Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Utah University, terhadap 21 ribu pasangan suami istri yang tinggal di daerah Utah, sebuah kota kecil di sebelah barat Amerika Serikat.

Data yang digunakan para peneliti adalah data keluarga dari tahun 1860 hingga 1985. Total jumlah anak dalam kurun waktu 125 tahun tersebut  adalah 174 ribu orang anak. Para peneliti berhasil mendapatkan data bahwa setiap keluarga di Utah pada saat itu rata-rata memiliki anak 8 hingga 14 orang.

Dr Dustin Penn dan Dr Ken Smith yang mengepalai penelitian ini mengungkapkan kepada bbc.com bahwa dari hasil peneltian ini diperoleh kesimpulan bahwa jumlah anak ternyata memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup orang tua. Hasil penelitian mencatat 1.414 ibu meninggal setelah ia melahirkan anak bungsu. Sedangkan 988 lain, rata-rata meninggal ketika anak bungsunya berusia 5 tahun. Hal yang sama dialami oleh sang ayah. Tercatat 613 laki-laki meninggal pada tahun pertama kelahiran anak bungsunya. Sedangkan 1.083 lainnya meninggal saat anaknya yang bungsunya berusia 5 tahun.

Perempuan atau ibu memiliki risiko kematian sangat tinggi. Mengapa? Menurut Dr Dustin Penn, hal ini disebabkan karena ibu terbebani secara psikologis lebih besar ketimbang ayah ketika mereka berdua membesarkan anak-anaknya. “Namun jika ibu yang banyak anak ini berhasil ‘bertahan’ hingga ia memasuki masa menapouse, maka ia akan memiliki harapan hidup lebih panjang,” ujar Dr Dustin Penn.

conectique 


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. 8 Misteri Otak yang Harus Anda Ketahui
  2. Celup Teh Kurang Dari 5 Menit Saja!
  3. Safety Riding.. Apaan Sih ?
  4. Hypermarket Rule (Mari kembali ke Pasar Tradisional)
  5. Ternyata Mendingan Tempat Duduk Kloset Daripada Keyboard
  6. Delapan Mitos dan Fakta AIDS
  7. Ketidaksuburan Pasutri, 40% Dari Faktor Suami
  8. Water Birth. Ketahui Manfaat & Resikonya
  9. Fetisisme : Payudara Adalah Segalanya
  10. Konsumsi Teh Hitam Turunkan Risiko Sakit Jantung