Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Kunci utama untuk menjaga fungsi saraf tetap baik sampai tua adalah kecukupan asupan gizi, vitamin, dan mineral melalui makanan. Agar saraf anda terus berfungsi maksimal, biasakanlah:

Makan dengan menu sehat, lengkap, dan beragam. Makan tidak sekadar mengenyangkan perut, tapi harus bergizi. Organ tubuh tidak akan berfungsi dengan baik bila tubuh kekurangan gizi, misalnya mudah lupa meski masih muda.

Pilih makanan yang mampu melumpuhkan radikal bebas sekaligus membersihkan dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah ke otak lancar bak jalan tol. Makanan itu antara lain: Makanan kaya zat antioksidan. Zat antioksidan banyak sekali terdapat dalam sayuran berdaun hijau (bayam, sawi hijau, daun singkong, daun pepaya, daun katuk, dll), umbi atau buah berwarna oranye/kuning (wortel, ubi jalar merah/kuning, pepaya, jeruk, mangga, dll), dan buah berwarna merah (semangka, stroberi).

Makanan kaya vitamin B kompleks. Vitamin ini terutama B1, B6 dan B12 merupakan bahan baku untuk memproduksi asetilkolin, yaitu neurotransmitter yang berperan dalam fungsi mengingat. Vitamin B banyak terdapat dalam padi-padian (beras merah, gandum), sayur berdaun hijau, dan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dll). Telur, ragi, kacang hijau, kacang kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai) juga kaya kanakotin.

Sumber protein yang tepat. Untuk mempertajam ingatan dan kesehatan saraf secara keseluruhan, pilih bahan makanan yang kaya protein namun rendah lemak. Contohnya kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai), susu rendah lemak, dan kacang-kacangan, kecuali kacang tanah. Karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks mengandung asam amino triptofan. Triptofan bekerja merangsang produksi serotonin sehingga pikiran dapat dikonsentrasikan, meski sedang banyak masalah. Karbohidrat kompleks yang banyak mengandung triptofan adalah nasi, mi, pasta, sayur, dan buah.

Asam lemak omega-3 dan omega-6. Asam lemak omega-3 dan omega-6 merupakan asam lemak tak jenuh. Asam lemak ini mampu mencegah kerusakan sel otak. Makanan yang banyak mengandung asam lemak ini adalah kacang kedelai dan hasil olahannya (tahu, tempe, dan susu), serta ikan laut dalam (sardin, harring, makarel, salmon).

Mengonsumsi suplemen vitamin neurotropika, bila dibutuhkan, lalu, berolahraga secara teratur. Terakhir, terus berpikir dan melakukan kegiatan positif agar otak tetap aktif. (yz, Sumber: KCM)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. 1,5 Persen Penduduk Indonesia Menderita Kebutaan
  2. Waspadai Nyeri Haid Hebat
  3. Atasi Jerawat Menggangu
  4. Tips Membuat Ramuan Herbal Untuk Balita
  5. Badan Kurus Ingin Ber Otot, Ikuti 5 Cara Berikut
  6. Apa itu penyakit Rematik? Dan Cara Mengatasinya Dengan Praktis
  7. Ditemukan Penyakit Baru: Alergi Wi-Fi
  8. Bahaya Bahan Pengawet Mi Instan, Pengaruhi Organ Tubuh
  9. Gingivitis : Radang Gusi, Bengkak dan Merah
  10. Pemeriksaan Gigi Menyeluruh