Resep Masakan Nusantara, Asia, Eropa, Kue, Minuman, Ramuan Tradisional
21 May
Ternyata lagu anak-anak yang populer banyak mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. Berikut buktinya:
1. “Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!” Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!
2. “Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!” Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!
3. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
4. “Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X” Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!
5. “Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama” Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta- Bandung dan Jakarta-Surabaya!
6. “Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..” Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!
7. “Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!
8. “nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg “mengancam”
9. “Bintang kecil dilangit yg biru…”
Bintang khan adanya malem,lah kalo malem bukannya langit item?
10. “Ibu kita Kartini…harum namanya.”
Namanya Kartini atau Harum?
11. “Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. naik delman istimewa kududuk di muka.”
Nah,gak sopan khan..
12. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam emang mo bikin
sumber: email berantai
| Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva |
1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini! |
Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10
9 Responses for "Lagu Anak – Anak Yang Menyesatkan!"
Lagu pelangi : ” pelukismu Agung, siapa gerangan ?” tahu nama gak tahu orangnya bikin bingung, cari aja di facebook, kali aja bisa ketemu orangnya
Wah ternyata banyak juga ya lagu anak2 yang ambigu n salah konteks.heheh
kalo lagu balonku ada 5 itu syair yg benar seperti ini
“balonku ada lima, rupa-rupa warnanya hijau kuning kelabu, merah muda dan biru…….dst” jadi untuk lagu balonku ada lima itu jumlah balonnya 5 bukan 6
:twisted: Saya sebagai guru seni emang sejak dulu merasa ngenes mengamati lagu – lagu anak sing morak marik, bukan salah penciptanya but bu guru TK/ABA yang kejam memberi racun ke mental anak lewat lagu gitu – gitu…ayu gimana buguru – bu guru?
:shock: ……………sebagai guru ikut prihatin maka ketika saya mengajar saya himbau kepada guru-guru PAUD dan TK agar lebih baik mencoba karya cipta lagu , dengan mencoba mengarang syair dan melodi sederhana disesuaikan tema pembelajaran hari itu……..<
bukannya lagunya gini ya :
“HIJAU, KUNING, KELABU, MERAH MUDA DAN BIRU……..dst..”
ada kok warna hijau nyaa.. ;-)
hehehehe….
lagi2 ini
ampe bosen ngejelasin
makanya kalo copas diteliti dulu
Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!” Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!
jelas2 salah noh yg di bold
yg bener
Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… hijau, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!” Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!
sudah memang kalo udah jadi budaya copas tapa diteliti dulu :cry: :cry: :!: :!:
Hasil Penelitian Sejumlah Sekolah sbb :
1. jika gurux bujang / gadis anak2 smngat masuk kelas sedangkan jika gurux ortu anak2 tdk smangat belajar.
2. prestasi lebih menonjol jika gurux ortu karna yg d perhatikan adalah materi sedangkan kalo gurux bujang/ gadis anak2 kurang perhatikan pljran krn gurux yang diperhatikan.
3. disampaikan kepada seluruh guru2 d indonesia agar segera mengkhiri masa lajangx spx jika masuk mengajar anak2 terfokus ke materi pelajaran bkan pada gurux . . . .
Leave a reply