Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Jika awalnya hanya makan untuk diri sendiri, kini wanita hamil harus mencukupi kebutuhan untuk dua orang, terutama janinnya. Gizi ibu sebelum dan sesudah hamil dapat mempengaruhi perkembangan janin.

Para peneliti dari CNSR dari Perancis, memberikan bukti penemuaan dari Assosiation for the Advancement of Science (AAAS), bahwa preferensi selera ditentukan saat awal kehidupan, bahkan sejak dalam kandungan.

Selama 1 dekade, penelitian ini fokus pada ibu hamil, termasuk para ibu muda. Selama studi, 12 wanita hamil ini hanya diberi biskuit dan permen yang dicampur dengan adas manis. Setelah mereka melahirkan, reaksi bayi mereka dipantau selama perkembangan. Antara yang megkonsumsi adas manis dan tidak.

Bayi yang terkena rasa adas manis, lebih tertarik dengan pada jenis pangan tersebut disajikan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa bayi akan mudah tersenyum dan bergerak ke arah aroma tersebut. Bayi yang tidak terkena adas manis, justru akan menjauh dan berpaling.

Para ilmuwan percaya bahwa bayi dapat merasakan rasa yang kuat dengan menghirup cairan dari rahim.

” Selama kehamilan, seorang wanita relatif rentan terhadap lingkungannya” jelas Dr Benoist Schaal, seperti yang dilansir Press Assosiation.

Menanggapi penelitian ini, ahli fertility, Emma Cannon, mengatakan pada The Huffington Post, “Saya percaya bahwa pengalaman ibu selama kehamilan berdampak pada bayi yang sedang tumbuh. Bahkan pengalaman batin dan perasaan dan mempengaruhi bayinya”.

Studi ini juga menunjuka makanan junk food yang dikonsumsi, saat hamil atau menyusui dapat merusak kontrol normal nafsu makan bayi, karena rasa gurih dan asin dari junk food.

Meskipun jelas dari penelitian tersebut, bahwa wanita hamil harus menjaga pola makannya, karena mereka dapat membawa resiko keguguran dan cacat lahir.

Keju lunak: Termasuk Camebert, Brie, keju kambing yang tidak dipasteurisasi dan keju biru. Keju yang dibuat dengan jamur dan bisa mengandung listeria, jenis bakteri yang dapat meningkatkan keguguran.

Telur mentah: Makanlah telur matang, yang keduanya menjadi padat. telur mentah atau setengah matang dapat mengandung salmonella, menyebabkan keracunan.

Daging merah: Pastikan Anda memakan daging yang telah matang. Daging mentah dapat mengandung salmonella dan menyebabkan keracunan. Terutama daging cincang, pastikan Anda telah mengolahnya dengan baik.

Ikan: Hindari makan ikan hiu, ikan pedang dan marlin. Batasi jumlah makan ikan tuna, batasi hanya dengan konsumsinya tidak lebih dari dua kali dalam seminggu. Hal ini disebabkan karena kandungan merkuri dalam ikan, yang dapat membahayakan saraf perkembangan bayi.

sumber: VIVAnews


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Cara Menghitung Tanggal Kelahiran Bayi (Estimated Date of Delivery)
  2. Ingin “Membuat” Anak Perempuan? Berikut Caranya
  3. Cermati Masa Subur Anda!
  4. Cegah Keguguran Dengan Tes Darah
  5. Kopi / Kafein Bisa Hambat Kehamilan
  6. Mau Cepat Hamil? Ikuti 5 Terapi Berikut Ini
  7. Tips Mencegah Stretch Marks
  8. Inilah Biaya Yang Harus Dikeluarkan Untuk Program Bayi Tabung Di Jakarta
  9. Inilah Waktu Terbaik Agar Cepat Hamil
  10. Inilah 10 Tanda Awal Kehamilan