Pulpen - Pen Promosi Murah, Klik Disini!Pin Promosi Murah, Klik Disini!


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Obligasi Ritel Indonesia (ORI) akan kembali diterbitkan pemerintah pada awal September tepatnya 3 September. ORI akan mulai ditawarkan pada 19-29 Agustus 2008 oleh 18 agen penjual yang sudah ditunjuk.

Hal tersebut disampaikan Direktur Surat Berharga Negara Bhimantara Widyajala dalam jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/7/2008).

Setelah masa penawaran di Agustus berakhir, ORI akan masuk masa penjatahan pada 1 September 2008, kemudian diterbitkan pada 3 September dan akan tercatat di bursa keesokan harinya pada tanggal 4 September 2008.

Bhimantara meminta agen penjual untuk lebih menjangkau investor di daerah mengingat minat yang cukup besar.

“Kita akan sosialisasikan untuk masuk ke daerah tingkat dua, sehingga masyarakat lebih mengetahui mengenai ORI. Kita tahu ORI terakhir itu banyak masyarakat di daerah yang berminat tapi informasi yang mereka dapatkan kurang,” ujarnya.

Dalam rangka sosialisasi itu Depkeu akan menggelar pre-marketing ORI di 6 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Tiga kota diantaranya yakni Pekalongan, Tanjung Pinang dan Serang sudah dilaksanakan tinggal di Pematang Siantar pada 1 Agustus, Sekayu pada 6 Agustus, dan Jember 8 Agustus.

Masyarakat bisa memperoleh ORI di 18 agen penjual yakni : Bank Mandiri, Bank Danamon Indonesia, Bank BNI, Bank BCA, Citibank NA, Pan Indonesia Bank, Danareksa Sekuritas, Bank Lippo, Bank Permata, Trimegah Securities, Bank BII, Bank HSBC, Reliance Securities, Bank NISP, Bank BRI, Bank Niaga, Bank Bukopin, dan Bank Mega.

Kenapa ORI jadi Pilihan?

Investasi merupakan sebuah upaya menempatkan sejumlah dana pada instrumen tertentu agar dana tersebut aman dan jumlahnya terus bertambah. Dalam konteks ORI sebagai sebuah instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah (dijamin pemerintah) tentunya tingkat keamanan sangat tinggi. Boleh jadi investor di pasar perdana berebut untuk membeli instrumen yang zero risk tersebut. Apalagi ORI memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan deposito. Apabila bunga deposito dibayarkan tiap bulan, begitupun kupon ORI juga dibayarkan setiap bulannya. Yang lebih menarik lagi bunga deposito tiap bulan belum tentu sebesar kupon bunga yang ditawarkan ORI. Dengan instrumen investasi yang rendah risiko, permintaan di pasar perdana (ketika pertama kali ditawarkan) cukup tinggi. Bahkan sejumlah agen penjual terpaksa meminta tambahan kuota dari pemerintah tiap kali ada lelang surat utang negara dan ritel ini.

Pada ORI004 misalnya tawaran kupon bunganya sangat menarik, bayangkan tingkat kupon bunga yang ditawarkan adalah 9,5 persen atau berada 1 hingga 1,5 persen di atas BI Rate. Karenanya jangan heran kalau saat ini investor di pasar modal terus bertambah. Bahkan menurut Departemen Keuangan, pembeli ORI ini hampir dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Pembeli ORI 004 misalnya, terdiri dari 37.724 pemesan dari 31 provinsi minus Sulawesi Barat dan Irian Jaya Barat. Sehingga rata-rata agen penjual menjangkau sekitar 2.096 pemesan. Penjualan ORI 004 dibagi menjadi tiga wilayah yaitu pertama di Jakarta, kedua Indonesia Barat dan ketiga, Indonesia Tengah dan Timur. Pemesanan di DKI tumbuh sekira 46,62 persen bila dibandingkan dengan ORI 003, di Indonesia barat tumbuh 42,56 persen serta wilayah Tengah dan Timur tumbuh sebesar 30,87 persen.

Komposisi pemesan pada kisaran Rp5-100 juta yang paling banyak sebesar 54,59 persen dari total pemesan. Hasilnya kini struktur investor pasar modal makin variatif, tidak hanya mereka yang hanya mengerti tentang industri finansial saja, tapi seluruh lapisan masyarakat. Menurut Departemen Keuangan Komposisi pembeli ORI dari karyawan swasta 22,98 persen, ibu rumah tangga 22,68 persen, wiraswasta 22,5 persen, lain-lain 21,67 persen dan TNI-Polri 10,71 persen. Data tersebut memperlihatkan tingginya animo masyarakat terhadap jenis obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah itu. Tingginya animo ini tidak lain karena pertama investasi ORI memiliki return yang lebih tinggi setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Kupon bunga dalam tiga tahun terakhir ini ada pada kisaran 9,28 persen hingga 12,05 persen. Bunga kupon ORI002 tahun 2006 (9,28 persen ) dan ORI003 tahun 2007 (9,4 persen) lebih rendah dari ORI001 tahun 2005 yang sebesar 12,05 persen. Di samping itu jatuh tempo ORI (maturity date) yang relatif pendek dibanding obligasi konvensional. Ibaratnya investasi ORI kini sudah menjadi pengganti deposito bagi masyarakat. Tidak itu saja, selain tingkat kupon yang menarik, pembayaran kupon secara bulanan sehingga ORI bagi investor dianggap sebagai pengganti deposito.

sumber : detikfinance.com – economy.okezone.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. 10 Tips Memulai Bisnis yang Sukses
  2. Buka Toko Online Apa Yang Akan Saya Jual?
  3. Pendaftaran Anggota / Member Baru Tupperware Dan Belanja Di Agen / Distributor Tupperware
  4. Peluang Bisnis Salon Khusus Wanita, Berikut Analisanya
  5. Cara Memulai, Mendaftar Dan Informasi Bisnis Oriflame
  6. 7 Hal yang Layak Anda Bayar Mahal
  7. Oriflame : Hanya Di Bulan Juli 2010, Dapatkan Banyak Keuntungan
  8. Kerja dari Rumah, Enak nggak sih?
  9. Inilah Yang Harus Anda Ketahui Tentang Produk dan Bisnis Oriflame
  10. Tips penting sebelum memulai Investasi di bidang keuangan