Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Resep Masakan dan Lifestyle – Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, yang baru-baru ini terjadi di Jakarta, tak ayal membuat para orangtua waswas dan waspada. Pikiran menjadi bercabang-cabang terhadap keselamatan anak dan mencari cara terbaik melindungi si kecil.

Berikut ini adalah uraian mengenai peralihan perilaku anak dan tanda fisik pada anak yang menjadi korban pelecehan seksual:

1. Perubahan perilaku
Tidak sedikit anak yang takut dan ragu-ragu untuk memberi tahu orangtua ketika mereka mengalami kekerasan seksual. Namun sebenarnya, orangtua bisa mengamati dari polah dan perilaku anak sehari-hari.

Nah, beberapa perubahan sikap yang mengindikasikan si kecil mengalami kekerasan seksual, di antaranya, adalah semangat ke sekolah tiba-tiba berubah menjadi rasa malas dan cenderung takut, penurunan prestasi sekolah, selalu merasa bersalah, dan menarik diri dari teman-temannya. Pada beberapa kasus, anak menunjukkan sikap lebih agresif dibanding sebelumnya.

Kemudian, perubahan psikis lainnya adalah bertingkah lebih manja dan semakin kekanak-kanakan, misalnya menghisap jempol, sering mengompol, takut gelap, dan mimpi buruk sambil berteriak-teriak.

Selain itu, jangan luput untuk memeriksa kondisi fisik anak. Sebab, dampak nyata dari pelecehan seksual pastinya meninggalkan “jejak” pada tubuh anak. Ketika anak mengeluh sakit secara fisik, apalagi di area tubuh intim mereka, jangan sesekali Anda menghiraukannya. Segera bertindak dan periksakan anak ke dokter!

2. Perhatikan tanda-tanda fisik
Seperti yang diuraikan di atas, tanda-tanda fisik adalah dampak nyata yang kasat mata. Meskipun begitu, tidak sedikit anak yang menutupi tanda-tanda kekerasan seksual pada tubuh karena takut dan tidak nyaman untuk menjelaskannya.

Maka dari itu, para orangtua harus memperhatikan kondisi fisik anak sehingga, saat ada perubahan fisik yang tak normal, hal itu bisa segera terdeteksi. Tanda paling jelas dan akurat adalah ketika saat anak buang air kecil, keluar cairan atau darah dari alat kelaminnya. Selain itu, cedera dan memar di sekitar kelamin juga merupakan tanda fisik nyata telah terjadinya kekerasan seksual pada anak. Perhatikan juga jika pergerakan tubuhnya saat sedang duduk dan berjalan, apakah terlihat aneh dan ganjil.

3. Percaya pada naluri keibuan Anda
Jika Anda curiga si kecil mengalami kekerasan seksual, coba perhatikan kata-kata yang keluar dari mulutnya. Bisa jadi dia ingin mengatakannya kepada Anda, tetapi takut, gugup, dan khawatir akan reaksi Anda. Intinya, dengarkan kata hati Anda sebab naluri seorang ibu nyaris jarang keliru. Ajak anak bicara dengan tenang dan santai. Berikan perhatian lebih dengan menyediakan camilan favoritnya. Kondisi yang kondusif membuat anak jadi lebih mudah bercerita, lebih terbuka, dan yang paling penting merasa aman di dekat Anda.

Sumber : mydr.com.au, kompas.com, pin promosi