Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Rematik adalah istilah populer untuk kondisi nyeri kronis, namun kata ini juga merupakan istilah umum yang diberikan untuk berbagai penyakit yang menyebabkan rasa sakit, kekakuan dan keterbatasan gerak sendi, tulang, tendon, ligamen dan otot.

Gangguan ini ditandai oleh peradangan, degenerasi, atau gangguan metabolisme dari struktur jaringan otot yang terlibat. Istilah “rematik” sekarang hanya sering dijumpai dalam buku-buku teks lama dan dalam bahasa lisan sehari-hari.

Karena tidak ada penyakit spesifik yang berhubungan dengan rematik dan melihat bagaimana hal ini mencakup berbagai kondisi, maka tidak lagi digunakan dalam literatur kesehatan.

Secara lokal, “rematik” adalah kondisi dimana pasien mengalami nyeri pada otot dan tulang yang kronis (biasanya di punggung, leher atau daerah bahu) dan biasanya tidak akan didapati temuan yang spesifik dengan observasi medis.

Dokter tidak dapat menentukan secara tepat apa penyebab rasa sakit yang cenderung sama atau lebih sering, normal. Tidak ada tanda-tanda atau riwayat trauma.

Beberapa pasien mungkin mengalami rasa sakit yang mungkin ada dari hari ke minggu dan bahkan berbulan-bulan dan mungkin bertahan dan berkurang, sementara yang lain mungkin mengalami hal ini secara tiba-tiba.

Apa yang mengejutkan adalah bahwa nyeri cenderung konsisten. Pada akhirnya, pasien dihadapkan dengan rasa sakit setiap hari dengan tidak ada kesembuhan.

Sebagian besar obat penghilang nyeri yang diresepkan tidak efektif mengontrol kondisi ini. Bahkan bagi mereka yang menggunakannya, khawatir tentang efek samping dari penggunaan jangka panjang.

Secara kebetulan, “rematik” juga berkaitan dengan obat tradisional Cina/ Chinese traditional medicine (TCM), yang juga dikenal dengan julukan “angin basah”.

Dalam konteks TCM, ketika seorang pasien terserang “angin basah”, ada kelembaban dalam sirkulasi darah tubuh, sehingga aliran darah menjadi statis, menyebabkan tubuh sakit terutama pada otot.

Hal ini konon disebabkan oleh mandi larut malam, menyentuh air berlebihan selama masa pasca melahirkan dan mengalami dingin yang tidak pernah hilang. Inilah yang tinggal di tubuh dan menyebabkan otot dan nyeri sendi atau nyeri tubuh saat basah, cuaca hujan atau berada di sebuah lingkungan udara-AC.

Untuk menyembuhkan “angin basah” seseorang harus tetap hangat untuk mengusir kelembaban pada semua kondisi, terutama menghindari mandi di malam hari.

Tidak ada perawatan serupa dengan kondisi seperti itu dalam kedokteran modern.

Atasi Rematik Dengan Praktis
Rematik adalah penyakit yang biasanya umum terjadi pada masyarakat pada usia tua ataupun muda. Salah satu gejala penyakit ini adalah adanya nyeri-nyeri yang terasa pada tulang.

Banyak mitos dan fakta yang beredar di masyarakat dan banyak pula pengobatan yang tradisional dan modern untuk menangani penyakit ini. Dr Bernard Lee, Direktur Interventional Pain Management Services, Singapore Pain Care Center, menjelaskan beberapa pengobatan rematik tersebut.

Sejumlah besar obat herbal tradisional disarankan untuk “rematik”. Obat modern, baik konvensional maupun komplementer menyadari bahwa gangguan rematik yang berbeda memiliki penyebab yang berbeda pula (dan beberapa dari mereka bahkan mempunyai penyebab lebih dari satu) dan memerlukan berbagai jenis pengobatan.

Namun demikian, terapi awal dari penyakit rheumatologikal utama adalah dengan analgesik seperti parasetamol dan beberapa tipe obat non steroid anti-inflamasi (NSAID) yang meliputi ibuprofen, synflex dan diklofenak. Sering, analgesik kuat diperlukan.

Biasanya, banyak pasien dengan varian rematik tidak akan merespon dengan baik untuk obat penghilang rasa sakit standar dan analgesia.

Mereka mungkin memerlukan perawatan pada fibromyalgia. Penggunaan obat yang sangat khusus ini seperti anti-konvulsan, anti-depresan dan relaksan otot telah memiliki peran cukup unik dalam pengobatan tipe nyeri ini.

Dan tentunya, penting untuk ingat hal-hal sebagai berikut: Meskipun baik untuk membuat tubuh terasa hangat dan kering, beberapa pasien rematik akan memerlukan perawatan yang sama seperti untuk FMS.

NSAID standar dan penghilang nyeri memang bermanfaat, tetapi rasa sakitnya bisa kambuh dan akhirnya akan membutuhkan analgesik kuat.

Olahraga bermanfaat untuk rematik non artikular. Hal ini biasanya sangat sulit untuk meminta pasien olahraga karena sakit untuk menggerakkan otot dan sendi. Meski demikian, olahraga dapat mempercepat perbaikan kondisi serta mengurangi rasa sakit.

Oleh: Dr Bernard Lee
Direktur Interventional Pain Management Services, Singapore Pain Care Center, Singapura (www.paincarecenter.com.sg)

sumber: perempuan.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Mengubah Sel Kanker Menjadi Sel Normal
  2. 9 Cara Alami Mendongkrak Fertilitas
  3. Cacingan Bukan Penyakit Sepele
  4. Water Birth. Ketahui Manfaat & Resikonya
  5. Fenomena Reinkarnasi Biarawati Zaman Mesir Kuno
  6. Yuk… Mengenal Alat Kontrasepsi Lebih Dekat
  7. 10 alasan mengapa memilih WordPress.com
  8. Payudara Anda Kecil? Berikut 6 Keuntungannya
  9. Menikah, Salah Satu Cara Untuk Langsing
  10. Inilah 8 Mitos Tentang Seputar AIDS