Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Mewarnai rambut bisa dilakukan untuk menyamarkan uban. Namun, benarkah pewarna rambut bisa menyebabkan kanker?

Sesungguhnya, para peneliti sendiri masih belum sepakat mengenai hal ini. Beberapa zat kimiawi yang terdapat dalam pewarna rambut diduga memang bisa terserap melalui kulit kepala. Daerah ini memiliki begitu banyak pembuluh darah, yang nantinya akan mengalirkan zat kimiawi ini ke bagian tubuh lainnya. Ada baiknya memang Anda mewaspadai bahaya ini. Apalagi jika termasuk orang yang sering mewarnai rambut untuk mengubah penampilan.

Agar tetap aman, ada baiknya Anda menghindari pewarna rambut yang sifatnya semipermanen dan permanen. Menurut laporan terakhir, pewarna rambut jenis ini ternyata berpotensi menimbulkan kanker apabila terlalu sering digunakan. Bahkan, ada penelitian yang memperlihatkan bahwa para penata rambut yang sering menggunakan dua jenis pewarna ini pada pelanggannya kemungkinan akan membuat sang pelanggan terkena kanker kandung kemih. Kabar baiknya: sampai sekarang belum ada bukti yang konsisten bahwa penggunaan pewarna rambut rumahan bisa meningkatkan risiko kanker. Tinjauan atas berbagai jenis studi yang dimuat dalam jurnal Cancer Causes & Control sendiri menyimpulkan tidak adanya hubungan langsung antara penggunaan pewarna rambut secara individual dengan kanker kandung kemih.

Apa pun risikonya, yang jelas ancaman penyakit akibat pemakaian pewarna rambut masih bisa dibilang kecil. Meski demikian, Anda bisa menggunakan pewarna rambut yang sifatnya alami. Pewarna seperti itu bahannya berasal dari tanaman, seperti pewarna henna.

sumber: kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Singkirkan Bekas Luka Bakar
  2. Mata Terlihat Lebih Indah
  3. Strategi Baru Awet Muda
  4. Pijatan Ringan untuk Cantik
  5. Lebih Muda dengan Rias Wajah
  6. Cantik dengan Scotch Tape
  7. Tampil Wangi Seharian
  8. Rawat Wajah ala Spa di Rumah
  9. Gaya Make Up Cermin Kepribadian Anda
  10. Perawatan Tepat Kulit Sensitif