Pulpen Promosi


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Anda mungkin sering mendengar, karyawan potensial dan berprestasi yang berperilaku kutu loncat karena dengan mudahnya berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain yang menarik minatnya? Ternyata ini fenomena lumrah dunia kerja di belahan Asia Pasifik, tak terkecuali di Indonesia.

Watson Wyatt, sebuah konsultan sumber daya manusia dalam hasil survey Global Strategic Rewards 2007/2008 menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapai masalah dalam mempertahankan karyawan berprestasi tinggi. Bahkan masalah ini lebih tinggi dibanding kebanyakan negara Asia Pasifik lainnya yang ikut dalam survey.

Masalah yang sama dalam tingkat yang lebih rendah juga dihadapi perusahaan-perusahaan Indonesia dalam mempertahankan karyawan dengan keahlian khusus dan karyawan berpotensi tinggi.

“Kehilangan karyawan berprestasi tinggi dan karyawan dengan keahlian khusus menjadi masalah yang perlu diwaspadai oleh industri di Indonesia,”

Managing Consultant Watson Wyatt Lilis Halim mengingatkan.

Lilis mencontohkan di sektor migas, dimana sudah terjadi indikasi aliran positif dari Indonesia ke luar negeri, misalnya ke Arab Saudi, Malaysia bahkan Eropa karena tawaran paket renumerasi yang lebih menarik.

“Sementara di Indonesia paket renumerasinya masih dikaitkan dengan keadaan rata-rata domestik,”
imbuh Lilis dalam paparannya kepada media belum lama ini.

Contoh lain adalah yang terjadi di sektor perbankan khususnya untuk tenaga dengan keahlian khusus. Hasil Survey Watson pada 2007 menunjukkan tingkat turnover untuk posisi penting, yaitu level manajerial dan di atasnya di industri perbankan mencapai 6,3%-7,5%, padahal pada industri umumnya hanya 0,1%-0,74%. Bayangkan, njomplang sekali bukan?

Di Indonesia, lanjut Lilis, terdapat pemahaman yang berbeda antara persepsi perusahaan dan persepsi karyawan terhadap alasan seorang karyawan untuk bekerja. Perusahaan menganggap reputasi perusahaan merupakan hal paling penting, sdangkan karyawan menganggap alasan terpenting adalah sifat pekerjaan itu sendiri. Dua hal lain yang juga dianggap penting oleh karyawan untuk bergabung di sebuah perusahaan adalah besaran gaji pokok dan kesempatan pengembangan karir. Ironisnya, dua hal ini dianggap paling tidak memuaskan oleh karyawan di Tanah Air.

Hal lain yang menarik ditemukan dalam survey di Indonesia bahwa secara keseluruhan anggaran kenaikan gaji yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia dua kali lipat perusahaan di Asia Pasifik, yaitu sebesar 10%, atau lebih besar dibanding negara-negara lain di Asia Pasifik yang hanya sekira 5%.
“Sayangnya, kondisi tersebut tidak cukup berarti untuk para karyawan,” ujar Lilis. dari survey terungkap hanya 34% karyawan yang mengatakan bahwa karyawan berprestasi tinggi mendapatkan kenaikan gaji yang sedikit lebih besar, sedangkan 31% karyawan lain justru mengatakan tidak ada perbedaan kenaikan gaji karyawan berprestasi tinggi dengan karyawan lain.

Berdasarkan temuan hasil survey, Watson Wyatt memberi sejumlah rekomendasi kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia, yaitu agar reward yang ditawarkan kepada karyawan yang berprestasi tinggi dan karyawan dengan keahlian khusus selalu diupayakan agar kompetitif terhadap apa yang ditawarkan pasar.

“Gaji hanyalah satu komponen dalam paket renumerasi. Untuk merekrut dan mempertahankan karyawan berprestasi tinggi, perusahaan harus mengembangkan suatu sistem renumerasi yang holistik untuk mengelola kompensasi, manfaat, keseimbangan kerja dan program pengembangan karir,” jelas Lilis.

Menariknya, keseimbangan kerja (work/life balance) ternyata menjadi salah satu pertimbangan karyawan untuk memutuskan bergabung atau meninggalkan perusahaan. Keseimbangan kerja ini variatif, misalnya kesempatan untuk mengerjakan tugas di rumah untuk ibu rumah tangga, adanya day care untuk anak-anak, fasilitas olahraga, dapur yang memadai hingga ruangan khusus untuk merokok bagi para pria.

Lilis menyarankan agar secara berkala perusahaan mengomunikasikan secara berkala paket renumerasi kepada para karyawan di seluruh perusahaan untuk menciptakan kesamaan pemahaman antara ekspektasi karyawan dan renumerasi yang diberikan perusahaan.

“Komunikasi yang baik dari perusahaan kepada karyawan mengenai paket renumerasi akan berdampak positif untuk keterikatan karyawan atau keinginan mereka untuk bertahan dalam satu perusahaan,” tandas Lilis.

Survey Global Strategic Rewards merupakan satu dari tiga survey makro yang dilakukan Watson Wyatt. Survey ini memuat pandangan 947 perusahaan di 22 negara dari berbagais ektor industri dan mencakup pendapat lebih dari 13.000 karyawan di berbagai tingkat jabatan. Survey Watson Wyatt di Indonesia melibatkan perusahaan terbuka (67%) dan tertutup (33%). Industri mencakup keuangan dan asuransi (47%) dan 53% lainnya tersebar untuk industri manufaktur, migas, real estate, telekomunikasi, transportasi dan perumahan, konsumen, dll.

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading.

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Curi Waktu di Tengah Kesibukan Ngantor
  2. Awas! Jangan Katakan Hal Ini Kepada Atasan Anda
  3. Bila Teman Tanya ‘Salary’
  4. Karir Finansial Jalur Terbaik ke Kursi CEO
  5. Inilah 10 Kesalahan Fatal Melamar Pekerjaan
  6. Mau Kerja Di Luar Negeri? Dapatkan Informasi Lowongannya Disini!
  7. Info Lowongan Pekerjaan Part Time / Paruh Waktu
  8. Inilah 10 Pekerjaan Terburuk untuk Paru-paru Anda
  9. Motivasi Tingkatkan Semangat Kerja
  10. Inilah 7 Alasan, Sering Lembur Akan Merusak Kesehatan Anda