Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Washington – Setelah satu dekade para ahli membuat kloning kepada binatang, akhirnya keraguan untuk kelangsungan penjualan daging dan susu sapi kini telah ditepis.

Pemerintah AS telah menyatakan bahwa makananan dari hasil kloning aman untuk dikonsumsi. Namun apakah orang akan membelinya?

Kegelisahan konsumen mengenai penjualan makanan hasil kloning menjadi masalah serius di kalangan perusahaan terkemuka produk sapi, seperti Dean Foods Co. dan Smithfield Foods Inc. Mereka juga mengatakan bahwa mereka tidak berencana menjual produk dari hasil kloning.

Kalangan industri makanan juga berpendapat bahwa hampir seluruh penduduk AS tidak akan pernah mencoba untuk mengkonsumsi makanan yang merupakan hasil kloning karena dirasa cukup mahal. Untuk seekor sapi kloning berkisar antara US$10,000 sampai US$20,000, jauh berbeda dibandingkan seekor lembu yaitu US$1,000. Sebagian besar orang memang lebih banyak memilih membeli hewan ini untuk berternak agar dapat menghasilkan susu dan daging. Akan tetapi keraguan semakin menjadi jika konsumen mengkonsumsi makanan dari hasil kloning.

Keadaan nampaknya akan menjadi lebih sulit lagi bagi konsumen untuk membedakan mana yang merupakan makanan hasil kloning dan tidak. Badan makanan dan obatan-obatan berencana tidak memberikan label atau membedakan mana yang merupakan sapi, babi, atau kambing hasil kloning karena dinilai tidak memiliki perbedaan dengan daging atau susu yang dihasilkan dari perkembangbiakan biasa.

“Kami tidak menemukan adanya bahaya atau risiko yang dapat menyebabkan bahaya kepada orang yang mengkonsumsi makanan hasil kloning. Dengan segala hormat, makanan ini tidak berbeda dengan makanan yang bukan hasil kloning, ujar Dr Stephen Sundlof, Kepala Divisi Pengawasan dari FPA (badan pengawasan makanan dan obat-obatan AS).

Sampai saat ini pemerintah masih menunda sementara penjualan daging dan susu dari hewan kloning, karena beberapa kendala di pemasaran. Departemen Pertanian juga mengatakan bahwa sangat dibutuhkan masa transisi untuk penelitian lebih lanjut mengenai tingkat keamanan konsumsinya untuk mendapatakan kerjasama dagang dengan beberapa perusahaan makanan terutama di luar negri.

Saat ini ada dua perusahaan yang mengkloning sapi dan kerbau untuk tujuan dagang. Viagen Inc. and Trans Ova Genetics. Kedua perusahaan ini tercatat telah memproduksi 600 ekor sapi dan kerbau sampai saat ini.

FDA telah mengadakan penelitian selama enam tahun untuk mengetahui apakah hewan hasil kloning aman untuk dikonsumsi. Setalah perdebatan yang cukup panjang, kongres AS pun akhirnya menyetujui UU bahwa hewan kloning aman untuk dikonsumsi.

Sementara itu tanggapan keras datang dari lembaga konsumen AS “Itu sungguh tidak bermoral. FDA seharusnya bilang saja kita harus makan makanan hasil kloning, ujar Carol Tucker-Foreman dari Consumer Federation of America, yang sangat menolak adanya undang-undang itu.

“FDA tidak mempunyai kesadaran akan kesejahteraan pada binatang-binatang tersebut dan juga ibu dari hewan-hewan kloning tersebut, ujar Wayne Pacelle Humane Society of the United States, sebuah oraganisasi kemanusian AS.

Sementara itu laporan FDA mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum dapat memastikan seberapa panjang hewan kloning dapat hidup dan seberapa lama tingkat kesehatan dari hewan kloning itu. Akan tetapi FDA memberi kesimpulan bahwa semua hewan kloning yang dihasilkan untuk dijual terlahir dalam keadaan sehat dan tentu saja masih dalam pengawasan ketat.

sumber: Augusta B Sirait – inilah.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Jaket Gigi, Solusi Gigi Patah dan Copot
  2. Migrain
  3. 8 Macam Kepribadian
  4. Mau Buka Bisnis Makanan?
  5. Di Usia 40 Tahun, dan Belum Mempunyai Anak ?
  6. Kurangi Risiko Kanker Dengan Cabai
  7. Filariasis, Penyakit Kaki Gajah
  8. Waspadai bahaya pembesaran prostat jinak
  9. Inilah Keburukan Ganja bagi Anak saat Dewasa
  10. Banyak Anak, Pendek Usia