Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Akhirnya kami berdua masuk juga ke ruangan Menteri Perdagangan di Jakarta. Sambil menunggu ibu Marie Elka Pangestu selesai diwawancarai salah satu stasiun televisi, saya dan Tonton Taufik, Direktur Utama Rattanland, mempersiapkan diri untuk berbagi pengalaman dan memberi masukan bagaimana meningkatkan ekspor Indonesia melalui Internet. Begitu selesai wawancara, ibu Marie Pangestu segera menemui kami, dengan senyum cerahnya. Tidak ada kesan lelah sama sekali. Padahal kegiatan beliau luar biasa banyak, sehingga pertemuan dengan kami pun sempat diundur 3 kali.

Pengalaman Tonton menembus pasar ekspor furniture rotan hanya melalui Internet merupakan cerita yang luar biasa bagi ibu menteri. Beliau tak menyangka, ada yang berhasil menembus pasar dunia hanya melalui layar komputer. Itu pun dengan angka yang tidak main-main. Ketika memulai tahun 1999 lalu, ekspornya kurang dari US$ 30 ribu. Tapi dari tahun ke tahun naik di atas 50%. Puncaknya pada tahun lalu mencapai US$ 1,6 juta atau sekitar Rp 15 miliar. “Wah, sosok seperti ini yang kami cari,” kata ibu Marie Pangestu dengan penuh semangat.

Maka materi presentasi yang kami siapkan dalam dua hari pun (ya, hanya dua hari karena undangan untuk diterima beliau baru disampaikan dua hari sebelumnya) saya sampaikan di depan Menteri Perdagangan.

Usulan kami, ringkasnya, sebagai berikut:

Kampanye ekspor via Internet secara terpadu:

  1. melibatkan media-media online yang banyak dikunjungi para pelaku bisnis seperti Bisnis.com, SWA.co.id, serta Tangandiatas.com. Buat rubrik khusus mengenai ekspor via online di media online tersebut. Buat ajang penghargaan khusus bagi mereka yang memiliki performa ekspor via web amat bagus.
  2. melibatkan para penyedia jasa Internet. Ajak mereka agar menyisipkan kampanye ekpor online dalam promosi-promosi mereka.

Edukasi.

  1. Buat seminar dan workshop mengenai seluk beluk Internet dan ekspor bagi pelaku bisnis dan industri yang berkualitas ekspor tapi belum pernah ekspor.
  2. Roadshow ke sentra-sentra industri yang dipilih berdasarkan peluangnya menembus pasar dunia.

Pilot Project.

Pilih industri atau perusahaan yang tidak pernah ekspor, namun memiliki produk berkualitas ekspr, untuk didampingi dalam jangka waktu tertentu agar memahami seluk beluk Internet dan ekspor, sampai mereka berhasil menembus pasar dunia.

Memperkuat e-Market Place Indonesia.

Sudah ada e-market place dunia seperti Alibaba.com ec21.com dan lainnya. Sayangnya, keyword perdagangan produk-produk Indonesia sulit ditemukan di e-market place tersebut. Maka perlu sebuah e-market place di mana pembeli amat mudah menemukan produk-produk andalan Indonesia yang siap diekspor.

Menyampaikan empat usulan di atas yang diselingi dengan banyak pertanyaan dari ibu menteri dan stafnya membuat waktu berjalan begitu cepat. Jatah yang disediakan untuk kami sesungguhnya hanya 45 menit karena tamu lain sudah menunggu. Tapi gairah ibu menteri terhadap hal baru ini membuat beliau menyediakan waktu tambahan, sehingga tak terasa kami berdiskusi selama 1 jam 15 menit.

Kami berdua tentu saja gembira melihat sambutan beliau. Semoga ada langkah-langkah nyata dari pemerintah untuk menindaklanjuti bagaimana meningkatkan ekspor Indonesia via Internet. Saya berharap agar pemerintah bisa memberi suasana agar bisa lahir Tonton-Tonton baru di Indonesia.

virtual.co.id 


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Apakah Keungan Anda Sehat? Berikut 5 Tanda Keuangan Sehat
  2. Pemilihan Ketua Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Di Sponsori Oriflame
  3. Dapatkan Income Dari Blog Berbahasa Indonesia
  4. Manfaatkan Social Media Seperti Facebook, Untuk Keuntungan Finacial
  5. CARI UANG DARI INTERNET
  6. Tentang AVO INC : HYIP “High Yield Investment Program”
  7. Semakin Seru Di Bisnis Ini! Mau Coba? Ayo Gabung Sekarang!
  8. Pertimbangan Menjadi Nasabah Bank Syariah
  9. Obligasi Ritel Indonesia (ORI) Terbit Lagi 3 September
  10. Tupperware : Agen / Dealer Dan Pendaftaran Anggota Baru