Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Seorang wanita yang ingin hamil, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes), agar kehamilan yang terjadi tidak terkena infeksi yang dapat membahayakan janin. Salah satu infeksi yang bisa terjadi pada kehamilan, adalah toksoplasma.

Toksoplasma, menurut Dr. Indra N.C. Anwar, SpOG, disebabkan oleh parasit yang bernama Toxoplasma Gondii. Parasit ini media penyebarannya terjadi melalui kontak dengan hewan maupun makanan yang terpapar parasit yang bentuknya seperti spora.

“Siklus hidup parasit ini biasa terdapat pada kotoran kucing, tikus, babi, dan sapi. Bisa juga melalui daging yang kurang matang serta sayuran yang tidak dicuci dengan bersih,” ungkap dokter spesialis kandungan di Teratai Fertility Clinic, RS. Gading Pluit, Jakarta ini.

Hampir 90 persen wanita yang menderita toksoplasma, tidak merasakan adanya gejala. Karena hanya sebagian kecil saja yang merasakan gejalanya, seperti sedikit nyeri otot, pembesaran getah bening dan flek saat hamil.

Bila ibu hamil terinfeksi tokso, juga dapat membahayakan keselamatan dan perkembangan janin di dalam kandungan. “Akibatnya janin berisiko keguguran, bisa juga mengakibatkan kematian bayi atau anak lahir kepalanya membesar,” papar Dr. Indra.

Menurutnya, infeksi toksoplasma ada yang aktif dan pasif. Jika kadar antibodi imunoglobin IgM aktif, maka ibu sudah punya kekebalan terhadap Tokso.

Tapi bila kadar IgM aktif dan IgG pasif, maka dokter menganjurkan untuk menunda kehamilan karena didalam tubuhnya positif terdapat parasit tokso dan diminta untuk menunggu hingga kadar IgM negatif dan IgG aktif-nya aktif.

Toksoplasma dapat berulang, tapi untuk ibu yang memiliki kadar IgG cukup, tidak akan menimbulkan dampak serius karena dapat dicegah secara alamiah.

Untuk ibu yang terinfeksi tokso di usia kehamilan dini (trisemester pertama), sekitar 1-9 persen kasus akan mengakibatkan keguguran atau cacat pada janin (kebutaan atau hidrosefalus).

Sedangkan infeksi toksoplasma yang terjadi di usia kehamilan lebih dari 3 bulan, tingkat kecacatannya berkurang, gejalanya pun tidak berat. Kemungkinan infeksi terjadi akibat IgG yang dimiliki si ibu belum cukup.

Dr. Indra memberikan beberapa tips untuk mencegah terjadinya toksoplasma, yaitu:

  1. Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah bekerja di kebun, setelah mencuci daging, atau setelah membersihkan kotoran binatang peliharaan.
  2. Hindari mengkonsumsi daging setengah matang, daging mentah atau sayuran mentah yang tidak dicuci dengan bersih.
  3. Melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit HIV-Aids yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  4. Memeriksakan kondisi kekebalan tubuh terhadap infeksi toksoplasma, sebelum menikah atau sebelum hamil.
  5. Selalu memeriksakan hewan peliharaan ke dokter hewan agar tidak menderita toksoplasmosis.
  6. Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging mentah.

sumber : Tabloid Nakita


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Hindari 5 Kosmetik Ini Saat Hamil
  2. Kenapa Belum Hamil? 5 Hal Pemicu Ketidaksuburan Perempuan
  3. Inilah 6 Fakta Tentang Kelahiran di Rumah
  4. Inilah Alasan Stres Bisa Membuat Wanita Sulit Hamil
  5. Akupunktur Bikin Kehamilan Jadi Nyaman
  6. Ingin Bayi Laki-laki? Sarapanlah!
  7. Inilah Mitos dan Fakta Tentang ‘Morning Sickness’ Pada Awal Kehamilan
  8. Bayi Besar Dan Minum Es
  9. Inilah 12 Makanan Yang Menyebabkan Kenaikan Berat Badan
  10. Mengenal Lebih Jauh Kehamilan Kosong (Blighted Ovum)