Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Apakah orang tua sebaiknya memberikan kartu kredit kepada anak. Kapankah waktu yang tepat memberikan anak Anda kartu kredit. Apakah sebelum atau sesudah usia 17 tahun?

Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan topik menarik bagi orang tua. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang pemberian kartu kredit pada anak yang berusia remaja.

“Memberikan kartu kredit kepada anak merupakan suatu pelatihan kepercayaan dan tanggungjawab yang luar biasa, baik bagi orangtua maupun bagi anak itu sendiri,” kata Maria Sukrisman, vice president, Card Marcom & Strategic Head, Citibank NA Indonesia dalam keterangan tertulisnya yang diterima VIVAnews di Jakarta.

“Penerbit kartu kredit di Indonesia pada umumnya mengizinkan pemberian suplemen bagi anak yang sudah memiliki tanda pengenal seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk), yaitu menginjak usia 17 tahun,” ujarnya.

Mayoritas orang tua setuju bahwa anak-anak harus belajar mandiri. Sejak dini mereka diajarkan menabung dan membuat anggaran serta, bila perlu, mampu memperoleh penghasilan sendiri.

Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam mengajarkan cara mengelola keuangan anak adalah dengan memberikan kartu kredit.

Keuntungan yang sangat besar dari kartu kredit adalah menghindari risiko membawa uang tunai terlalu banyak. Melalui kartu kredit, Anda juga dapat mengontrol pengeluaran dan kemampuan putra-putri Anda dalam mengelola kredit.

Anda dapat melihat transaksi yang mereka lakukan melalui tagihan bulanan, sehingga Anda juga dapat melihat kebiasaan anak. Melalui upaya itu, orang tua dapat mengetahui masalah apa yang mungkin timbul di masa mendatang.

Berdasarkan informasi itu, Anda dapat berdiskusi dengan anak tentang cara-cara yang benar dalam menggunakan kartu kredit, sebelum nanti mereka memilikinya sendiri ketika sudah mempunyai penghasilan.

Berikut tips-tips yang dapat berguna bagi Anda yang telah memilih memberikan kartu kredit kepada anak:

  1. Ajarkan anak menggunakan kartu kredit dengan bijak. Anda sebaiknya mengajari dan memberi contoh penggunaan kartu kredit dengan baik kepada anak. Jika Anda sendiri tidak memiliki kebiasaan baik, kemungkinan besar putra-putri Anda akan mengikuti kebiasaan tersebut. Selalu ingatkan bahwa kartu kredit merupakan sarana pembayaran non tunai, bukan fasilitas untuk berutang.
  2. Sampaikan bahwa kartu kredit adalah sebuah privilege. Saat pertama kali memiliki kartu kredit, sampaikan pada mereka bahwa kartu ini adalah hak istimewa yang Anda berikan kepadanya. Untuk itu, mereka harus sepenuhnya bertanggung jawab dalam menggunakannya. Sampaikan juga bahwa Anda akan senantiasa memonitor transaksi yang dilakukan anak.
  3. Kaji ulang dan diskusikan tagihan setiap bulan. Saat menerima tagihan bulanan kartu kredit, duduklah bersama dan kaji setiap pengeluaran yang dilakukan oleh anak Anda. Jika Anda merasa terdapat hal-hal yang tidak diperlukan atau tidak semestinya, langsung ajak bicara dan selesaikan hal tersebut bersama putra atau putri Anda. Melalui tagihan bulanan, Anda juga bisa mengajarkan anak mengenai bunga dan pentingnya melunasi tagihan tepat waktu.
  4. Miliki rencana pembayaran yang jelas. Satu hal yang penting didiskusikan dengan anak adalah bagaimana dia akan membayar tagihan tersebut. Jika mereka belum bekerja, Anda dapat memberlakukan potongan terhadap uang bulanannya. Ajarkan bahwa mereka hanya bisa melakukan pengeluaran sebesar jumlah uang yang mereka miliki. Jika tidak, mereka nantinya tidak mempunyai kemampuan mengelola kartu kredit dengan baik. Jika membelikan anak sesuatu dengan biaya besar, Anda boleh saja mengenakan bunga saat ia mengembalikan uang kepada Anda.
  5. Tentukan limit yang dapat digunakan anak. Orang tua sebaiknya membuat kesepakatan dengan anak mengenai batas penggunaan kartu kredit. Dengan adanya limit tersebut, kedua belah pihak harus konsisten dalam mematuhi kesepakatan yang telah dibuat. Pastikan Anda hanya memberikan satu kartu kredit kepada anak.
  6. Jika berencana menyekolahkan anak di luar negeri, jadikan kartu kredit sebagai fasilitas pembayaran yang memudahkan. Kartu kredit sudah sangat umum digunakan di luar negeri, sehingga untuk pembayaran uang kuliah, pembelian buku, sewa ruang asrama dan kebutuhan lainnya dapat dilakukan dengan kartu kredit. Bagi anak, dia akan merasa aman bahwa orang tua di Tanah Air akan memenuhi biaya pendidikan yang dibutuhkan. Sementara itu, bagi orang tua, walaupun anak jauh, tagihan kartu kredit dapat menjadi panutan kegiatan dan kebiasaan belanja putra-putrinya.

Jadi, kapankah saat yang tepat bagi orang tua memberikan fasilitas kartu kredit kepada putra-putrinya? Tidak ada batasan usia yang mutlak.

Orang tua harus dapat melihat kebutuhan dan pemahaman remaja atas kartu kredit. Jika memang anak sudah membutuhkan dan memahami fungsi kartu kredit dengan baik, Anda dapat memberikan fasilitas tersebut. (mt)

sumber: arinto.wibowo@vivanews.com, VIVAnews


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Marketiva & Metatrader Portable
  2. Fakta Penting tentang Bakrie & Brothers
  3. Twitter, Facebook Berpotensi Rugikan Ekonomi Negara
  4. Pilih Asuransi Yang Tepat
  5. Manajemen Resiko Pada Forex Trading
  6. Mengapa Bangsaku Miskin?
  7. 6 Cara Membangun Kekayaan, Pengelolaan Aset Yang Baik!
  8. Affiliate: Tweet Adder, Langsung Dapatkan 10 USD Saat Pendaftaran
  9. 5 Tips, Manfaatkan Facebook Fans Page Untuk Mendapatkan Pelanggan
  10. Inilah 4 Kasalahan Yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan ATM