Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

30 Tahun Sejak Ditemukan Virus HIV, Kapan Akan Ada Obatnya? Bagi para ilmuwan, Timothy Ray Brown adalah cahaya di kegelapan. Pria Amerika dengan HIV positif ini berhasil sembuh karena transplantasi sumsum tulang. Brown yang kini lebih dikenal sebagai “Pasien Berlin” telah menjadi ikon harapan para ilmuwan untuk maju ke tahap lanjut dari perjalanan pandemi AIDS, sebuah obat, sebuah akhir.

Minggu ini, 30 tahun silam HIV ditemukan. Dalam rentang tahun-tahun tersebut, HIV/AIDS bukan lagi sebuah lonceng kematian. Berkat deteksi dini HIV, obat antiretroviral yang menghambat perjalanan virus, berbagai upaya untuk menghambat penyebarannya, dan 33,3 juta orang di dunia yang sekarang ini belajar hidup bersama dengan HIV.

Dalam perjalanan panjang penyakit ini, komunitas ilmuwan global bersama-sama mengerahkan kekuatan untuk memusnahkan virus tersebut. Selain didasari oleh alasan ilmu pengetahuan, berbagai riset dilakukan juga dimaksudkan untuk tujuan uang. Terapi HIV berarti juga mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk obat-obatan ARV yang harganya mahal.

Perawatan pasien HIV di negara berkembang saja sudah menghabiskan dana sekitar 13 miliar dollar AS per tahun dan akan naik tiga kali lipat dalam 20 tahun mendatang.

“Dalam krisis ekonomi seperti sekarang, menemukan obat HIV menjadi hal yang mendesak. Ini adalah strategi jangka panjang dalam menangani AIDS. Kita harus terus berusaha, jangan berhenti sampai menemukannya,” kata Francoise Barre Sinoussi, ilmuwan yang mengidentifikasi human immunodeficiency virus (HIV) dan meraih Nobel. Pasien Berlin membuktikan bahwa hal itu bukan hal yang mustahil.

Sambil menunggu datangnya obat yang dinanti tersebut, yang lebih mendesak untuk dilakukan tentunya adalah mencegah penularan virus ini. Lagi pula jika obat ini nanti dapat dibuat, belum tentu semua bisa mengaksesnya.

“Dari kacamata ilmuwan, mencari obat ini adalah tujuan yang besar. Tetapi, dari sisi kesehatan publik, hal yang utama adalah menghentikan penyebaran infeksi baru. Kita membutuhkan revolusi pencegahan, ini hal yang kritikal,” kata Seth Berkley, ahli epidemiologi dari AIDS Vaccine Initiative.

sumber: kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Fakta Mengenai Khitan: Benarkah Menghilangkan Kenikmatan?
  2. Tentang Thalasemia
  3. Bangun Lebih Pagi dan Mengatasi Insomnia
  4. 3 Telur Seminggu, Picu Kanker Prostat?
  5. Kiat Cegah Sariawan
  6. Sepotong Coklat Sehari, Baik untuk Jantung
  7. Fakta Seputar Ukuran Payudara
  8. Mengenal Toksoplasmosis
  9. Apa Itu AIDS?
  10. Cara Mengetahui, Apakah Payudara Anda Bemasalah?