Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Inilah 7 Cara Ajarkan Anak Anda untuk Berhemat. ‘Hemat pangkal kaya, itulah kata pepatah’ Memiliki anggota keluarga yang pandai menyiasati kebutuhan dan pengeluaran anggaran merupakan sebuah impian untuk sukses dalam kehidupan. Mengajarkan hidp hemat dan pintar mengelola kebutuhan tidak harus menunggu anak menempuh sekolah menengah.

Sejak dini, anak juga bisa diajarkan pengelolaan uang. Apa saja, yuk simak seperti yang dikutip dari berbagai sumber berikut.

1. Anda harus membuat daftar kebutuhan belanja anak. Dalam hal ini, Anda bisa menyampaikan apa saja yang dibutuhkan anak Anda misalnya untuk satu bulan ke depan. Bicarakan dengan santai dengannya, libatkan anak dalam menemtukan apa saja keperluan pokok. Bukan tanpa alasan, hal demikian dilakukan untuk mengajarkan anak untuk bertanggung jawab dari apa yang mereka inginkan.

2. Setelah membuat anggaran, Anda juga bisa melibatkan anak ketika belanja. Belilah kebutuhan mereka sesuai dengan daftar dan jumlah yang telah ditulis.

3. Mengajarkan anak berhemat bisa juga dengan cara memberikan celengan untuknya. Biasakan mereka untuk menyisihkan dari jumlah uang jajan yang diberikan. Semangatai anak untuk menabung. Misalnya dengan menawarkan suatu barang jika uangnya kelak terkumpul. Dengan demikian, anak akan semangat untuk menabung.

4. Jika uang yang ditabungnya sudah banyak, Anda juga bisa mengajarkan anak berhemat dengan cara mengajaknya ke bank untuk membuka rekening khusus untuknya. Saat ini sudah banyak bank yang menawarkan rekening khusus anak dengan buku tabungan yang seru dan lucu.

5. Percayakan anak untuk mengelola keungan sendiri. Anda bisa memberikan uang jatah pada anak. Misalnya untuk jangka waktu seminggu. Berikan pengertian bahwa uang yang Anda berikan hanya untuk jajan dalam waktu seminggu. Dengan demikian anak akan belajar untuk bertanggung jawab dari uang yang diberikan.

6. Ajari juga anak untuk berbagi dengan sesama. Mengajari anak untuk berbagi dengan sesama bisa menjadi cara tepat. Ajak mereka ke lembaga sosial resmi untuk memberikan sebagian uang yang mereka tabung. Langkah tersebut bisa menjadi cara untuk mengenalkan anak mengenai arti berbagi.

7. Biasakan untuk membelikan apa yang menjadi kebutuhan pokok anak terlebih dahulu.

sumber: mediaindonesia.com