Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Bagi kebanyakan orang, reputasi lemak tubuh telanjur buruk, mulai dari penyebab tersumbatnya pembuluh darah hingga penyebab perut menjadi buncit. Tak heran bila banyak orang mati-matian berusaha mengenyahkan lemak.

Namun, untuk para ilmuwan, lemak merupakan misteri yang menarik untuk dikulik. “Lemak adalah salah satu organ yang paling menarik. Saat ini kita baru mulai memahami lemak,” kata Aaron Cypess, MD, PhD, peneliti dari Joslin Diabetes Center, Boston, Amerika Serikat.

“Lemak punya banyak fungsi dalam tubuh lebih dari yang selama ini diketahui,” kata Rachel Whitmer, PhD, peneliti yang mengkaji kaitan antara lemak dan kesehatan otak.

Dalam tubuh, ujar Susan Fried, PhD, Direktur Boston Obesity and Nutrition Research Center, Boston, AS, lemak memiliki dua fungsi, pertama adalah menyimpan kelebihan kalori di tempat yang aman sehingga kapan pun dibutuhkan tubuh dapat dengan mudah mengambilnya. Fungsi yang kedua adalah melepaskan hormon pengontrol metabolisme.

Lemak ternyata tidak terdiri dari jenis tunggal. Ada berbagai macam lemak. Misalnya lemak coklat. Ini adalah tipe lemak yang dimiliki orang kurus. Dalam sebuah uji coba diketahui lemak jenis ini mampu membakar kalori.

Lemak coklat lebih banyak dimiliki anak-anak ketimbang orang dewasa. Itu sebabnya mengapa suhu tubuh anak lebih hangat. Lemak jenis ini lebih mirip otot ketimbang lemak putih. Saat aktif, lemak coklat akan membakar lemak putih.

Cypess menjelaskan, jumlah lemak coklat mungkin tak terlalu banyak, pada orang gemuk mungkin hanya 2-3 ons. “Namun, dari jumlah sedikit ini mereka mampu membakar 300-500 kalori tiap hari. Dalam seminggu bisa mencapai 0,5 kilogram,” katanya.

Lemak putih
Fungsi lemak putih adalah penyimpan energi dan memproduksi hormon yang akan diedarkan lewat sirkulasi darah. Sel-sel lemak yang kecil akan memproduksi hormon baik yang disebut adiponectin, yang membuat lever dan otot lebih sensitif pada hormon insulin sehingga tak mudah terkena diabetes atau penyakit jantung.

Saat tubuh kita kegemukan, produksi adiponectin lambat laun berkurang hingga berhenti sama sekali. Akibatnya, kita lebih rentan terkena penyakit.

Lemak subkutan
Lemak jenis ini berada langsung di bawah kulit. Secara umum, lemak subkutan lebih banyak berada di paha dan bokong. Lemak jenis ini sebenarnya tidak berbahaya. Meski begitu, lain halnya dengan sel lemak subkutan yang berada di bagian perut.

Lemak dalam
Lemak dalam biasanya bersembunyi di bagian organ dalam dan akan menimbulkan gangguan kesehatan. Bagaimana caranya kita tahu punya lemak dalam? “Bila Anda memiliki lingkar pinggang yang besar, sudah pasti Anda memiliki visceral fat atau lemak dalam,” kata Whitmer. Lemak dalam ini berperan penting terhadap terjadinya resistensi insulin yang akan memicu penyakit diabetes.

Lemak perut
Ini adalah jenis lemak yang layak disebut sebagai lemak tidak sehat. “Lemak perut terdiri dari lemak dalam dan lemak subkutan,” kata Kristen Gill Hairston, MD, dari Wake Forest University School of Medicine.

Para ahli kesehatan sama-sama sepakat bahwa lemak di bagian perut meningkatkan berbagai risiko penyakit, termasuk serangan jantung, stroke, dan diabetes.

sumber: kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kurangi Risiko Kanker Dengan Cabai
  2. Inilah Keburukan Ganja bagi Anak saat Dewasa
  3. Penyembuhan Kanker dengan Tanaman Keladi Tikus
  4. Waspadai bahaya pembesaran prostat jinak
  5. Shampo & Lotion Dapat Matikan Sel Otak!
  6. Video : Kenapa Bayi Bisa Lahir Dengan Ukuran Besar “Raksasa”
  7. Cara Mudah Mengenali Makanan & Minuman Berbahaya
  8. Membaca Petunjuk Kadaluwarsa
  9. Terapi Hypnobirthing, Melahirkan Tanpa Sakit
  10. Sperma Bisa Tembus Kain Lho!