Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Serat makanan terdapat di dalam bahan makanan nabati, seperti sayuran dan buah-buahan, merupakan bagian tumbuhan (dinding sel, daun, kulit buah, selaput biji-bijian, dan lain-lain) yang memiliki struktur berupa karbohidrat kompleks, sebagian besar berupa zat yang disebut selulosa dan hemiselulosa.

Struktur kimia ini memiliki ikatan yang kokoh sehingga enzim pencernaan sukar memecahkannya menjadi molekul-molekul sederhana, ditambah lagi bahwa di dalam sistem pencernaan manusia memang tidak terdapat enzim yang dapat memecah zat-zat serat makanan tersebut menjadi molekul-molekul yang dapat diserap tubuh.

Dengan demikian zat-zat gizi yang terkandung di dalam serat makanan praktis tidak dapat dimanfaatkan tubuh. Meskipun zat-zat gizi yang terkandung dalam serat makanan tidak dapat dimanfaatkan secara langsung, tidak berarti serat tidak berguna bagi tubuh, tetapi sebaliknya banyak manfaat yang dapat diambil dari serat tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan dalam hal konsumsi makanan telah membawa akibat cukup serius terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini umumnya disebabkan karena kurangnya kadar serat di dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari, di samping kadar gula serta lemak jenuh yang tinggi.

Berbagai bahan makanan nabati (sayur dan buah) yang mengandung banyak serat ternyata mampu mencegah berbagai penyakit, seperti jantung koroner, diabetes mellitus, konstipasi (sulit buang air besar), tumor dan kanker saluran pencernaan, dan lain-lain, serta dapat membina kebugaran tubuh. Berikut ini akan kami jelaskan beberapa manfaat serat makanan yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Manfaat yang paling nyata dari serat makanan ialah mencegah terjadinya konstipasi (susah buang air besar atau sembelit). Gangguan buang air besar yang anda alami kemungkinan besar memang disebabkan oleh pola makan anda yang kurang serat. Serat yang tidak tercerna memperbesar volume/massa feses.

Hal ini disebabkan oleh karena kemampuan serat yang kuat mengikat air dan garam empedu, dan ditambah banyaknya residu bakteri di dalam perut yang aktif berusaha mencerna serat, maka volume feses mudah mencapai ukuran normal untuk gerakan-gerakan peristaltik. Dengan demikian seseorang akan terhindar dari konstipasi. (yz)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Operasi “Caesar” Tak Selamanya Baik untuk Bayi
  2. Inilah Keajaiban Buah Kurma
  3. 7 Obat yang Tabu Diberikan pada si Kecil
  4. Kondom Cegah Kanker Leher Rahim
  5. Terapi Hormon Alami? Gunakan Susu Kedelai!
  6. Buta Warna, Jangan Remehkan Kelainan pada Mata
  7. Anggur Kurangi Inflamasi dalam Pembuluh Darah
  8. Inilah Tips dan Alasan Harus Mencegah Varises
  9. Mengenal Penyakit Skizofrenia – Salah Satu Gangguan Psikosis Fungsional
  10. Lelaki Perokok Berat Sulit Capai Umur 40 Tahun