Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

London – Fenomena tentang sindrom kematian bayi di bawah umur satu tahun (SIDS) ternyata sudah ditemukan penyababnya, yaitu bakteri.

Para peneliti asal Inggris menemukan bahwa bakteri berbahaya seperti Staphylococcus aureus dan E. coli terdapat di hampir 50% dari bayi di bawah umur satu tahun yang meninggal tiba-tiba dalam satu dekade terakhir di sebuah rumah sakit di kota London. Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal kesehatan Lancet, Jumat (30/5).

“Ini mungkin sebuah petunjuk untuk penelitian

selanjutnua,” ujar ahli SIDS dari US National Institute of Child Health and Human Development Marian Willinger.

Para peneliti mengingatkan bahwa bakteri yang

ditemukan pada bayi yang tekena SIDS tidak selalu akibat dari binatang kecil yang menghasilkan bakteri. Bakteri yang sangat berinfeksi ini sudah lama diduga beberapa dokter yang meneliti SIDS.

“Kami tidak tahu jika bakteri adalah penyebabnya atau bakteri itu bisa mengidentifikasi penyebab lainnya yang lebih potensial,” ujar Nigel Klein dari rumah sakit Great Ormond Street Hospital for Children yang melakukan studi ini.

Ia juga mengatakan bahwa tingkat bakteria yang tinggi bisa menjadi bukti kondisi lain yang juga menyebabkan bayi meninggal, seperti misalnya ruangan yang suhunya terlalu tinggi atau buruknya ventilasi.

Diagnosa dari SIDS ini ditemukan pada bayi yang sehat dan kemudian meninggal secara tiba-tiba ketika sedang tidur. Di Amerika Serikat (AS) sebanyak 2.000 bayi meninggal karena SIDS.

Para peneliti melakukan otopsi pada sampel 470 bayi yang meninggal tiba-tiba antara 1996-2005.

Mereka menemukan bahwa bakteri berbahaya terdapat pada 181 bayi atau hampir setengah dari 365 bayi yang meninggal tanpa sebab. Ditemukan juga ada jenis bakteri yang sama pada sekitar seperempat, yaitu 14 dari 53 bayi yang meninggal dengan penyebab yang diketahui. Bakteri biasanya ditemukan pada paru-paru dan limpa bayi.

Pada saat bayi lahir, sang ibu memberikan antibodi secara otomatis kepada bayinya. Tapi setelah 8-10 minggu antibodi itu akan hilang, dan pada saat itu bayi belum bisa memproduksi antibodi pada tubuhnya.

Ahli Patologi dari Royal Infirmaery James Morris mengatakan bahwa pada saat bayi mulai memproduksi antibodi tersebut bakteri yang berbahaya masuk ke dalam tubuh.

SIDS biasanya menyerang bayi yang berumur antara 8-10 minggu.

“Studi ini menjadi indikator yang baik bahwa bakteri kemungkinan besar menjadi penyebab kematian bayi secara tiba-tiba,” ujar James Morris.

Para ahli merekomendasikan kepada para orang tua untuk menidurkan bayi dalam keadaan telentang dan tidak memberikan selimut yang berlapis-lapis pada bayi.

inilah.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. 10 Perusahaan Terbaik di Indonesia 2011
  2. Situs Depkominfo Kena Deface?
  3. Jaringan Komputer 103 Negara Terpantau Dari China
  4. Aroma Ketumbar, Aroma Globalisasi
  5. Inilah Kronologis Meletusnya Merapi + Video
  6. Situs Porno Asli Indonesia Lebih dari 1 juta
  7. Mahasiswa UGM Temukan Obat Diabetes dari Labu Parang
  8. Daftar 25 Pejabat Negara Terkaya di Indonesia
  9. Ternyata Remaja Yang Masih Virgin, Cuma 40% Saja
  10. Klarifikasi Foto Mey Chan dengan Pria Bule