Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Kegiatan bermain anak dimulai sejak usia beberapa bulan hingga ia tumbuh menjadi balita dan kanak-kanak. Permainan akan membangun fungsi tubuh anak berkembang lebih baik.

Psikolog Anna Surti Ariani mengungkapkan, kecerdasan dan fungsi tubuh anak bisa dibangun lewat aktivitas bermain. “Namun, permainan yang meningkatkan fungsi kognitif anak harus disesuaikan dengan usia,” katanya pada talkshow bertajuk “Mengoptimalkan Periode Emas Perkembangan Anak dengan Parenting Encyclopedia” di Playground Prefere Kemang Jakarta Selatan, Kamis 31 Maret 2010.

Jenis dan tipe permainan anak berbeda-beda di tiap usia. “Usia di bawah tiga tahun misalnya, anak akrab dengan pararel play atau bermain sendiri. Barulah anak di usia empat tahun ke atas anak mulai mengenal permainan kelompok. Ada tahapannya dan orang tua bisa membimbing anak dalam proses itu,” ujar psikolog yang akrab disapa Dr. Nina.

Pada dasarnya, Dr. Nina menjelaskan semua jenis permainan bisa menyenangkan sekaligus memberi pelajaran bagi anak. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih mainan anak.
Hindari mainan yang jangan tajam sehingga bisa melukai anak, memiliki tali panjang yang bisa menjerat anak, benda yang bisa pecah dalam bentuk kecil hingga bisa ditelan. Dalam permainan peran orang dewasa yang mengawasi sangat penting untuk menjelaskan maksud permainan sekaligus menjaga keamanan anak saat bermain, kata Nina mengungkapkan.

Karena anak yang sedang tumbuh membutuhkan aktivitas dan bergerak ia menyarankan agar orang tua tidak memperkenalkan mainan minim gerakan tubuh seperti video game. Pasalnya, anak yang bermain cenderung kurang gerak sehingga mempengaruhi pertumbuhan kognitif dan motoriknya. Kalau diperkenalkan terlalu dini, anak akan berkembang dengan emosi tak hangat, dan memiliki keseimbangan motorik yang kurang.

Sehingga Nina menyarankan agar memperkenalkan mainan kepada anak di atas usia Sekolah Dasar atau di atas 10 tahun. Di usia lebih muda dari itu, bermain dan bergerak adalah hal paling utama.

sumber: Petti Lubis, Anda Nurlaila, VIVAnews


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 14 Mitos dan Fakta Anak Susah Makan
  2. Menggendong Anak Saat Hamil, Amankah? Berikut Tipsnya!
  3. 24 Jam Pertama Kehidupan Bayi
  4. Inilah 10 Makanan Akan Membuat Anak Anda Lebih Pintar
  5. Inilah 4 Faktor Tumbuh Kembang Anak
  6. Inilah 6 Cara Terbaik Mengatakan Tidak Pada Anak
  7. Ajarilah Anak Anda Untuk Menabung
  8. Inilah 15 Kalimat Santun Yang Pelu Diajarkan Ke Anak Anda
  9. Terapi Enzim, Efektif Bagi Anak Autisme!
  10. Inilah 5 Pendidikan Awal Terpenting untuk Anak Laki-laki