Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Segala upaya sudah dicoba, tak hanya melakukan hubungan seksual secara teratur di masa subur. Tapi juga melakukan pemeriksaan kesuburan melalui laboratorium. Hasilnya? Anda tetap tak kunjung hamil.

Tak perlu cemas, masih ada upaya lain yang perlu Anda pertimbangkan untuk dicoba, yaitu memeriksakan titer antibodi darah Anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah tubuh Anda membentuk antibodi terhadap sperma suami (alergi sperma) atau tidak.

Mengapa terjadi alergi sperma?

Secara alami kekebalan tubuh manusia akan merespon benda asing (antigen) yang masuk. Kondisi ini disebut sebagai alergi. Salah satu antigen yang ditolak tubuh adalah polisakarida yang terkandung dalam sperma. Jadi alergi sperma  terjadi karena sistem kekebalan (antibodi) terpapar antigen sperma sehingga secara otomatis tubuh memproduksi antibodi terhadap sperma.

Kondisi ini menyebabkan sperma dianggap sebagai benda asing, dan ditolak untuk membuahi sel telur. Proses ini tidak memungkinkan pembuahan terjadi.

Solusi
Agar terjadi kehamilan, alergi terhadap sperma perlu ditangani secara khusus. Salah satunya dengan cara mengurangi kuantitas hubungan atau mengunakan kondom. Tujuannya agar vagina tidak terpapar sperma setiap kali berhubungan intim. Sehingga rangsangan pembentukan antibodi terhindari. Sehinggga diharapkan antibodi mengalami penurunan.

Selain menggunakan kondom, terapi medis yang dapat dilakukan adalah:

  • Terapi steroid

Cara menekan antibodi dengan obat-obatan. Terapi ini bisa dilakukan dengan terapi oral, mengonsumsi tablet atau suntikan.

  • Pencucian sperma untuk terapi inseminasi

Terapi ini dilakukan bila kualitas sperma kurang baik. Caranya sperma suami akan ditampung, dan dilakukan pencucian di laboratorium. Setelah itu, sperma yang baik dimasukkan ke dalam rahim, sehingga sperma tersebut akan mencari sendiri sel telurnya.

  • Teknologi reproduksi

Cara yang dilakukan adalah menyuntikkan sperma lagsung pada sel telur. Sel telur istri diambil dengan laparoskopi, kemudian sel sperma suami yang bergerak/hidup, langsung dimasukkan ke dalam sel telur di laboratorium. Setelah itu sel telur yang telah dibuahi sperma disuntikkan ke dalam rahim.


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Tips Sehat Kehamilan
  2. Menyiapkan Kehamilan Kedua
  3. Kapan Saatnya Ibu Hamil Harus Menghindari Hubungan Intim?
  4. Tips Untuk Membantu Pasangan yang Ingin Hamil
  5. 3 Tips Mengonsumsi Obat Saat Hamil
  6. Kehamilan : Inilah Gejala Awal Janin Gagal Hidup
  7. Cara Jitu Pantau Janin
  8. Rambut Lebat Saat Hamil Dan Rontok Saat Melahirkan Kenapa?
  9. Belum Hamil? Berikut Beberapa Makanan Bisa Membantu Kesuburan
  10. Inilah 10 Cara Mengurangi Nyeri “Sakit” Melahirkan