Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Setelah rutin berlatih yoga, haruskah mengubah pola makan menjadi vegetarian supaya hidup lebih seimbang?

Pengalaman latihan yoga itu sifatnya individual. Alasan orang memilih latihan yoga juga bersifat personal, berbeda antara satu orang dengan yang lain, dengan beragam kepribadian dan pengalaman hidup. Meskipun begitu, apa yang dicari orang yang berbeda-beda lewat yoga sifatnya universal, yaitu keseimbangan.

Sesungguhnya makan juga dapat dipandang sebagai latihan pencarian keseimbangan yang universal. Seperti halnya yoga, makan merupakan kegiatan yang sifatnya sangat personal. Di sini Anda belajar mengadaptasi kebutuhan gizi tubuh. Belajar membangun kebiasaan makan yang penuh kesadaran dapat memberikan dasar yang benar-benar mendukung latihan yoga Anda.

Membangun pola makan seperti ini, tak ada solusi yang “sesuai dengan semua orang” dalam menemukan makanan yang tepat untuk Anda, meskipun dalam komunitas yoga ada banyak mitos tentang makanan yang “baik” atau “buruk” untuk latihan. Seperti misalnya, untuk mengatasi “kekakuan” tubuh disarankan banyak makan buah sebelum latihan, menjauhi kentang, tak makan malam sebelum tidur jika latihan yoga di pagi hari.

Benarkah? Mari kits cermati bersama. Yoga terkait erat dengan pengobatan India kuno, Ayurveda. Prinsip penting dalam Ayurveda adalah konsep tipe tubuh vata, kapha, dan pitta. Setiap tipe membutuhkan makanan yang berbeda.

Tipe vata, misalnya, membutuhkan makanan seperti minyak dan biji-bijian. Tipe pitta membutuhkan makanan dingin seperti salad dan buah-buahan manis. Sementara kapha amat membutuhkan makanan yang hangat dan memberi semangat seperti cabai dan merica.

Dalam Ayurveda, hanya sedikit orang yang termasuk satu dari tiga tipe itu. Sisanya adalah campuran dari paling tidak dua tipe. Jadi, Anda harus mencari keseimbangan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh yang unik itu.

Seperti halnya pose-pose yoga yang cocok dipraktikkan orang-orang tertentu pada saat tertentu, demikian juga dengan makanan apa saja yang cocok disantap Anda saat ini. Makanan sebaiknya yang memberikan energi dan kemurnian.

Pola makan yang baik untuk Anda mungkin berbeda dengan orang di sebelah Anda. Namun, yang pasti, pola makan yang baik adalah yang membuat Anda merasa sehat, tidur nyenyak, pencernaan sehat, dan sistem tubuh jadi Iebih kuat berkat latihan yoga, bukannya jadi lemah karena yoga.

Bagaimana cara menemukan pola makan yang sesuai? Jangan khawatir. Jika seseorang rutin mengikuti kelas yoga, dengan sendirinya tubuh akan mengerti apa yang diinginkan. Dengan sendirinya tubuh akan mengurangi makanan tidak sehat.

Latihan yoga rutin akan mengasah intuisi jadi lebih tajam. Anda jadi lebih tahu makanan yang dibutuhkan tubuh. Secara otomatis tubuh akan memilih makanan sehat dan menolak makanan yang banyak lemak, kolesterol, gula.

Pola makan ala Barat, tradisional Indonesia, atau vegetarian boleh-boleh saja diterapkan asal sesuai dengan diri Anda. Kunci pencarian pola makan sehat yang sesuai dengan keseimbangan diri Anda adalah eksperimentasi dan kewaspadaan.

Menjadi vegetarian bagi pelaku yoga agar lebih sehat bukan sebuah keharusan, melainkan mencari makanan yang sehat yang tepat untuk dirinya. Sebenarnya prinsip pertama dalam filosofi yoga adalah ahimsa yang berarti antikekerasan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Beberapa orang mengartikan itu termasuk di antaranya tak makan produk-produk hewan. Ini masih menjadi perdebatan dalam komunitas yoga, tetapi keputusan menjadi vegetarian tentu bersifat personal. Terpenting bagi pelaku yoga, pola makan itu sesuai dengan dirinya dan menjadikan dirinya lebih sehat dan seimbang.

Sebelum menjadi vegetarian, pastikan teriebih dahulu kondisi kesehatan Anda saat int. Pastikan pula bagaimana pola makan itu akan memengaruhi kondisi kesehatan Anda juga orang-orang yang hidup di sekitar Anda. Jangan memaksa orang lain menjadi vegetarian. Itu tentu merupakan tindakan agresi yang tak sesuai dengan prinsip ahimsa.

Bolehkah Makan Sebelum Latihan?

Tidak sedikit murid yoga yang berjam jam tidak makan sebelum latihan. John Schumacher, Direktur Unity Woods Yoga di Bethesda, Maryland, berpendapat menahan lapar seperti itu justru punya efek memperlemah tubuh. “Seperti halnya efek buruk kebanyakan makan sebelum latihan yoga, kekurangan makan juga punya efek yang tak kalah buruk,” sebutnya.

Bahaya kekurangan makanan adalah hipoglikemia dan dehidrasi. Buat orang dengan jenis vata atau pitta, menahan lapar tak hanya membuat gula darah jadi rendah dan pusing, tetapi juga menyebabkan komplikasi seperti sembelit, pencernaan tak lancar, dan insomnia.

Latihan yoga lumayan menguras energi Anda. Saat latihan Anda melakukan gerakan twist sisi kiri dan kanan, membungkuk ke depan, menengadah, dan lain-lain. Jika tubuh Anda tidak mencerna makanan yang ada di perut dengan benar, latihan yoga justru akan membuat Anda tak nyaman.

Supaya nyaman dan bertenaga, jika Anda termasuk orang yang cepat lapar atau merasa lemah saat beryoga, makanlah yoghurt atau jus buah-buahan segar sekitar 30 menit sebelum berlatih.

cbn.net.id


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Bangun Lebih Pagi dan Mengatasi Insomnia
  2. Posisi Bantal Sangat Menentukan Kualitas Tidur
  3. Kenapa Wanita Terlihat Lebih Tua dari Pria
  4. Cegah Hipertensi! Lakukan 6 Kebiasaan Berikut
  5. Bruxism, Gigi Gemeretuk Sewaktu Tidur
  6. Kapan Antibiotik Digunakan?
  7. Tidur Nyenyak Tingkatkan Daya Ingat Orang Dewasa
  8. Kadar Gula Tetap Stabil
  9. 10 Hal Berikut Sangat Mempengaruhi Kesuburan Pria
  10. Waspadai dan Kenali 7 Tanda Awal Penyakit Kronis di Tubuh Anda