Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Resep Masakan dan Lifestyle – Di era zaman serba canggih saat ini, kepraktisan menjadi salah satu alasan konsumen dalam memilih produk minuman atau makanan dalam kemasan. Misal, susu cair, jus, teh, santan hingga minuman tradisional banyak ditawarkan dalam bentuk kemasan yang praktis dan mudah dikonsumsi.

Produk Kemasan Tanpa Pengawet
Salah satu cara untuk memperpanjang masa kesegaran produk pangan adalah melalui proses pemanasan. Teknologi dengan menggunakan pemanasan mampu untuk mempertahankan usia dan mutu produk pangan tanpa ada penambahan bahan pengawet.

Selain pemanasan, mengawetkan produk pangan tanpa pengawet bisa dengan proses pasteurisasi dan sterilisasi. Untuk kedua proses ini dibedakan melalui suhu dan lamanya proses pemanasan yang dilakukan.

Produk sterilisasi lebih awet dalam penyimpanan tetapi negatifnya produk pangan yang disterilisasi kandungan gizinya lebih banyak mengalami kerusakan dari pada produk pastreurisasi.

Untuk mengatasi kerusakan kandungan gizi akibat proses sterilisasi, akhirnya dikembangkan proses sterilisasi dengan pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi. Mengapa hal ini dilakukan? Ternyata menurut Purwiyatno Hariyadi, Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFEST), Centre, IPB, Bogor, pemanasan dengan suhu yang tinggi tidak membutuhkan waktu lama sehingga kandungan gizi tidak banyak yang rusak. Teknologi tersebut dikenal dengan Ultra High Temperature (UHT), kamu pasti sering mendengarnya bukan? Karena beberapa produk pangan yang beredar di pasaran sudah banyak yang dikemasan dengan teknologi UHT.

Cara Yang Baik Menangani Kemasan
Namun produk yang sudah steril kalau tidak dikemas dengan baik dan disimpan benar juga bisa rusak bukan? Karena itulah Tetra Park yang sudah hadir lebih dari 30 tahun untuk masyarakat Indonesia tetap konsisten menjalankan moto “Melindungi yang Baik” menjadi pelopor teknologi aseptik. Teknologi yang menjaga produk pangan berkualitas untuk menjaga produk pangan yang sudah disterilisasi agar tetap bisa mempertahankan mutu dan kualitas selama kurung waktu tertentu.

Bagi para ibu yang sudah dekat dengan produk pangan dengan kemasan UHT harus memiliki pemahaman penyimpanan dan penggunan yang baik. Sebab, jika salah menyimpan maka kandungan gizi yang diharapkan berkualitas baik malah menjadi rusak.

Untuk produk pangan yang dipasteurisasi perlu ibu ketahui, bahwa memiliki expired date yang singkat yaitu 7-14 hari. Kemasan pasteurisasi harus disimpan dalam lemari pendingin bersuhu 4C. Nah, untuk ibu yang membeli produk pangan pasteurisasi pastikan untuk segera mengonsumsinya ya.

Elvira P. Wongsosudiro, Communication Manager Terta Park Indonesia, memberikan tips untuk ibu, jika jarak tempuh supermarket memakan waktu lama, sebaiknya siapkan cool boox berisi air untuk penyimpanan. Karena jika tidak disimpan dalam kondisi dingin produk tersebut bisa lebih cepat rusak.

Perhatikan Kondisi Kemasan
Sedangkan untuk produk non pasteurisasi, ibu tidak perlu risau karena jika kemasan belum dibuka, produk kemasan aseptik bisa disimpan dalam suhu ruangan hingga 1 tahun.

Penting untuk ibu ketahui bahwa expired date yang ada dalam kemasan hanya berlaku jika kemasan belum dibuka ya, Bu. Untuk kemasan sekali minum sebaiknya harus segara dihabiskan. Tetapi untuk produk family pack bisa, setelah dibuka masih bisa disimpan di lemari pendingin dengan suhu 4C dan hanya boleh dikonsumsi selama 3-4 hari. Jadi ibu tidak bisa hanya berpatokan pada tanggal kadaluarsa yang tertera di kemasan, tetapi pada kemasan sudah terbuka atau belum?

Pastikan juga bahwa kemasan dalam kondisi baik dan tidak penyok. Perhatikan apakah ada lubang atau kerusakan pada kemasan karena bisa membuat mikroba masuk dan mencemari isi produk di dalamnya. Nah, jadilah ibu yang pintar dan cermat dalam menyimpan produk pangan dalam kemasan.

sumber: http://family.fimela.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kenapa Wanita Terlihat Lebih Tua dari Pria
  2. Inilah 9 Gejala Stres yang Tersembunyi
  3. Rokok Bisa Membunuh, Kok Bisa?
  4. Impoten Karena Tak Suka Olahraga
  5. Lemak Jenuh Ganggu Aktivitas Seksual
  6. Prosedur, Persyaratan dan Teknologi, Pengobatan Mata iLasik
  7. Terapi Enam Gelas Air
  8. Puasa Untuk Penderita Diabetes Mellitus
  9. Inilah 6 Kesalahan Umum Menyikat Gigi
  10. Rokok Picu Menopause Dini