Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

PENYUKA stroberi boleh berbahagia. Selain mampu membuat kita tampil awet muda, buah stroberi juga akan menjauhkan kita dari kanker.

Bagaimana bisa buah sekecil ini memiliki efek sebesar itu? Kuncinya adalah kemampuan buah ini meningkatkan kadar antioksidan di dalam darah, seperti dikutip dari Daily Mail. Tingginya tingkat antioksidan memang telah terbukti mampu memerangi efek stres oksidatif, mengurangi efek penuaan, dan bahkan kemungkinan tertular penyakit seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Untuk mendapatkan kesimpulan di atas, para peneliti Spanyol dan Italia meminta sebanyak 12 relawan sehat untuk memakan 0,5 kilogram stroberi selama lebih dari dua minggu.

Hasilnya, terlihat makan stroberi secara teratur dapat meningkatkan tingkat antioksidan dalam darah dan membantu mencegah sel-sel darah merah mengalami hemolisis, yakni proses sel darah merah terpecah belah.

Para ilmuwan dari Universitas Politeknik Marche di Italia dan Universitas Granada di Spanyol mengatakan bahwa kekuatan stroberi terletak pada tingkat tinggi senyawa fenolik yang dikandung. Fenolik memiliki sifat antioksidan.

Sementara itu,stres oksidatif dapat muncul seiring dengan bertambahnya usia atau kala berolahraga dan melahirkan. Terbukti pula beberapa varietas stroberi membuat eritrosit lebih tahan terhadap stres oksidatif.

“Ini tentu sangat penting jika Anda memang ingin tubuh yang lebih tahan terhadap penyakit serius, “kata peneliti Maurizio Battino dari Marche Polytechnic University. Temuan ini pun diterbitkan dalam jurnal Chemistry edisi Juni 2011.

sumber: mediaindonesia.com


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Minum Jus Tidak Boleh Bersamaan Dengan Minum Obat
  2. Bayi Pertama Hasil IVM
  3. Ketahui Batas Aman Pengawet Mie Instant
  4. Perkembangan Vaksin Avian Influenza
  5. Pro Kontra Penggunaan Kondom
  6. Inilah 10 Makanan Penyebab Bau Badan
  7. Lindungi Mata dari Katarak
  8. Berkumur Bisa Cegah Pilek
  9. Cara Deteksi Mata Juling Sejak Dini dan Terapinya
  10. Kenali Kehamilan Berisiko