Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Ilmuwan AS menemukan teknik anestesi (pembiusan) baru. Berbeda dari anestesi tradisional yang cenderung melumpuhkan seluruh sel syaraf, pendekatan baru ini hanya membius syaraf-syaraf pengindera rasa sakit.

Ketika seorang pasien selesai menjalani operasi pencabutan gigi, pembiusan lokal biasanya membuat mulut mati rasa dan otot-otot mulut tidak bisa bergerak.Hal itu terjadi karena pembiusan melumpuhkan seluruh sel syaraf, bukan hanya syaraf pengindera rasa sakit.

Tidak lama lagi, hal itu diharapkan tidak lagi akan terjadi karena para ilmuwan AS menemukan teknik pembiusan yang hanya membidik syaraf pengindera rasa sakit.

Teknik tersebut sukses diuji coba pada tikus, dan segera akan diuji coba pada manusia. ”Tikus dan manusia memiliki syaraf pengindera rasa sakit yang hampir sama. Karena itu, strategi pembiusan yang berlaku untuk tikus pada dasarnya dapat diaplikasikan pada manusia,” tutur ilmuwan Harvard Medical School Bruce Bean, salah seorang peneliti.

Dalam penelitian,para ilmuwan menyuntik tikus dengan kombinasi capsaicin (zat aktif dalam lada) dan derivatif zat pembius lokal biasa (lidocaine). Ketika zat-zat tersebut bekerja sama, maka syaraf pengindera rasa sakit dapat dilumpuhkan, sehingga tidak mentransmisikan sinyal sakit ke otak. Dalam prosesnya, capsaicin bertugas membuka pori-pori membran sel syaraf pengindera rasa sakit.

Ketika pori-pori tersebut terbuka, derivatif lidocaine bernama QX-314 masuk dan secara selektif menghentikan aktivitas neuron pengindera rasa sakit. Terbukti,tikus tersebut diletakkan ke permukaan yang panas.

Tanpa pembiusan, tikus tersebut lari karena merasa kesakitan. Namun, setelah disuntik dengan zat pembius tersebut, tikus tidak menunjukkan rasa sakit dan berperilaku normal kendati berada di atas permukaan panas.

Syaraf pengindera rasa sakit menjadi lumpuh dalam waktu sekitar satu setengah jam setelah penyuntikan dan rasa sakit hilang dalam waktu beberapa jam. ”Pendekatan anestesi ini dapat diaplikasikan pada berbagai jenis operasi,” papar ilmuwan Massachusetts General Hospital Clifford Woolf, seorang peneliti yang lain. (yz/reuters/sindo)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Hindari Penyakit Jantung, Dengan 7 Tips Berikut
  2. Lumba-lumba Sembuhkan Autis
  3. 5 Trik Mengetahui Kesehatan Vagina
  4. Dampak Buruk Suntik Vitamin C
  5. Deteksi Dini, Ujung Tombak Atasi Kanker Payudara
  6. Bergaji Rendah Riskan Kena Tumor Otak
  7. Sedot Lemak, Pipi Gembil pun Jadi Tirus
  8. Inilah Tips Jantung Sehat bagi Perempuan Segala Usia
  9. 5 Makanan Terbaik Untuk Kulit Anda
  10. Inilah 10 Tips Hidup Sehat Yang Harus Di Terapkan Ke Anak