Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Mendapat penawaran kerja baru, dengan posisi tinggi serta gaji yang menggiurkan. Ah… siapa yang bisa menolaknya? Terlebih jika kita sudah mengetahui track record perusahaan tersebut sangat baik. Pindah kerja aaah…. Tapi, bagaimana cara mengajukan pengunduran diri yang baik ya?

Pertanyaan tersebut tentu kerap menggelayut di benak siapapun yang ingin mengajukan pengunduran diri. Membiarkan penawaran kerja yang jauh lebih baik terlewat begitu saja, sayang sekali. Begitu juga kalau, pada saat itu kita memang dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan kita keluar. Ah, jadi serba salah.

Mau cabut begitu saja tanpa permisi, jelas juga bukan hal yang bijak. Apalagi jika mengingat awal pertama kali masuk, kita datang dengan kesan yang baik. Masa, Anda rela kesan itu berubah menjadi sesuatu yang buruk? Kalau saya sih jelas tidak mau.

Jadi, baiknya bagaimana jika ingin mengajukan resign?

1. Jangan Dadakan
Mengajukan surat pengunduran diri tidak boleh secara mendadak. Sebaiknya, ajukan sebulan sebelumnya. Yah, jika memang keadaannya mendesak, 2 minggu masih menjadi batas toleransi. Mengapa? Hal ini berguna agar perusahaan dapat mencari pengganti. Alangkah baiknya sebelum hengkang, Anda sudah mendelegasikan pekerjaan Anda kepada sang pengganti. Rasanya tidak adil bagi perusahaan jika membiarkan tugas yang semestinya menjadi tanggung jawab Anda terbengkalai begitu saja.

2. Hadapi Langsung Si Boss
Selain membuat surat resmi diatas kertas, Anda pun harus menghadap si bos secara langsung. Jangan pernah berpikir untuk mengajukan pengunduran diri hanya lewat email atau memo. Anda harus menghadapnya secara langsung dengan mengutarakan maksud dan tujuannya.

3. Menanggapi counter-offer
Jika Anda termasuk karyawan yang baik, dan mempunyai dedikasi tinggi, bukan tidak mungkin si boss akan mengajukan counter offer. Yup, penawaran alternatif-alternatif untuk membuat Anda membatalkan resign memang kerap membuat dilemma. Jadi pindah atau tetap stay, ya? Maklum, penawaran si boss termasuk menggiurkan, tidak kalah dengan apa yang akan Anda dapatkan ditempat baru. Yah, kalau sudah begini semua kembali ke tangan Anda. Yang penting dan perlu diingat adalah soal etiket dan komitment dengan perusahaan baru yang telah menanti Anda.

4. Tidak Perlu Berbohong
Saat resign banyak orang yang tidak jujur mengutarakan alasan yang menyebabkan melakukan pengunduran diri. Padahal untuk apa menyusun rencana yang terkadang tidak masuk akal. Siapa tahu perusahaan lama akan menjalin hubungan kerja sama dengan perusaan baru. Dengan demikian, kerja sama tentu akan terjalin dengan baik.

5. Farewell Party
Kedekatan dengan rekan kerja dan si bos tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebelum berpisah, tidak ada salahnya jika Anda mengadakan pesta kecil-kecilan. Yah, anggap saja ucapan terima kasih karena Anda telah diberi kesempatan bekerja sama di perusahaan tersebut. Acaranya pun tidak usah mewah. Membawakan soft drink, dan makanan seperti donat dan pizza bisa menjadi sebuah pilihan. Cara ini juga berguna untuk memberikan kesan baik dan mendalam bagi seluruh rekan kerja dan si boss.

sumber ; www.hanyawanita.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kaum Ibu, Ternyata Adalah Karyawan Terbaik
  2. 10 Tanda, Anda Harus Mencari Pekerjaan Baru
  3. Tips Agar Tidak di PHK
  4. Tips menjawab 18 pertanyaan tersulit wawancara pekerjaan.
  5. Trik Menghadapi Rekan Kerja Culas
  6. Kerja dari Rumah, Enak nggak sih?
  7. Inilah 10 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Gaji Tertinggi di Dunia
  8. 4 Tips Sukses Interview
  9. Maksimalkan Sisa Waktu Anda
  10. Tips Membuat Resume