Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Dalam bisnis apapun kenaikan harga bahan baku bisa jadi salah satu momok yang paling ditakuti oleh para pengusaha, termasuk mereka yang bidang usahanya adalah jasa boga. Perlu diketahui, porsi pos biaya bahan baku atau yang sering disebut Cost of Goods Sold (COGS), merupakan salah satu komponen yang dominan mempengaruhi besar-kecilnya keuntungan usaha. Oleh karena itu, dengan semakin meningkatnya harga-harga bahan baku resto, kita juga harus pandai-pandai menyiasati agar dapat menetralisir dampaknya.

Cara paling umum yang biasanya ditempuh untuk meredam dampak kenaikan harga ini adalah dengan menaikkan harga jual. Walaupun besarannya sangat tergantung dari kebijakan internal, tetapi umumnya para pengelola resto berpatokan juga dari perkembangan harga jual pada resto sejenis.

Namun sebenarnya ada alternatif lain yang juga bisa dilakukan dan tanpa perlu menaikkan harga jual. Alternatif itu adalah dengan lebih memperketat COGS dengan meninjau ulang seluruh alur bahan baku, mulai dari supplier, proses penerimaan, penyimpanan, pengolahan, penanganan pelayanan maupun menganalisa dengan data penjualan.

Mencari supplier alternatif bisa dilakukan dengan mencari supplier yang bisa menawarkan harga lebih murah namun tentunya dengan tidak mengurangi kwalitas bahan. Hal lainnya adalah pengetatan penerimaan barang dengan melakukan sortir kualitas bahan dengan lebih baik.

Mengontrol penggunaan bahan baku sesuai dengan standar porsi hasil jadinya atau mendeteksi adanya kebocoran penjualan yang tidak masuk dalam mesin kasir juga wajib dilakukan. Dengan memastikan segalanya telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan, kita sebetulnya baru bisa menentukan perlu tidaknya menaikkan harga jual.

Dalam banyak kasus, mengurangi porsi produk adalah kebijakan yang sebisanya dihindari, walaupun pada kenyataanya hal ini ditempuh agar tidak “terlihat” menaikkan harga jual.

Faktor lain yang juga dapat dilakukan adalah meninjau ulang biaya-biaya operasional seperti pemakaian gas, air, listrik, telpon, dan lain sebagainya.
Menjaga dan merawat peralatan juga punya dampak yang nyata terhadap pemakaian gas dan listrik, sekaligus efisiensi pada fungsi dan daya kerja yang dihasilkan.

Jika produktifitas kerja karyawan selama ini dirasa sudah maksimal, tindakan mengurangi karyawan tentu akan berdampak pada hasil akhirnya. Melatih dan mengoreksi pelaksanaan kerja adalah hal yang harus selalu diterapkan untuk menjaga stabilitas tingkat produktifitas.

Inilah pentingnya keberadaan seseorang di lapangan yang benar-benar paham dan terlatih serta mampu menindaklanjuti setiap kasus day-to-day operation di dapur maupun dalam hal pelayanan secara baik dan benar. (BM1/03)

Salam,

M. Agung S.
ServeSmart Indonesia
temanmakan.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Peluang Bisnis Oriflame, Layak Untuk Anda Coba
  2. Belajar Forex Trading (Valas Trading) di Marketiva
  3. Safir Senduk : MLM Bisa Mengubah Sikap dan Kepribadian Seseorang Menjadi Lebih Baik
  4. Mau Cepat Kaya? Jalani 4 Profesi Berikut
  5. Inilah Yang Harus Anda Ketahui Tentang Produk dan Bisnis Oriflame
  6. ads.kombes.web.id? Cara Meraup Uang Dari Website / Blog Anda!
  7. Nikmatnya Punya Toko Online
  8. Inilah 6 Tips Hemat Belanja Untuk Lebaran
  9. Inilah 5 Rahasia Perempuan Berpendapatan Besar
  10. Cara Mengatur Keuangan di Masa Sulit