Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Meski penyakit jantung selama ini kerap identik dengan kaum pria, tetapi tak ada jaminan bahwa para wanita dapat terbebas dari ancaman penyakit ini. Baik pria maupun wanita memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami sakit jantung.

Beberapa faktor pemicu penyakit jantung pada wanita umumnya terkait dengan perubahan hormon. Faktor-faktor lain seperti genetika dan ras memang tidak dapat diubah. Namun, memodifikasi faktor gaya hidup, seperti menerapkan pola diet sehat dan berimbang, berhenti merokok, dan mengurangi asupan alkohol, merupakan cara terbaik untuk dapat menekan risiko terkena penyakit jantung.

Ada lima fakta seputar kesehatan jantung pada perempuan yang harus Anda ketahui. Hal ini penting untuk diketahui karena gejala sakit jantung pada wanita sering kali tak terlihat jelas.

1. Wanita lebih mungkin meninggal akibat serangan jantung ketimbang pria. Menurut WomenHeart.org, perempuan lebih mungkin untuk meninggal akibat serangan jantung dibandingkan pria, dan kualitas hidup mereka pascaserangan jantung biasanya lebih buruk ketimbang laki-laki jika mereka bertahan hidup. Penelitian terbaru menunjukkan, ini mungkin karena penyakit jantung pada wanita berbeda dengan penyakit jantung pada pria.

Wanita lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular di pembuluh arteri kecil pada jantung. Jika pembuluh darah kecil tidak berfungsi dengan baik dan tidak cukup memompa darah darah ke jantung, dampaknya akan sama seperti penyumbatan arteri.

2. Wanita dengan ras tertentu lebih berisiko. Kelompok ras dan etnis tertentu (Afrika Amerika dan Hispanik) cenderung memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung ketimbang wanita kulit putih, menurut WomenHeart.org. Karena pada kenyataannya, populasi ini lebih mungkin menderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas.

Meski hal ini tidak dapat diubah, tetapi Anda dapat menekan risikonya dengan menjaga pola makan dan olahraga untuk mengendalikan tekanan darah dan kolesterol. Dengan menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal, secara tidak langsung Anda juga menjaga pembuluh darah tetap sehat dan tidak memperberat kerja jantung.

3. Merokok tingkatkan risiko kematian akibat serangan jantung. Ini bukanlan sesuatu yang mengejutkan bagi Anda. Tapi perlu diketahui bahwa menurut American Heart Association (AHA), perokok memiliki risiko dua sampai tiga kali lebih besar meninggal akibat penyakit jantung ketimbang non-perokok. AHA mencatat, dari hampir setengah juta kematian terkait merokok setiap tahun, hampir sepertiga adalah karena penyakit jantung.

4. Pil KB Tingkatkan risiko serangan jantung. Penggunaan pil KB umumnya aman bagi kebanyakan perempuan. Akan tetapi jika wanita tersebut memiliki risiko penyakit penyerta lainnya seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi dan kebiasaan merokok, penggunaan pil KB dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

5. Serangan jantung membunuh lebih banyak perempuan ketimbang kanker payudara. Kanker payudara bukanlah penyebab utama kematian pada perempuan, melainkan penyakit jantung. Dr Sooji Lee-Rugh, penulis untuk San Jose Mercury News mengatakan bahwa, sebanyak satu dari sembilan wanita mengidap kanker payudara. Sedangkan satu dari tiga wanita akan meninggal akibat penyakit jantung.

Gejala-gejala dari serangan jantung pada wanita umumnya berbeda dengan pria. Sakit punggung, sesak napas, pusing dan mual adalah kondisi yang harus Anda waspadai. Mengenali tanda-tanda awal serangan jantung dapat mengurangi jumlah perempuan yang meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya.

Sumber : health.discovery.com, kompas.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Ingin Cantik? Harus sehat
  2. Masalah Bau Badan
  3. Tips Berhenti Merokok! Konsumsi 4 Makanan Ini
  4. Hati-hati Fast Food
  5. Sunat atau Khitan, Nyaman dengan Smart Klamp
  6. 10 Jenis Makanan Pencegah Penyakit
  7. 7 Manfaat Wortel untuk Kesehatan dan Kecantikan
  8. Ingat! Tidur Sama Pentingnya Dengan Bernapas
  9. Inilah 7 Cara Merawat dan Melindungi Gigi Anak
  10. Stroke dan Gejalanya