Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Hepatitis C sering disebut sebagai “silent disease” karena biasanya tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Namun, dapat mengakibatkan kerusakan serius pada hati. Sehingga, selain deteksi kanker dini, mendeteksi timbulnya gejala hepatitis C juga perlu dilakukan.

Sekitar 200 ribu orang di Inggris tanpa sadar menderita Hepatitis C. Untuk itu pemerintah setempat kini tengah menggalakkan kampanye melakukan tes dan deteksi dini hepatitis C.

Penyanyi dan bintang rock Lisa Moor pun membuat film sulih suara untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mendeteksi adanya virus ini. Dia telah melihat keluarga dan teman-teman yang terkena hepatitis C, dan berkata: “Gaya hidup rock ‘n roll di masa muda mungkin bisa menjadi penyebab mereka lebih bersiko mengalami hepatitis C,” katanya.

Dr. Kosh Argawal, Konsultan hepatologi di King’s College Hospital, London, sebuah rumah sakit pusat khusus penyakit hati dan hepatitis, mengatakan: “Film online ini menceritakan seputar masalah hepatitis C. Jika Anda pernah menempatkan diri pada risiko virus, dengan menyuntikkan obat atau mendapatkan tato di luar negeri misalnya, hal ini mungkin bisa jadi kabar buruk. Namun, kabar baiknya adalah hepatitis C masih bisa disembuhkan asalkan diketahui sejak awal melalui deteksi dini.”

Hepatitis C bisa menyebar terutama melalui darah atau lewat kontak darah. Yang paling umum adalah melalui rute transmisi berbagi peralatan suntik narkoba. Tetapi, bagi mereka yang menerima transfusi darah sebelum September 1991 atau produk darah sebelum 1986 di Inggris juga mungkin menghadapi risiko infeksi. Jika tidak diobati, hepatitis C dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah – sirosis, kanker hati primer atau gagal hati

Untuk lebih mengenal Hepatitis C, ada hal penting yang perlu Anda tahu terkait cara-cara lain yang bisa berisiko menularkan virus penyakit ini, yakni meliputi :

  1. Dari ibu yang terinfeksi kepada bayi, sebelum atau selama kelahiran
  2. Melalui hubungan seks dengan seseorang yang memiliki virus
  3. Lewat pengobatan gigi, yang bisa tertular lewat alat yang tidak steril
  4. Tato, tindik telinga atau badan, atau akupunktur (terutama jika tidak menggunakan peralatan steril)
  5. Berbagi alat cukur atau sikat gigi yang mungkin telah terkontaminasi dengan darah dari seseorang yang terinfeksi.

Salah seorang pria asal Inggris Geoffrey Cleghorn, (61) mengaku, dirinya mengidap virus ini dan telah terdeteksi sejak awal yang akhirnya lambat laun telah pulih. Saat virus itu menyerangnya, Geoffrey mengaku tubuhnya sering merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas yang melelahkan.

“Aku sering merasa lelah. Tapi, pada awalnya aku menyangka karena bertambahnya usia. Saat ini aku telah bebas dari virus itu dan merasa lebih sehat. Untuk itu, aku menyarankan pada siapapun yang memiliki risiko terserang hepatitis C, segera melakukan deteksi awal,” sarannya.

sumber: Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti. VIVAnews.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Cara Lawan Kanker, Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anda
  2. Mengobati Leukemia dengan Racun
  3. Kenapa Harus Hindari Minum Pakai Sedotan?
  4. Kadar Gula Tetap Stabil
  5. Apa Itu AIDS?
  6. Demam Berdarah Bukan Penyakit Baru
  7. Matahari Pagi Untuk Tulang Kuat
  8. Peneliti AS Buat Vaksin Antimalaria
  9. Cegah Kanker Payudara di Usia 20-an
  10. Olahraga Bagi Penderita Tekanan Darah