Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Salah satu pelajaran penting yang perlu diketahui ibu baru adalah posisi tidur bayi yang benar. Pasalnya, posisi tidur yang salah bisa menyebabkan Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS).

Menurut American Academy of Pediatric (AAP), SIDS didefinisikan sebagai, kematian bayi yang tiba-tiba. Sindroma ini merupakan penyebab kematian terbesar pada bayi berumur 1 sampai 12 bulan (paling sering pada bayi berumur 2 – 4 bulan).

Di Amerika Serikat 2500 kasus SIDS terjadi setiap tahunnya. Sebagian besar kasus SIDS berkaitan dengan posisi tidur bayi, seperti dikutip dari situs modernmom. Karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa petunjuk berkaitan dengan risiko bahaya yang dihadapi oleh bayi saat tidur. Seperti, kehabisan napas, tergencet, tercekik, dan jatuh.

Faktor risiko utama SIDS adalah posisi tidur bayi yang tengkurap. Beberapa peneliti memiliki dugaan bahwa posisi tengkurap memberikan tekanan pada rahang bayi, sehingga mempersempit jalan napas bayi.

Teori lain adalah bahwa dalam posisi tengkurap terdapat risiko bayi menghirup kembali udara yang telah dihembuskannya, terutama jika bayi tidur pada matras yang lembut atau dengan adanya mainan boneka, atau bantal di dekat wajahnya. Benda-benda tersebut dapat memperangkap udara yang dihembuskan bayi, sehingga kadar karbondioksida terakumulasi dan kadar oksigen menurun.

Jadi, untuk mencegah atau memperkecil risiko sindroma kematian bayi hingga berusia 12 bulan, simak petunjuk berikut ini:

  1. Baringkan bayi dalam posisi terlentang, wajah menengadah ke atas.
  2. Usahakan bayi tidur dalam boks yang tidak dipenuhi mainan. Jangan meletakkan bantal, boneka, selimut berbulu, atau alat lain di tempat tidur bayi.
  3. Gunakanlah matras yang kaku dan ukurannya pas dengan ukuran tempat tidur.

Berdasarkan penelitian, tidak ada peningkatan risiko tersedak pada bayi yang tidur terlentang. Namun, pada bayi dengan kondisi medis tertentu, tidur dalam posisi tengkurap lebih baik. Karena itu, konsultasikanlah dengan dokter anak Anda mengenai keadaan-keadaan khusus ini. (umi)

sumber: Petti Lubis, VIVAnews


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Anak juga Bisa Menderita Diabetes
  2. Meningkatkan Nilai IQ Anak
  3. Hati – Hati : Spongebob Bikin Balita Susah Konsentrasi
  4. Anak Anda Bertubuh Pendek? Inilah Penyebabnya!
  5. Buah Dan Sayuran Berikut, Bisa Tingkatkan Imunitas Anak Anda
  6. 6 Cara Mengatasi Anak Berkata Kasar dan Kotor
  7. Umur Berapakah Anak Boleh Makan Pedas?
  8. Inilah 10 Nama Bayi Paling Populer di Abad Ini
  9. Inilah Risiko Bedah Caesar untuk Ibu dan Bayi
  10. 10 Kesalahan Sering Dilakukan Ibu Baru Saat Menyusui