Pulpen Promosi


Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :



BUAH hati mungkin tampak sehat dan ceria. Bila ingin memastikan kondisi kesehatannya, Anda bisa melakukan screening untuk turut mendeteksi ancaman Diabetes Melitus (DM) tipe 1.

Menurut data Unit Kelompok Kerja (UKK) Endokrinologi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terjadi peningkatan kasus DM tipe 1 pada anak di Indonesia lebih dari 400 persen. Yang mengenaskan, angka tersebut merupakan tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya.

Salah satu cara cerdas mencirikan gejala si kecil terkena DM 1 adalah mudah lapar dan sering buang air kecil. Anak yang terkena diabetes umumnya kerap buang air kecil karena tubuhnya berusaha mengeluarkan glukosa berlebihan melalui air urin. Sementara, anak dengan DM 1 mudah lapar karena tubuhnya tidak mendapatkan energi dari glukosa.

Mereka juga sering minum untuk menggantikan cairan yang keluar saat buang air kecil, berat badan menurun karena tubuh mulai menggunakan sumber lain untuk energi seperti lemak dan otot, dan merasa mudah lelah karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi.

“Data anak penyandang DM tipe 1 sampai 13 Oktober 2011 ialah 709 anak, dengan rincian 417 perempuan, 282 laki-laki, dan 10 laporan kasus tanpa data lengkap. Penting bagi para orangtua untuk rutin mengecek gula darah anak hanya melalui jari tangan,” papar dr Aman Pulungan SpA(K), Project Leader DM type 1 di Indonesia pada acara “Seminar Integrated and Comprehensive Management of Type 1 DM in Indonesia” di Ballroom Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Dengan memahami gejala yang tampak dan melakukan deteksi dini, orangtua akan mudah memberikan tindakan nyata untuk menekan risiko lebih besar. Lantas, apakah anak yang menyukai makanan manis selalu berisiko terkena diabetes?

“Kalau boleh saya berpendapat, ini merupakan pengetahuan orang awam saja. Keluarga kami tidak menyukai kue, permen, atau makanan manis, tapi mama saya bisa terkena diabetes. Kemungkinan besar pencetusnya dari gula yang dihasilkan oleh nasi. Kita tahu, orang Indonesia merasa belum makan kalau belum makan nasi. Nah, mama cukup banyak mengonsumsi nasinya,” sahut presenter Anya Dwinov pada kesempatan yang sama.

Ada dua tipe diabetes yang perlu Anda ketahui, yakni DM tipe 1 yang biasanya diderita anak-anak dan DM tipe 2 yang hanya terjadi pada orang dewasa. Masing-masing tipe diabetes memiliki faktor pemicu. DM tipe 1 menyebabkan terhentinya pasokan insulin untuk tubuh. Penderitanya selama hidup harus menerima suntikan insulin dari luar tubuh.

Sementara, DM tipe disebabkan obesitas atau kegemukan. Apa kaitan obesitas dan diabetes? Penderita DM tipe 2 mampu menghasilkan insulin, namun jumlahnya tak mecukupi karena ada komplikasi-komplikasi yang disebabkan oleh obesitas, misalnya tingginya kadar lemak darah, baik kadar kolesterol maupun trigliserida.

sumber: Lastri Marselina – Okezone

Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva

1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini!
2. Mendapat $5 Gratis.
3. Hanya dengan $1 sudah bisa bertrading.
4. Keamanan yang cukup bagus.
5. Memperoleh Software untuk bertrading secara real time.
6. Tersedia support berbahasa melayu.
7. Mendapatkan uang virtual, untuk latihan trading.

Tutorial 1 | Tutorial 2 | Tutorial 3 | Tutorial 4 | Tutorial 5
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10

Download Ebook Gratis


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Cegah Keracunan Pada Anak Anda ! Ikuti 6 Tips Berikut Ini
  2. Inilah 4 Tips Agar Anak Tidak Dehidrasi Saat Berpuasa
  3. Sekitar 80 Persen Kulit Bayi di Indonesia Bermasalah
  4. Beginilah Cara Menyusui Bayi yang Sedang Tidur
  5. Inilah 4 Kesalahan Ortu Terhadap Anak
  6. Umur Berapakah Anak Boleh Makan Pedas?
  7. Tips Ketahui Kelamin Bayi Tanpa USG
  8. Meningkatkan Nilai IQ Anak
  9. 4 Hal Berikut Pengaruhi Bentuk Kepala Bayi
  10. ASI Bisa Disimpan Berapa Lama? Cara Menyimpan ASI Yang Benar?