Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Makanan yang hanya sedikit mengandung serat akan menghasilkan sedikit residu sehingga akan tinggal di dalam saluran pencernaan selama beberapa hari, sampai volume residu cukup untuk menimbulkan refleks buang air besar (defekasi). Perlu diketahui bahwa rasa ingin buang air besar timbul jika volume residu yang ada di dalam usus besar telah mencapai jumlah sedemikian rupa hingga menimbulkan refleks regangan terhadap dinding usus besar.

Refleks regang inilah yang mengawali timbulnya refleks defekasi atau ingin buang besar. Dengan demikian jika makanan kurang mengandung serat, volume residu untuk dapat menimbulkan refleks regang sangat mungkin baru tercapai beberapa hari.

Hal ini akan menyebabkan seseorang berdefekasi tidak teratur, bahkan kadang-kadang ada yang sekali dalam 5 hari. Ini berarti transit time (waktu yang diperlukan saat makanan masuk mulut hingga sisa-sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses), menjadi lebih panjang. Transit time yang lebih lama memungkinkan bakteri-bakteri maupun agen-agen penyebab berbagai penyakit memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas di dalam tubuh.

Sebaliknya jika transit time pendek oleh karena banyak serat di dalam makanan yang dikonsumsi, maka agen-agen penyakit tidak sempat beraktivitas, karena segera dikeluarkan bersama feses. Itu akan mengurangi risiko terjadinya penyakit seperti tumor dan kanker pada saluran pencernaan bagian bawah, misalnya kanker usus besar.

Selain itu volume feses yang kecil disertai transit time yang panjang menyebabkan resorbsi air menjadi lebih lama sehingga feses menjadi lebih kecil, padat, dan keras. Kontraksi usus besar untuk memompa feses ini menuju keluar menjadi sangat kuat. Apabila tekanan yang kuat ini dilakukan setiap hari dalam waktu yang lama maka otot-otot usus besar menjadi lemah dan akhirnya dapat menimbulkan varises maupun gangguan pencernaan yang lain.

Di dalam saluran pencernaan, serat makanan dapat mengikat garam-garam empedu yaitu zat yang fungsinya membantu penyerapan lemak. Lemak tidak larut dalam air, karena itu sukar diabsorbsi usus. Garam-garam empedu membantu melarutkan bahan yang tidak larut dalam air seperti asam lemak, kolesterol, dan lain-lain, dengan cara membentuk kompleks yang dapat larut dalam air, sehingga dapat diabsorbsi/diserap usus.

Jika kita makan banyak serat, maka garam empedu tersebut sebelum membantu absorbsi lemak, telah terikat oleh serat dan kemudian bersama-sama serat tersebut dikeluarkan dalam bentuk feses. Makin banyak serat dalam makanan maka bertambah banyak pula garam empedu yang terbuang yang berarti makin banyak lemak tidak terserap usus.

Dengan demikian absorbsi lemak dan kadar kolesterol di dalam tubuh akan turun. Selain itu secara mekanis serat juga dapat menghalangi penyerapan zat-zat gizi lainnya seperti karbohidrat dan protein. Apabila serat sedikit di dalam makanan, maka hampir semua zat-zat gizi sumber kalori dapat diserap. Hal yang demikian bisa memberi peluang seseorang cenderung menjadi kegemukan, sementara kegemukan itu sendiri merupakan faktor resiko untuk timbulnya berbagai penyakit.

Agar jumlah serat yang dikonsumsi tidak kurang dan juga tidak berlebihan, maka dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi secara bervariasi, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran dan buah-buahan. Konsumsi serat 20-30 g/hari untuk orang dewasa dan 10-15 g/hari untuk anak-anak cukup untuk menjaga kebugaran tubuh.

Konsumsi serat yang berlebihan tidak dianjurkan karena justru akan mengakibatkan defisiensi zat gizi di dalam tubuh. Kebutuhan serat sebaiknya tidak dipenuhi dari suplemen serat.

Jika tidak sangat diperlukan maka mengonsumsi suplemen serat makanan tidak perlu dilakukan, karena cenderung mendorong kita untuk mengonsumsi serat secara berlebihan. Jika pola makan kita sehari-hari cukup baik dan berimbang maka serat makanan telah cukup tersedia, sesuai yang kita butuhkan. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Waspadalah! 3 Kanker Berikut Banyak Menyerang Wanita Muda
  2. Sepuluh Langkah Cegah Stroke
  3. Makanan yang Lama Dicerna
  4. Inilah Penjelasan Lengkap, Kenapa Seorang Anak Bisa Menderita Hidrosefalus?
  5. Metode – Metode Aborsi, Lengkap Dengan Foto, Ngeri!! Stop Aborsi!
  6. Bayi Pertama Hasil IVM
  7. Tips Tangkal Bahaya Radiasi Ponsel
  8. Mau Tetap Awet Muda? Hindari 6 kebiasaan Berikut!
  9. Inilah 3 Penyakit Yang Mengintai Saat Mudik
  10. Tips Agar Gigi Putih Kinclong