Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Untuk memiliki momongan segala upaya pasti akan ditempuh, mulai dari  berkonsultasi ke dokter, mengonsumsi obat penyubur, melakukan pengobatan tradisional, sampai rajin mengonsumsi makanan tertentu yang dianggap bisa membantu kehamilan, atau yang terakhir mengikuti program bayi tabung.

Rupanya, cara terakhir inilah yang kini makin banyak dipilih oleh pasangan suami istri sebagai jalan terakhir untuk memiliki momongan. Apa sebenarnya program bayi tersebut dan bagaimana prosedurnya?

Solusi infertilitas
Bayi tabung atau in vitro fertilisation (pembuahan in vitro) adalah sebuah teknik pembuahan sel telur (ovum) yang dilakukan di luar tubuh calon ibu. Awalnya teknik reproduksi ini ditujukan untuk pasangan infertil (tidak subur), yang mengalami kerusakan saluran telur. Namun saat ini indikasinya telah diperluas, antara lain jika calon ibu lendir mulut rahim yang abnormal, mutu sperma calon ayah  kurang baik, adanya antibodi pada atau terhadap sperma, tidak hamil juga meskipun endometriosis telah diobati, serta pada gangguan kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya maka program bayi tabung ini bisa dilakukan.

Bagaimana prosesnya?

Tekniknya, pertama-tama akan dilakukan perangsangan indung telur pada calon ibu dengan obat khusus untuk menumbuhkan lebih dari satu sel telur. Perangsangan berlangsung 5 – 6 minggu sampai sel telur dianggap cukup matang dan siap dibuahi. Selanjutnya, gelembung sel telur (fotikel) diambil tanpa operasi, melainkan dengan alat ultrasonografi transvaginal (melalui vagina). Kemudian semua sel telur yang berhasil diangkat disimpan dalam inkubator.

Nah, untuk calon ayah, sperma dikeluarkan dengan cara masturbasi. Kemudian sperma dibersihkan dan diambil sekitar 50.000 – 100.000 sperma. Sperma itu ditebarkan di sekitar sel telur dalam sebuah wadah khusus. Sel telur yang terbuahi normal, ditandai dengan adanya dua sel inti, segera membelah menjadi embrio. Sampai dengan hari ketiga, maksimal empat embrio yang sudah berkembang ditanamkan ke rahim calon ibu. Dua minggu kemudian dilakukan pemeriksaan hormon Beta-HCG dan urine untuk meyakinkan bahwa kehamilan sudah terjadi dengan sempurna.

Sebelum memutuskan

  • Pertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan mengikuti program bayi tabung. Tak hanya persiapan spikis, secara finansial pun persiapannya juga harus matang sebab untuk saat ini program bayi tabung masih membutuhkan biaya yang cukup besar.
  • Calon ibu dan ayah harus memiliki memiliki kedisiplinan dan motivasi yang kuat. Dengan motivasi, rasa sakit dan stres yang muncul selama mengikuti program ini menjadi seakan tidak cukup berarti.
  • Pastikan bahwa calon ibu dan calon ayah benar-benar melakukan pola makan serta gaya hidup sehat beberapa bulan sebelum program dilakukan.

Perhatikan usia calon ibu
Saat ini tingkat keberhasilan bayi tabung masih sekitar 25-30 persen. Tidak hanya berlaku di Indonesia, angka tersebut juga berlaku di seluruh dunia. Semakin muda umur istri, semakin besar peluang kehamilannya. Pada perempuan usia kurang dari 35 tahun, angka keberhasilan mencapai 30-33 persen. Sementara pada perempuan berusia lebih dari 40 tahun, maka peluang kehamilannya hanya delapan persen. Namun dengan teknologi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin di masa mendatang angka keberhasilan yang bisa dicapai semakin tinggi.


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. “Untung – Rugi” Berhubungan Seks Saat Hamil
  2. Perbedaan Kondisi Kehamilan Di Usia 20,30,40
  3. Cara Menghitung Usia Kehamilan
  4. Waspada, Kosmetik Bisa Menghambat Pekembangan Janin
  5. Vitamin A Cegah Bayi Sumbing
  6. Kapan Saatnya Memeriksakan Kesuburan?
  7. Kehamilan : Inilah Gejala Awal Janin Gagal Hidup
  8. Melahirkan Normal Atau Operasi Sesar?
  9. Tips Olahraga untuk Ibu Hamil
  10. Bayi Tabung