Pulpen - Pen Promosi Murah, Klik Disini!Pin Promosi Murah, Klik Disini!


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



Demi memastikan peluang kehamilan yang ada, pasangan harus menjalani berbagai tahapan pemeriksaan. Untuk istri dan suami akan dilakukan pemeriksaan berbeda. Suami akan ditangani oleh seorang androlog atau urolog, sementara istri ditangani oleh ahli kandungan dan kebidanan. Hanya saja, tahapannya tak jauh berbeda. Inilah dia:

1. Wawancara
Pada istri, dokter akan menanyakan kondisi pola haidnya. Jika memang bermasalah, problem haid inilah yang akan dibereskan terlebih dulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Mengapa? Sebab menstruasi terkait erat dengan masa subur. Jadi besar kemungkinan masalah haid yang dialami seorang istri merupakan penyebab utama mengapa kehamilan tidak terjadi selama ini. Sementara pada suami, pemeriksaan yang dilakukan umumnya difokuskan pada sistem reproduksinya.

2. Pemeriksaan fisik
Hasil konsultasi akan digabungkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter pun akan memastikan ada tidaknya gangguan yang dapat menghambat terjadinya kehamilan. Jika memang ada diagnosis yang menunjukkan permasalahan patologis (penyakit), pasien akan dirujuk ke dokter kandungan yang ahli di bidang fertilitas.

Pada pria, umumnya pemeriksaan fisik (yang dilakukan oleh androlog atau urolog) menyoroti kondisi saluran sperma, kondisi testis, dan ada tidaknya gangguan seperti varikokel (varises di buah zakar), testis tidak turun, ejakulasi balik, sumbatan di epididimis atau saluran ejakulasi, dan lubang kencing yang salah tempat (hypo-epispadia). Dilihat juga kemungkinan adanya kesulitan ereksi atau ketidaknormalan penis. Sementara, pemeriksaan analisis sperma dapat dilakukan kapan pun dengan persyaratan tertentu.

3. Pemeriksaan radiologi
Dugaan masalah pada organ reproduksi Anda yang letaknya di bagian dalam akan dibuktikan dengan pemeriksaan radiologi hysterosalpingography (HSG). Pada tes ini, dokter menggunakan alat rontgen untuk melihat bentuk fisik dari saluran tuba dan rahim. Tes dimulai dengan memasukkan cairan kontras ke rahim melalui vagina untuk melihat adakah sumbatan-sumbatan di situ.

Bila diperlukan bisa juga dilakukan pemeriksaan laparoskopi. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan alat yang disebut laparoskop guna melihat keadaan bagian dalam rongga perut Anda. Dokter akan membuat irisan kecil pada kulit perut bagian bawah lalu memasukkan alat laparoskop ini. Melalui kamera yang terdapat di laparoskop, dokter dapat melihat kondisi ovarium, saluran tuba, dan rahim. Siapa tahu terjadi masalah fisik yang disebabkan oleh suatu penyakit. Sekiranya terdapat ketidaknormalan pada selaput lendir rahim (endometriosis), dokter juga dapat menemukannya dengan alat ini.

Narasumber: Dr R. Muharam, SpOG (K), praktek di SamMarie, Family HealthCare, Jakarta, dan Dr Bambang Fajar, SpOG, praktek di Bintaro Jaya Sektor III, Tangerang

sumber: Dedeh/Zali/Tabloid Nakita, kompas.com

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Inilah 10 Cara Mengurangi Nyeri “Sakit” Melahirkan
  2. Cara Menghitung Tanggal Kelahiran Bayi (Estimated Date of Delivery)
  3. Baca Dulu 10 Hal Paling Penting Sebelum Melahirkan
  4. 3 Tips Jadikan Anak Cerdas, Mulai Dari Janin!
  5. Tips Mencegah Stretch Marks
  6. Tips Mengemudi Saat Hamil
  7. Mau Punya Anak Dengan IQ Tinggi Ikuti 5 Tips Berikut
  8. Mengenali Tanda Kehamilan
  9. Janin 12 Minggu “Berjalan” Dalam Rahim Ibu
  10. Waspadai 5 Produk Kecantikan Berikut, Bagi Ibu Hamil