Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Pengaruh sinyal ponsel terhadap kesehatan sudah sering diperdebatkan. Kali ini, muncul penelitian mengenai pengaruh penggunaan ponsel pada ibu hamil terhadap perilaku anaknya kelak.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan di Journal of Epidemiology and Community Health, bayi di dalam kandungan bisa berisiko mengembangkan masalah perilaku jika Anda memperlakukan ponsel dengan cara yang tidak tepat. Contohnya, menyimpan ponsel di saku atau dekat dengan perut Anda yang membuncit. Pasalnya, bayi di dalam kandungan yang terpapar sinyal ponsel 30 persen lebih mungkin mengalami kesulitan berperilaku hingga usia 7 tahun.

Salah satu peneliti di UCLA School of Public Health, Amerika, Dr Leeka Kheifets, mengatakan bahwa studi yang melibatkan 29.000 anak muda mendapati bahwa lebih dari 10 persen anak yang terpapar sinyal ponsel saat masih di dalam perut memiliki ibu yang melakukan pembicaraan telepon sedikitnya empat kali sehari. Hampir separuh dari para ibu mengaktifkan ponselnya sepanjang waktu, dan sekitar sepertiga anak menggunakan ponsel sebelum usia 7 tahun.

“Kami prihatin karena paparan lebih awal terhadap ponsel juga bisa membawa risiko tersebut,” kata Dr Kheifets.

Masalah perilaku pada anak umumnya diklasifikasikan dalam kelainan psikososial, kelainan kebiasaan, kelainan kegelisahan, dan perilaku yang mengganggu. Kelainan psikososial antara lain berkenaan dengan emosi, agresivitas, yang bisa mengganggu relasinya dengan teman-temannya di sekolah. Kelainan kebiasaan misalnya menggigit kuku, menarik-narik rambut, mengisap jempol, gagap, dan lain sebagainya. Kelainan kegelisahan cukup mengganggu karena anak bisa mengalami kelainan obsesif kompulsif, fobia sosial, depresi, atau kelainan lain yang disebabkan situasi tertentu. Adapun perilaku yang mengganggu antara lain perilaku tantrum akibat kemarahan atau frustrasi dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Salah satu penasihat pemerintah di Inggris untuk bidang dampak radiasi ponsel, Profesor Lawrie Challis, mengatakan bahwa anak-anak seharusnya tidak menggunakan ponsel paling tidak sampai umur 12 tahun. Namun kenyataannya, lebih dari separuh anak di bawah 10 tahun ternyata memiliki ponsel.

Penemuan ini mendukung penelitian sebelumnya, yang menguji data dari 13.000 anak dan ternyata menghasilkan penemuan serupa. Meskipun demikian, David Coggon, profesor bidang occupational and environmental medicine di University of Southampton, mengatakan bahwa yang perlu disalahkan bukan ponselnya.

“Pola dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan masalah perilaku itu mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain, dan bukannya penggunaan ponsel,” katanya.

Sumber: Marie Claire, Editor: Dini, kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Handphone Baru Besutan Google
  2. Indah atau Membosankan? Kalau Masa Kecil tanpa “Gadget”,
  3. Microsoft Potong Harga Xbox 20 Persen
  4. 15 Concept HandPhone Terbaik
  5. Menanti iPhone Versi Baru
  6. Integrasi Nokia N95 dengan Audio System Mobil Renault
  7. Awas! Ponsel Kamera Tanpa Suara di Balik Ruang Ganti
  8. Gaun Bisa Bercahaya Ketika Ponsel Berdering
  9. SMS Pengingat Jadwal dari Google
  10. Waspada! BlackBerry Sebabkan Gangguan Mental