Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Batamindo Interpreunership  TEAM (BEST)   melaksanakan bedah bisnis  pada tanggal 6 Maret 2008. bertempat di Sekretariat Karang Taruna Siaga Yudha Batamindo.  Tampil sebagai pemateri adalah  Marsono. Marsono adalah  pemilik usaha Desain  yang diberi nama Desain Gendheng. Oleh Kawan-kawan  dekatnya  Marsono  popular dengan Panggilan  Demang.

Marsono mengawali  usahanya pada tahun 1999. Ia  menjalankan usahanya  bukan pada saat masih  bekerja. Ia  merintis usahanya  justru  ketika sudah  keluar dari   PT TEC, sebuah perusahaan elektronik di Kawasan Industri Batamindo.  Dulu  ketika masih  sekolah  kesenian di Jogyakarta ia sudah  terbiasa  menitip barang dagangan  di  konter penjualan.

Ketika di Batam,  Demang  tidak  tinggal diam. Ketika itu  jaman kejayaan  penjual gorengan. Insting  bisnis  Demang   terpanggil. Ia menjadi    pemasok  cabe kepada  penjual goreng-gorengan.  Tidak disitu saja, Demang juga  mendistribusikan   minyak  goreng  kepada  penjual gorengan. Hasilnya memuasukan. Yang penting  menjalankan  usaha tidak gengsi meski  diprotes  teman-temannya.

Naluri bisnis Demang  terus  dikembangkan. Dengan bekal  uang  tabungan   tiga ratus ribu rupiah   Demang  memantapkan   usahanya dengan  membuat  bisnis desain, uniform.  Hasilnya, Sejak tahun 2003  Demang  mendirikan badan usaha CV,  bernama  CV  DIGE.

Kenapa  nama  usaha bisnis  ini unik? Justru itulah  letak  promosinya kata Demang. Nama  unik  akan   selalu diingat. Kalau orang  ingat  akan  nama  usaha kita   maka mereka akan kembali lagi.  Demang menganjurkan agar nama bisnis  dibuat unik  di telinga  pendengar karena disitulah letak promosinya.

Demang  mengatakan,  DIGE  dibuat  dengan  pendekatan kualitas.  Lebih bagus lagi kalau  produk yang dibuat  tidak hanya berkualitas bagus  tapi juga  cepat.  Kalau kualitas bagus dan puas maka pembeli akan  menjadi pelanggan.  Hal itu dibuktikan  dengan  loyalitas pelanggan   meski sudah bertahun-tahun tapi masih  menjadi  pemakai setia produk Disain Gendheng  hingga sekarang.

Demang  mengatakan  untuk memulai bisnis tak perlu terlalu banyak  pertimbangan. Lakukan saja. Demang memberi contoh salah seorang  temannya  seorang manajer  yang ingin membuka usaha namun tidak pernah terealisasi karena sang kawan hanya sibuk  berpikir  pertimbangan  bisnis tanpa pernah  melaksanakan bisnis. Sehingga sang kawan  tidak  juga menjalankan bisnisnya hingga saat ini. Jadinya berhenti  pada  niat saja.

Salah seorang peserta  bedah bisnis mengakui  sudah bekerja  selama 11 tahun. Ia bekerja di salah satu perusahaan di KIB.     Ia Ingin menjalankan  bisnis tapi takut karena  tidak punya  orang kepercayaan.  Namun  keinginan  membuka bisnis tetap kuat.  Alasan  membuka usaha  sederhana.  Di perusahaan  mengalami  stagnan alias jalan di tempat.  Di situlah masalahnya. Ingin  berhenti bekerja  tidak siap karena  masih menanggung ekonomi  keluarga.  Meneruskan pekerjaan juga   sudah jenuh apalagi  sudah bekerja  di atas 10  tahun.

Demang menanggapi   dengan sederhana. Membangun usaha tidak harus dengan usaha besar dulu. Bisa dilakukan  usaha yang  kecil-kecil sambil menjalankan  rutinitas  di perusahaan.  Usaha kecil-kecil  itu seperti bisnis  makanan.  Setelah usaha  sudah bagus  dan dirasa sudah siap untuk  melepaskan  status sebagai pekerja   baru  keluar dari pekerjaan.

Rojikin,  peserta  bedah bisnis  menceritakan pengalaman  usahanya. Dulu ia pernah membuka usaha  makanan  yakni martabak. Awalnya laris manis. Pembeli  ramai. Namun lama-kelamaan ditinggalkan pembeli dan  akhirnya bangkrut. Padahal  orang-orang yang  mengelolanya  adalah  masih orang kepercayaan  dari pihak keluarga.

Demang menanggapi dengan memberi contoh  pada usaha yang ia geluti.  Kunci  kenapa pelanggan  bertahan karena  barang yang dibuat   berkualitas. Bila pelanggan puas  dia akan tetap datang dan loyal.

Pada  bedah bisnis ini  Demang  juga menjelaskan  tentang  strategi  marketing,  pembukuan  hingga  aspek legalitas.  Usaha  desain  Gendheng  yang  dijalani oleh Demang  bernaung di bawah bendera  CV. DIGE.   Demang  atau Marsono   mampu membuktikan  bahwa dengan modal  Rp.300.000  saat merintis bisnis, kini  ia bisa  meraup  omset Rp 1.300.000.000 (Satu miliar tiga ratus juta )  setahun.   Salut. marumpa. Kaos promosi murah


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 10 Jurus Hadapi Serangga Tomcat + Resep Organik Pembasmi Tomcat
  2. Jonah Cardeli Falcon, Pemilik Penis Terpanjang 34 Cm
  3. Daftar Game Yang Berbahaya, Untuk Anak
  4. Inilah 27 Kosmetik Berbahaya, Yang Ditarik Dari Peredaran Oleh BPOM
  5. Naskah Asli Supersemar Beredar di Internet
  6. Google Rayakan Ulang Tahun Ke-10
  7. Temuan YLKI : Inilah Daftar Pembalut dan Pantyliner Mengandung Zat Berbahaya
  8. Mama Lauren: Bambang Tri Hanya Mainan Mayangsari
  9. 5 Merek Abon & Dendeng Mengandung Babi
  10. UNAND Temukan Teknologi Olah Minyak Jelantah