Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Biasanya, rumput jadi pilihan pertama para pemilik rumah untuk menutup halamannya. Padahal, selain rumput, masih banyak jenis tanaman lain yang tergolong tanaman penutup tanah. Oya? Kita simak apa saja tanaman itu.

Biasanya, rumput jadi pilihan pertama para pemilik rumah untuk menutup halamannya. Padahal, selain rumput, masih banyak jenis tanaman lain yang tergolong tanaman penutup tanah. Apa sajakah?

Tanaman-tanaman ini kerap disebut tanaman penutup (groundcover). Fungsinya jelas, untuk menutupi tanah. Jenis tanamannya bisa berumpun, atau berbunga. “Biasanya tingginya tak lebih dari 10 centimeter dan tidak bisa tumbuh tinggi,” jelas Taufik, pemilik Sketsa Alam di Pusat Bursa Tanaman BSD. Taufik yang juga ahli lansekap ini menambahkan, tanaman penutup tanah biasa disebut jenis semak. “Yang paling gampang dicari, ya, rumput. Hanya saja, sekarang ini banyak orang beralih ke tanaman kucai mini karena lebih gampang dirawat.”

Berikut beberapa tanaman penutup tanah yang gampang perawatannya:

1.Kucai mini (Carex morrowii)
Media tanam yang diperlukan adalah campuran pasir, kompos, dan pupuk kandang. Menanamnya harus rapat. Kalau jarang-jarang akan ada ruangan kosong berisi tanah. Lama-lama tanahnya bisa ‘longsor’. Tanaman ini termasuk yang kuat panas. Tapi di tempat teduh atau setengah panas juga tidak apa-apa. Penyiraman dilakukan pagi dan sore
Satu meter persegi tanah dibutuhkan kurang lebih 250 titik kucai. Biasanya, harga per titiknya adalah Rp 800 – 1.000. Menaman pun harus dalam jumlah banyak beda dengan rumput yang cepat menjalar.
Tanaman kucai tak boleh dipangkas karena tumbuhnya sudah maksimal setinggi 10 centimeter. Kalau pun dipotong biasanya akan butuh waktu sekitar 3-4 bulan untuk tumbuh lagi.

2. Kacang-kacangan (landep)
Landep tak suka tempat teduh, sehingga harus kena panas langsung. Seperti kucai, lebih baik disiram pagi dan sore hari. Berbeda dengan landep,tanaman ini tak bisa dipangkas atau dibentuk. Bunganya berwarna kuning.

3. Sutra bombay (Portulaca grandiflora)
Harus dipangkas untuk menumbuhkan pucuk baru, dan tak suka terkena panas. Perbanyakannya melalui stek batang. Untuk warna putih dan ungu biasanya hanya kuat untuk dataran tinggi.

4. Taiwan beauty
Tahan di tempat panas, harus dipangkas, perbanyakan dengan stek batang. Bunga berwarna ungu, putih dan daun hijau. Ada juga yang bunga warna ungu dengan daun berwarna kuning.

5. Ruwelia
Perbanyakan dengan stek batang, tahan panas. Siram pagi dan sore, dengan media tanam berupa kompos. Jangan dilakukan pemangkasan karena tanaman ini berupa daun. Jika dipangkas malah jelek, jadi tak kelihatan bentuknya.

6. Lantana camara
Ada 3 jenis, yaitu lamtana camara, candi, dan tegak. Yang jenis camara, warna bunga berwarna ungu dan putih. Harus dipangkas, suka panas, perbanyakan melalui stek batang.

7. Krokot
Perbanyakan dengan stek, tahan panas, mesti dipangkas. Tak ada bunga dan bisa dibentuk. Media tanamnya kompos. Jangan diberi pupuk kandang karena terlalu panas.

8. Lili alang-alang putih
Tahan panas atau setengah teduh. Tidak boleh dipangkas karena akan jelek dan tidak bagus. Banyak yang melakukan pemangkasan karena tidak tahu dan biar terlihat rapi. Padahal bagus tampil natural seperti untuk rumah-rumah orang Bali.

9. Pangkas kuning
Seperti krokot dan boleh dilakukan pemangkasan.

10. Baby blue eyes
Lakukan pemangkasan, tanam di tempat panas, pasti akan berbunga banyak.

11. Bawang-bawangan
Tidak dipangkas dan tahan panas.

12. Pakis kelabang
Tempat panas atau setengah teduh. Media tanamnya kompos dan tanah merah.

13. Lili paris putih dan Lili paris teduh
Bedanya yang putih tidak berumbi dan harus di tempat panas. Sedangkan yang teduh berumbi dan harus di tempat teduh.

14. Anggrek tanah
Di tempat panas dan setengah teduh. Tapi tidak boleh dipangkas karena berbentuk daun meski ada bunganya berwarna ungu. Sangat indah apalagi jika sudah berbunga.

Perhatikan Suhu!

  1. Suhu yang tepat jadi kunci bagus tidaknya pertumbuhan tanaman penutup tanah . Cari tahu, apakah tanaman yang akan ditanam tahan panas, suka teduh, atau setengah teduh.
  2. Struktur tanah juga harus diperhatikan. Kalau kondisi tanah jelek, tanaman tidak akan tumbuh dengan baik.
  3. Yang tak kalah penting adalah media tanam yang dibutuhkan. Harus tahu betul campuran yang dibutuhkan tanaman. Jika media tanamnya asal-asalan, tanaman tidak tumbuh bagus. Noverita K. Waldan

NOVA, Langit-Langit.Com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Sejarah Konflik Palestina – Israel dari Masa ke Masa
  2. Kopi Jauh Lebih Sehat Dari yang Anda Bayangkan
  3. Rambut Lebat Saat Hamil Dan Rontok Saat Melahirkan Kenapa?
  4. Jadi Miliarder Berkat Kentang
  5. Hati – Hati! Kesalahan Memasak Sebabkan Racun Di Makanan
  6. Facebook Bisa Bikin Goblok
  7. Cara Praktis Deteksi Kanker Leher Rahim
  8. Inilah 10 Hal Proses Melahirkan, Harus Di Ketahui Calon Ibu
  9. Mengapa Terjadi Beser ?
  10. Makanan Pembuat Hati Ceria