Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Sektor properti seperti apartemen menjadi instrumen investasi yang menarik di tengah rendahnya tingkat pengembalian bunga deposito dan tabungan. Hal ini didukung permintaan yang tinggi sekaligus perkembangan gaya hidup.

Daya beli masyarakat membeli apartemen relatif stabil didukung gencarnya penawaran kredit. Selain pembeli akhir, pasar apartemen juga diramaikan para calon investor. Pasalnya, sebagai alat investasi, apartemen menjanjikan tingkat pengembalian yang cukup tinggi.

Lihat saja penawaran lonjakan penjualan Apartemen Belezza Permata Hijau pada Mei lalu, saat harga BBM dinaikan, yaitu dari Rp 50 miliar menjadi lebih dari Rp 116 miliar.

“Penjualan kami justru meningkat lebih dari 100% dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ini sesuatu yang mengejutkan kami,” papar Rudy Margono, Presdir PT Perdana Gapura Prima Tbk, di Jakarta, baru-baru ini.

Sektor properti menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati karena harga properti tidak pernah turun, bahkan cenderung terus meningkat. Sehingga, berinvestasi di properti tidak akan rugi. ”Saya melihat saat ini banyak yang memindahkan investasinya dari deposito ke properti. Ini karena investasi di properti lebih menjanjikan,” ujarnya.

Menurut riset PT Procon Indah, sejak 2004 hingga pertengahan 2007 suplai apartemen tumbuh sebesar 60,4%. Meskipun terlihat cukup agresif, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan permintaan yang tumbuh sebesar 67,8% pada periode yang sama.

Analis Danareksa Sekuritas, Lydia Suwandi mengungkapkan, imbal hasil (yield) per tahun yang ditawarkan melalui investasi properti cukup menjanjikan. Imbal hasil dari penyewaan apartemen masih mencapai 10,8-11,2%, sedangkan untuk pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis berkisar 8,2%-15,5 %.

Walaupun suku bunga acuan BI selama 2008 cenderung naik dan diperkirakan mencapai 9,5% pada akhir 2008, imbal hasil yang dapat diperoleh para investor di bisnis properti setiap tahunnya mencapai 8-15%. Imbal hasil ini belum ditambah prospek kenaikan harga jual masa datang yang kurang lebih sama dengan inflasi.

Sementara hasil survei konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle menyebutkan, ekspektasi imbal hasil para investor terhadap produk berbasis apartemen sewa nan mewah di Jakarta mencapai 10,8-11,2%. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan Singapura yang berkisar 2,7%.

Senior Manager PT Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus, pada laporan riset yang dipublikasikannya mengatakan, imbal hasil yang akan diperoleh investor tidak hanya dari produk properti sewa saja. Tapi juga berdasarkan keseluruhan proyek secara utuh bukan semata didasarkan pada keuntungan kepemilikan individual per unit.

Ia pun memprediksikan, beberapa tahun kedepan, investasi properti di Jakarta masih berada dalam teritori yang positif dikarenakan masih tingginya permintaan akan sektor properti.

Namun, naiknya harga beberapa komponen bahan baku penting seperti besi menjadi dua kali lipat sejak Juni 2007, sedangkan kenaikan harga semen 6-7 % sejak Januari 2008, akan memberatkan sektor ini.

Kenaikan harga bahan baku konstruksi memaksa para pengembang properti mengalihkan sebagian beban tambahan kepada konsumennya. Akibatnya, harga jual properti turut melambung.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), porsi kredit perbankan yang disalurkan untuk sektor properti naik menjadi 15% pada 2008 dengan nilai kredit properti Januari-April 2008 tumbuh 8% menjadi Rp 166 triliun.

Dari total kredit properti yang meningkat 33% (year on year) pada April 2008, kredit pemilikan rumah dan apartemen mencapai 63%. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan tahun lalu pada periode yang sama sebesar 20,7%.

Melihat iklim pertumbuhan kredit yang masih cukup bagus, baik kredit secara total maupun khusus terhadap sektor properti, menandakan bahwa minat perbankan maupun konsumen terhadap properti masih belum surut.

sumber: inilah.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Bisnis Tiket “Online”, Modalnya Hanya Rp 15 Juta, Buka Toko Online Hanya 29.900
  2. 10 Hal Pokok Dalam Memilih Program Affiliasi
  3. Inilah 5 Trik Mendidik Anak Bijaksana Soal Uang
  4. 4 Aturan Wajib Dipatuhi! Yang Ingin Berbisnis Cake dan Cookies
  5. Monetisasi Blog Anda: (2) Program Paid-to-Advertise
  6. Pergi Pagi Pulang Petang Pendapatan Pas-Pasan?
  7. Pengen ikutan cari duit di internet? Apa aja yang harus kamu tahu?
  8. Pejabat Microsoft-Yahoo Akhirnya Bertemu
  9. First Touch With Forex Trading
  10. Bisnis Online, Harus Jalin 2 Kerjasama : Bank dan Jasa Pengiriman