Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Mi instan kini menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia, baik tua-muda di desa-kota. Itu dipahami karena cara penyajian mi instan yang praktis, selain juga rasanya yang gurih. Tapi banyak orang terutama orang tua tidak sadar bahwa banyak mengonsumsi mi instan bisa menyebabkan anemia.

”Budaya baru orang Indonesia memakan mi instan sebagai lauk pauk nasi menunjang terjadinya anemia. Mi instan tidak memiliki gizi terutama zat besi yang banyak terdapat di ikan dan sayuran hijau,” kata Ketua Unit Koordinasi Kerja Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia Kusnandi Rusmil di Jakarta, akhir pekan lalu.

Padahal, menurut Kusnadi, anemia pada masa kanak-kanak akan meningkatkan proses penurunan kecerdasan (retardasi mental) 1,28 kali per penurunan nilai hemoglobin yang terjadi pada anak bersangkutan.

Anemia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dipicu oleh kurangnya asupan zat besi. Kasus itu terjadi pada dua miliar penduduk di dunia. Di negara berkembang seperti Indonesia, kondisi tersebut diperparah oleh hilangnya darah dari usus secara berkepanjangan akibat infeksi parasit dan malaria.

Menurut Kusnadi, anemia defiensi besi pada anak banyak terjadi pada anak usia di bawah dua tahun. Survei Kesehatan Rumah tangga 2001 menunjukkan prevalensi pada anak usia 0-5 tahun mencapai 47% di Indonesia.

Sedangkan prevalensi anemia pada bayi di bawah enam bulan sebesar 61,3%, sedangkan pada usia 6-11 bulan mencapai 64,8%, dan umur 12-23 bulan sebanyak 59%.

Sedangkan pada anak usai sekolah dan remaja mencapai 36,55% dan wanita usia subur 40%. ”Padahal, masa anak-anak itu adalah masa emas perkembangan otak,” tutur dia.

cbn.net.id


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Kerja Shift Malam Rentan Terkena Kanker
  2. Kiat Sederhana Bebas dari Kanker
  3. Blueberry, Telur, Mustar, Salmon, Sayuran Hijau, Tunda Pikun
  4. RUU Jaminan Kesehatan : Menghitung Biaya Ekonomi Pengobatan Kanker
  5. 5 Tips : Cara Menentukan Dokter Yang Tepat
  6. Terapi Enzim, Efektif Bagi Anak Autisme!
  7. Cengkeh Antioksidan Terbaik
  8. Ternyata HIV Sudah Ada Dari Puluhan Ribu Tahun Lalu
  9. Inilah 10 Tanda Anda Berisiko Bunuh Diri
  10. Pilah-Pilih Lensa Kontak