebangsaan, permasalahan pokoknya tidaklah lagi penting berharap pada mereka itu. Bagi kita yang masih punya kepedulian masa depan nasib bangsa, maka potensi dan solidaritas kebangsaan untuk saling mendukung antara satu dengan lainnya, haruslah dihidupkan terus menerus. Optimisme bahwa bangsa ini masih punya harapan janganlah dipadamkan. Maka, ketika Pak JK menyatakan kesediaannya secara optimis mendukung Komodo agar masuk New 7 Wonders of Nature, tampa peduli apapun risikonya, maka kita sebagai anak bangsa yang ingin manapak kemajuan, wajiblah rasanya untuk mendukung dan terlibat serta. Persoalan berhasil tidaknya, itu bukan lagi urusan kita, yang penting, saya dan anda sekalian sudah membuktikan diri mengirim SMS ke 9818 dengan menulis KOMODO. Wallahu A’lam Bisshawwabe.
————————————

Oleh Aswar Hasan
Dosen Ilmu Komunikasi Unhas.
sumber: tribunnews.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah Daftar 47 Susu yang Bebas Cemaran Sakazakii
  2. Kombes.web.id ada di Riau Pos Edisi 06 09 2009, Kombes.web.id = Facebook
  3. Ada Manohara di Relief Candi Borobudur
  4. Selamat Tahun Baru 2010
  5. Benarkah Leonardo da Vinci Keturunan Arab?
  6. 40% Spam Dunia Berasal dari Satu Sumber
  7. Microsoft Membeli Perusahaan Keamanan Jaringan
  8. Hacker Diancam Hukuman 8 Tahun Penjara atau Denda Rp 2 Miliar
  9. Pantau Keadaan Lalulintas Mudik, Dari CCTV Dishub
  10. Lelang Virginitas demi Kuliah