Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

OPERASI kecantikan (cosmetic surgery) mempunyai banyak risiko, dari prosedur operasi hingga efek emosional dan psikologis. Memilih operasi kecantikan seperti pembesaran payudara dan angkat wajah (face lift) sangat memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri seseorang.

Risiko oeprasi kecantikan beragam dari satu orang ke orang lainnya, bergantung kepada aspek dan sejarah kesehatan pasien. Sebagai contoh, pasien yang menderita penyakit tertentu seperti diabetes atau perokok berat cenderung lebih berisiko jika melakukan operasi kecantikan.

Berikut beberapa risiko yang bisa dipicu oleh operasi kecantikan:

Bekas luka. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk meminimalkan parut atau bekas luka ini, masalah yang satu ini masih tetap ada.

Status kesehatan. Jika dalam kondisi kurang sehat, risiko yang Anda hadapi selama operasi semakin besar. Jika mempunyai sejarah penyakit jantung atau kelebihan berat badan, Anda berisiko lebih besar mengalami komplikasi dari anestesi umum. Komplikasi tersebut bisa dalam bentuk stroke akibat peningkatan tekanan darah atau ritme jantung yang tidak normal. Akan tetapi, kasus seperti ini jarang terjadi.

Infeksi. Risiko infeksi setelah operasi kecantikan kurang dari satu persen dan antibiotik bisa mengurangi risiko ini secara dramatis. Akan tetapi, infeksi yang terjadi bisa serius. Orang-orang yang merokok, menggunakan steroid atau mempunyai gangguan vaskular berisiko lebih besar. Semakin lama operasi berlangsung dan semakin banyak darah yang hilang, risiko infeksi Anda juga semakin besar.

Perdarahan berlebih atau perdarahan yang tidak diharapkan. Perdarahan umum terjadi selama beberapa jam setelah operasi dan kadang-kadang bisa menyebabkan komplikasi. Darah yang mengental dan menumpuk di bawah kulit bisa menyebabkan kondisi yang dikenal dengan hematoma.

Kondisi in ditandai dengan perubahan warna kulit luar menjadi kebiruan atau keunguan. Selain itu, teksturnya juga terasa agak keras. Area tersebut biasanya terasa sakit. Tapi, rasa sakitnya akan berkurang secara bertahap begitu mekanisme antipengentalan tubuh mulai menyerap darah yang terakumulasi di area tersebut.

Akan tetapi, jika kondisi tetap dan hematoma terus bertambah, maka akan menekan jaringan di sekelilingnya dan mengganggu aliran oksigen melalui darah di area tersebut. Hal ini bisa memicu kesemutan, pembengkakan, peradangan dan kematian kulit. Kondisi ini perlu segera ditangani untuk mencegah risiko selanjutnya.

Necrosis. Necrosis merupakan kematian jaringan akibat kurangnya suplai oksigen ke area yang dioperasi. Risiko ini sangat jarang pada operasi kecantikan normal. Tapi dalam proses operasi plastik seperti face lift, pengecilan payudara, dan tummy tuck, ada kemungkinan terjadi necrosis. Kondisi ini meningkat dengan peradangan tiba-tiba. Perokok, khususnya, sangat rentan mengalami ini karena pembuluh darah menyempit dan suplai oksigen berkurang. Pada tahap awal, kondisi ini biasanya ditangani dengan hyperbaric oxygen therapy (terapi oskigen tekanan tinggi).

Risiko anestesi. Risiko anestesi (termasuk shock, gangguan pernafasan, reaksi obat-obatan atau reaksi alergi, koma, dan kematian) sangat jarang terjadi, tapi masih ada kemungkinan. Risko bergantung pada kondisi kesehatan dan tingkat keseriusan operasi.

sumber; Ikarowina Tarigan, mediaindonesia.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. 5 Makanan Terbaik Untuk Kulit Anda
  2. Lipstik Untuk Bibir Warna Gelap
  3. Cantik dan Sehat Berkerudung
  4. Beda Usia Beda Perawatan, Inilah Perwatan Kulit Berbagai Usia
  5. Putih Bersih Berkat Buah dan Sayur
  6. Singkirkan Kosmetik Lama
  7. Wajah Kencang dengan Senam
  8. Langkah Tepat Samarkan Noda
  9. Cara Aman Mewarnai Rambut
  10. Kulit Kering Dan Komedo? No Way…