Pulpen Promosi


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Banyak orang bertanya, apa yang biasanya ditanyakan dalam sebuah wawancara kerja? Hal ini bisa dijawab dengan berbagai pendapat dan argumentasi. Kebanyakan pertanyaan wawancara akan sangat bergantung pada perusahaan yang bersangkutan, dan tentunya juga pada natur dari pekerjaan itu. Meskipun demikian, ada beberapa pertanyaan-pertanyaan umum yang sifatnya ringan sampai yang cukup berat, seperti menanyakan minat, pengalaman berorganisasi atau kerja, dan sebagainya.

Beberapa perusahaan ataupun pekerjaan, membutuhkan pekerjanya untuk mampu berpikir kreatif. Berpikir kreatif berarti sebuah proses berpikir yang melibatkan pembentukan ide dan konsep baru. Hal ini juga bisa diperluas sebagai proses menghubungkan ide dan konsep yang sudah ada untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Kreatif
Untuk mengetahui seberapa kreatif para calon pekerja, tentunya akan disajikan beberapa pertanyaan kreatif pula. Hal ini sebenarnya tidak hanya untuk mengetahui kreativitas saja, tetapi juga bisa memprediksi problem-solving skill, dan reaksi calon pekerja jika dihadapkan pada sebuah tekanan.

Contoh perusahaan yang cukup banyak menggunakan pertanyaan yang memacu kreativitas biasanya adalah perusahaan yang bekerja di bidang teknologi informasi seperti Microsoft, Google, AT&T (AT&T American Telephone and Telegraph), NTT (Nippon Telephone and Telegraph), atau mungkin beberapa perusahaan yang condong bergerak di bidang lain, seperti Wall Street Firms. Salah satu sahabat saya bahkan menceritakan pengalamannya ketika diberi pertanyaan teka-teki ketika ia menghadiri wawancara magang dengan Broadcom Singapore.

Pada dasarnya, pertanyaan kreatif dalam wawancara bisa dibagi menjadi tiga bagian. Ketiga bagian tersebut adalah pertanyaan teka-teki (puzzle questions), pertanyaan lateral (lateral questions), dan pertanyaan mustahil untuk dijawab (impossible questions).

Pertama, pertanyaan teka-teki pada dasarnya adalah pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban pasti. Contohnya seperti ini,

Seandainya Anda mengadakan sebuah turnamen bulutangkis dengan jumlah peserta 127 pemain. Pada babak pertama,126 pemain akan bertanding dalam 63 pertandingan, dan satu pemain sebagai bye. Selanjutnya pada babak kedua, ada 64 pemain dalam 32 pertandingan. Berapa kalikah pertandingan yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu pemenang?

Ketika dihadapkan dengan pertanyaan semacam ini, kemungkinan besar kita akan berpikir dengan menjumlahkan 63, 32, 16, 8, 4, 2, dan 1 sehingga kita bisa menjawab 126 pertandingan. Tapi kasusnya akan lain jika kita dihadapkan pada hal serupa, dengan jumlah yang cukup besar, seperti 999 pemain misalnya. Kita akan cukup kesusahan.

Kiat Kreatif
Mari kita berpikir kreatif! Sebenarnya, secara sederhana, dengan sistem yang sama kita membutuhkan satu pertandingan untuk menghilangkan satu pemain. Jika kita punya 127 pemain, maka kita perlu 126 pertandingan. Kita bisa menjawab dengan cepat, tepat, dan memberikan impresi kepada pewawancara.

Kedua, pertanyaan lateral, adalah pertanyaan yang meminta seseorang untuk berganti konsep dan persepsi. Hal ini akan memacu seseorang untuk keluar dari pemikiran yang bisa diprediksi, dan menemukan ide-ide tak terduga. Sebagai contoh,

Kakak saya membeli seekor burung beo. Dikatakan oleh penjualnya, bahwa burung beo tersebut akan menirukan ucapan apapun yang didengar. Namun, setelah kakak saya merawat burung itu selama seminggu, burung beo tersebut tidak mengoceh sekalipun. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kita bisa menjelaskan bahwa masalah burung beo tersebut bukan terletak pada tidak kekurangannya menirukan apapun yang didengar, tapi masalah sebenarnya adalah burung beo tersebut tuli.

Ketiga, pertanyaan yang imposibel. Pertanyaan seperti ini sebenarnya mempunyai banyak jawaban dan penyelesaian, tapi tidak satupun mempunyai jawaban pasti ketika pertanyaan itu ditanyakan. Beberapa contohnya seperti ini,

Apa dan bagaimana yang Anda lakukan, ketika Anda bangun tidur, di kamar Anda ada seekor singa yang siap menerkam Anda?

Pertanyaan tersebut terasa sangat tidak masuk akal. Tapi tentu saja kita tidak akan menjawab bahwa yang sedang ditanyakan itu tidak masuk akal. Kita bisa mencari penyelesaian dengan bertanya kembali kepada pewawancara, apakah Kita punya senjata, seperti pistol, pedang, dsb, sehingga bisa membantu kita dalam membela diri menghadapi singa tersebut. Atau tanyakan apakah sebenarnya singa dan Anda dibatasi jeruji meskipun dalam kamar yang sama.

Seorang sahabat saya yang lain menceritakan kisahnya dalam wawancara pekerjaan yang ia hadiri pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang finansial. Pewawancara menanyakan berapa jumlah pom bensin di Singapura. Jelas pewawancara tidak ingin mendapatkan jawaban pasti, tapi lebih ke arah bagaimana teman saya menjawab.

Perlu diingat, bahwa kriteria penerimaan pekerja tidak mengacu pada hal-hal semacam ini semata. Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dalam penerimaan pekerja. Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika kita memperhatikan setiap bagian dari wawancara sebagai bagian yang penting, tidak menganggap remeh.

Jika Anda adalah calon pekerja, ada baiknya jika Anda mulai berlatih pertanyaan semacam ini mulai dari sekarang. Namun, jika Anda ingin merekrut pekerja, ada baiknya juga jika Anda mulai menggunakan pertanyaan semacam ini. Banyak resources yang tersedia untuk belajar hal ini, mulai dari buku, web, dan mungkin dari pengalaman teman di sekitar Anda, bahkan pengalaman Anda sendiri.

NetSains

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading.

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Maksimalkan Sisa Waktu Anda
  2. Inilah 10 Kesalahan Fatal Melamar Pekerjaan
  3. Jangan Katakan 4 Kalimat Ini Di Depan Bos Anda
  4. 5 Hal, Yang Membuat Pembicaraan Anda Tidak Didengarkan
  5. Mempersiapkan Pensiun Dini
  6. Resign? Ciptakan Kesan yang Baik
  7. Tingkatkan Daya Jual Anda
  8. Tips Membuat CV Online
  9. Inilah 10 Pekerjaan Terburuk untuk Paru-paru Anda
  10. Atasi Gugup Jelang Presentasi