Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Alat kontrasepsi, seperti; kondom, atau femidom, jika tidak digunakan saat berhubungan seksual, memungkinkan kehamilan segera terjadi.

Namun jika alat kontrasepsi yang digunakan mengandung hormon, atau tergolong kontrasepsi dalam rahim, dibutuhkan upaya tertentu untuk menyiasatinya.

  • Pil

Penggunaan pil sebaiknya dihentikan sebulan sebelum rencana konsepsi dilakukan. Diharapkan perempuan mengalami satu kali periode menstruasi normal, sebelum hamil. Namun jika ternyata kehamilan terjadi sebelum Anda menghentikan pil kontrasepsi, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini disebabkan beberapa jenis pil kontrasepsi mengandung progesterone sintetis yang berpotensi mengganggu perkembangan janin pada minggu-minggu pertamanya.

  • Alat kontrasepsi dalam rahim

Jenis kontrasepsi ini bekerja dengan cara beragam. Ada yang mengganggu alur keluar sel telur sehingga menjadi lebih lambat, mengusik dinding rahim agar kondisinya tidak cukup baik untuk ditumbuhi janin. Sangat jarang kehamilan terjadi jika masih ada kontrasepsi ini di dalam rahim. Biasanya cenderung terjadi keguguran, atau jika kehamilan berlanjut, alat kontrasepsi akan keluar bersama plasenta.


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Belum Hamil? Berikut 5 Tips Alami Untuk Cepat Hamil
  2. Penting 3 Gizi Berikut Untuk Anda Yang Lagi Hamil
  3. Inilah Alasan Kenapa Saat Hamil Dilarang Minum Kopi
  4. Berikut Cara Merawat Kulit Saat Hamil
  5. 3 Vaksinasi Penting Prakehamilan
  6. Mau Cepat Hamil? Ikuti Tips Berikut
  7. Inilah 5 Tanda Anda Sedang Mengandung Bayi Laki-laki
  8. Baca Dulu 10 Hal Paling Penting Sebelum Melahirkan
  9. Inilah 12 Makanan Yang Menyebabkan Kenaikan Berat Badan
  10. Inilah 6 Tips 6 agar Istri Cepat Hamil