Pulpen - Pen Promosi Murah, Klik Disini!Pin Promosi Murah, Klik Disini!


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan dirasakan semakin minim inovasi dan kreativitas. Metode wawancara di dalam ruangan, dengan mendudukkan kandidat dan menyodorinya sejumlah pertanyaan masih menjadi andalan. Padahal, di pasar tenaga kerja sekarang ini, kandidat telah berubah dibandingkan era sebelumnya.

Demikian diungkapkan oleh pakar marketing Kanada Seth Godin, yang juga penulis buku laris Meatball Sundae: Is Your Marketing Out of Sync? Menurut dia, para pencari kerja zaman sekarang menginginkan proses yang keluar dari pakem selama ini ketika mereka melamar pekerjaan.

Oleh karenanya, dalam hemat Seth, tidak diragukan lagi perlunya proses rekrutmen yang unik. “Jika Anda menggunakan proses wawancara yang standar, orang yang Anda hire secara otomatis akan terdefinisikan bagus dalam kriteria yang standar pula,” kata dia.

Dengan kata lain Seth mengingatkan, orang yang berhasil membuktikan diri bagus dalam wawancara, belum tentu bagus juga dalam menjalankan pekerjaannya kelak. Keterampilan menjawab pertanyaan sering tidak berkaitan dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan.

“Sejumlah organisasi pengusaha muda mulai memperkenalkan teknik-teknik yang lebih canggih,” ujar Presiden B.C. Human Resources Management Association Drew Railton yang juga partner pada Caldwell Partners International, perusahaan executive search terbesar di Kanada.

“Mereka mengumpulkan lima atau enam kandidat sekaligus dalam satu ruangan dan mewawancarai mereka bersama-sama untuk melihat siapa yang terbaik,” ungkap dia.

Direktur Perekrutan pada Robert Half Finance & Accounting Jean-Philippe Gauthier menegaskan, kelangkaan talent memaksa perusahaan untuk mengembangkan praktik-praktik hiring mereka.

“Salah satu yang mulai banyak dilakukan adalah speed interviewing,” kata dia seraya menambahkan, proses yang bertele-tele akan membuat kandidat keburu di-hire perusahaan lain.

Menurut Gauthier, selain sudah terlalu standar, wawancara panjang juga memiliki banyak kelemahan. Dia mengutip kesimpulan berbagai hasil studi yang memperlihatkan bahwa para pewawancara sebenarnya sudah memiliki keputusan atas kandidat pada 12 menit pertama diskusi berlangsung. Lebih dari itu hanya buang-buang waktu.

Tidak hanya itu. “Kami juga menemukan, 78% sebenarnya menilai kandidat dengan cepat dalam wawancara,” ujar Geoffrey Smith, Asisten Rektor University of Guelph, sebuah sekolah manajemen dan ekonomi. Bersama timnya, dia melakukan studi tentang praktik wawancara kerja di Kanada.

Smith mengatakan, 75% pewawancara menambahkan pertanyaan baru pada sejumlah kandidat yang berbeda. Artinya, tidak semua kandidat dinilai berdasarkan informasi yang sama. “Dengan kata lain, Anda tidak bisa lagi mengandalkan wawancara tradisional, kecuali Anda kembangkan strukturnya,” simpul dia.

portalhr.com

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading.

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Anda Termasuk Tipe Mana? Enam Belas Tipe Manajer
  2. Pilih Karier Atau Wirausaha? Mending Dua-Duanya!
  3. 10 Profesi Idaman Kaum Perempuan
  4. Resign? Ciptakan Kesan yang Baik
  5. Menghadapi Bos Temperamental
  6. Curi Waktu di Tengah Kesibukan Ngantor
  7. Ingin Naik Gaji? Pelajari Caranya!
  8. Tips Cara Cepat Mendapatkan Pekerjaan
  9. Lowongan Sebagai Agen Asuransi Prudential
  10. Tips Membuat CV Online