Dapatkan info penting lainnya dari kami!

Email anda :


Share

Masuk angin hanya sebuah gejala penyakit yang masih harus dibedakan berdasarkan gejala. Dokter dapat mendiagnosis lewat keluhan si penderita atau dengan memeriksa kondisi jasmani fisiknya.

“Belum perlu sampai periksa darah segala. Sebab dari keluhan fisik saja umumnya dokter dapat mendiagnosis dengan jelas penyakit apa yang sebetulnya dialami si penderita,” kata Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI Prof dr Hendarman T Pohan SpPD-KPTI.

Dia membedakan gejala masuk angin dengan angin duduk. Kalau masuk angin dikarenakan infeksi karena virus atau bakteri di bagian dalam tubuh. Sementara angin duduk dapat dikarenakan serangan jantung atau sakit maag. “Sebetulnya orang masuk angin itu merupakan gejala yang muncul dari semua gejala infeksi. Baik itu infeksi yang disebabkan oleh bakteri maupun virus. Dari sana dapat dibedakan atau didiferensiasikan,” kata Hendarman.

Sedangkan mereka yang mengalami angin duduk harus dibedakan lagi. Apakah nyeri di dada itu dikarenakan berasal dari maag atau apakah dia memang mengalami serangan jantung. “Biasanya angin duduk menyerang tanpa rasa demam, batuk atau pilek. Keluhan yang dirasakan berupa keluhan nyeri di tengah dada. Mereka yang mengalami keluhan semacam ini harus segera memeriksakan diri ke dokter,” sarannya.

Bagi mereka yang mengalami gejala semacam ini bila sedang melakukan aktivitas harus segera istirahat menghentikan segala aktivitasnya. Setelah itu, segera hubungi dokter, sebab kalau ternyata itu disebabkan dari serangan jantung, maka riskan sekali kalau dibiarkan terlalu lama. Terkadang orang yang punya sakit maag merasakan keluhan yang dialaminya adalah nyeri di bagian belakang tubuh karena penyakit maag itu sendiri. Padahal, ternyata dia terkena serangan jantung.

“Angin duduk jauh lebih berbahaya bila dibandingkan masuk angin. Sebab, kalau masuk angin, kami masih punya waktu untuk menangani keluhan yang dialami tadi. Dia akan mengalami panas demam dan dokter dapat mengetahui ke arah mana penyakit itu dari hasil diagnosisnya,” paparnya.

Sementara, angin duduk sangat berbahaya. Sebab, bila ditangani hanya digosok-gosok dengan minyak angin tanpa memeriksakan diri ke dokter, tahu-tahu dia mengalami serangan jantung. Memungkinkan dalam beberapa menit bisa berujung maut. Hal senada diungkapkan Konsultan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Pusat Jantung Nasional RS Harapan Kita dr Aulia Sani SpJP.

Dia mengatakan bahwa seorang yang terkena serangan jantung harus segera dilakukan pengobatan dengan benar. Sebab, kalau salah ditangani, maka akan menyebabkan serangan lebih hebat dan dapat berakibat fatal, yakni menyebabkan kematian. “Kami harus hati-hati bila mengalami gejala-gejala seperti masuk angin. Terutama kalau usianya sudah di atas 40 tahun, bisa jadi itu merupakan serangan jantung,” kata Aulia.

Dia berpendapat, masyarakat jangan menganggap remeh bila mengalami gejala masuk angin. Sebab, kalau tidak terdiagnosis dan segera ditangani secara tepat, gejala ini dapat berakibat fatal pada kematian. “Berdasarkan sebuah penelitian, diketahui bahwa masuk angin sebagian besar justru merupakan gejala serangan jantung,” katanya. (cy, sumber: Radar Banjarmasin)


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Shampo & Lotion Dapat Matikan Sel Otak!
  2. Ketahui Tentang Seputar Gangguan Seksual
  3. Inilah Penjelasan Kenapa “Orang Mati” Bisa Hidup Lagi
  4. Rokok Bisa Membunuh, Kok Bisa?
  5. Apa itu penyakit Rematik? Dan Cara Mengatasinya Dengan Praktis
  6. Inilah Angka-angka Penting Ejakulasi Dini
  7. Jenis – Jenis Musik Dan Efeknya Untuk Kesehatan Anda
  8. 10 Kesalahpahaman tentang Sukses
  9. Inilah Sebabnya Kenapa Anda Tergila – Gila Sama Facebook
  10. Mata Terpejam Saat Bersin Kenapa?